
''ega gimana kamu sudah bertemu zahra bawa pulang istrimu, mama gak mau tau,,
ega hanya dia, dan memijat pelipis nya,,
sudah sepuluh hari zahra keluar dari rumah nya,,
tapi ega masih tidak bisa menemukan zahra,,
''zahra tidak tinggal di butik ma,, aku gak tau dia tinggal di mana, dia juga tidak yerlihat di butik,,ucapnya lirih,,
''mungkin zahra masih menenangkan diri ma'' ucap nya, lagi...
coba kamu suruh orang untuk mengikuti siska kemana dia pergi, mama yakin pasti dia tau,, ega menoleh milihat mama nya lekat,,
''kenapa ega tidak kepikiran ya ma,, karna banyak pikiran ega tidak bisa berfikir jernih,,
''kamu masih mual muntah ga, heemm ega menjawab dengan deheman,,
''kesehatan zia akhir akhir ini juga menurun ma,, dokter bilang zia stres dan banyak pikiran,, ega tertuduk lesu,,
''temukan zahra dulu,, baru kita pikir kan zia,, kita harus tau dulu keada'an zahra bagai mana, sekarang dia di luar sana sendirian,, melihat mu mual muntah seperti ini mama takut zahra hamil, dan sendirian di luar sana,, ega terdiam mendengar ucapan ma nya,,
kebetulan baim masuk ke ruangan ega,,
''tuan ini berkas nya,, baim meletak kan beberapa berkas perusaha'an,, di meja kerja ega,,
''im setelah ini kerahkan anak buah mu, untuk mencari istriku,, kalau perlu ikuti pacarmu, kemana pun dia pergi aku yakin pacarmu tau keberada'an zahra di mana,, baim terdiam sejenak,, kekasih nya itu memang tau keberada'an istri bos nya,, baim sendiri juga pernah bertanya,,
tapi siska bungkam tidak mau. menjawab nya,,
''biar saya sendiri yang mengikutinya tuan,, baim tidak rela ada pria lain mengikuti kekasih nya,,
''segera mulai hari ini,, kalau perlu besok pagi aku sudah dengar kabar itu,,
''baik tuan,, baim melangkah keluar dari ruang kerja bos nya itu,, kenapa dia juga tidak terfikir untuk mengikuti kekasih nya, pantesan dia tidak mau di jemput dan di hantar oleh nya,,
*********
kehamilan zahra kali ini sangat menyiksa dan nenguras tenaganya, kepalanya sering sakit badannya juga sering lemas, hampir srharian zahra hanya berbaring di atas tempat tidur di kamarnya,,
__ADS_1
''dengan malas zahra bangun dari tidurnya dan keluar dari kamar berukuran kecil itu,,
grebfood sudah datang membawa pesanan nya, zahra tidak ada kendala dengan makanan dan juga tidak merasakan mual dan muntah,, zahra sudah meminta siska menutup butik nya lebih awal, dan memintanya segera datang kerumah nya,, zahra benar bamae sangat malas,, baju kotor menumpuk di tempat nya, menunggu siska membawa nya ke laundry'' piring kotor juga belum di cuci,, lantai zahra hanya menyapunya saja , tanpa di pel,,
,,sa'at siska datang melihat keada'an rumah. zahra sebenarnya siska ingin marah, namun melihat keada'an zahra yang sedokit kura sehat akhirnya siska diam saja,, tanpa siska sadari, selama perjalanan nya menuju rumah zahra ada yang mengikutinya. ya itu kekasih nya sendiri baim,,
''senyum di bibir ega mengembang sempurna,, kala mandapat notic dari baim,, tentang lokasi istrinya tinggal,,
'''good job, baim'' emang kamu bisa di andel kan,, ega menyambar kunci mobilnya,, dan memakai haket denim nya,, lalu keluar dari ruang kerjanya dan turun kebawah,, dibawah tampak zia, sedang menemani putra nya lio bermain,,
''zi'' nanti makan malam lah duluan, jangan menungguku,, aku sudah dapat alamat zahra'' dan aku akan kesana sekarang setelahakan malam segeralah minum obat mu, dan beristiraharat lah,, zia tersenyum
''segera bawa zahra pulang,, ucap zia memohon,,
''aku tidak bisa memastikan bisa membawa zahra pulang, dan belum tentu juga zahra mau pulang lagi kesini,, ucap ega,,
................
ega segera melajukan mobilnya menuju alamat yang sudah baim serlok,, di poncel nya,, tak berapa lama ega sudah sampai.di tempat tujuan sebuah perumahan sederhana, bahkan jauh dari kata mewah,, gerbang masuk juga biasa saja tanpa ada sekuriti yang menjaganya,
ega melihat mobil baim terparkir di tepi jalan lalu ega juga menepikan mobilnya di depan mobil baim,,
''yang mana rumahnya im, tanya eha tidak sabar''
''dua rumah dari sini, tuan, itu terlihat separo badan mobil nona zahra,, baim menujuk rumah di depan nya,,
''kemapa dia pilih rumah seperti ini im'',
ini jelas tidak aman,, apalagi tinggal sendiri,, di depan sekuriti juga tidak ada, gumam ega kesal,,
''di dalam ada siapa im,, tanya ega lagi,,
''ada siska tuan,, jawab baim karna sedari tadi siska belum juga pulang, hanya keluar tadi sebentar buang sampah,,
''kamu bawa siska pulang, ucap ega sambil mengeluarkan bebera lembar uang pecahan seratus ribu, dan di berikan pada baim,,
''ini untuk apa,, tuan'' tanya baim heran
''bawa siska makan cilok di alun alun kota cukup kan,, baim mendengus kesal,,
__ADS_1
'' cukup tuan' ucap nya sekilas,,
''bagus,, ucap ega lagi,,
''dasar kenapa harus cilok, apa gak ada yang lain,, grutu baim kesal
ega berjalan mendekati rumah istrinya,,
tanpa mengetuk pintu atau mengcapkan salam ega membuka pintu rumah zahra dengan paksa,
siska dan zahra kaget, melihat sosok yang tak ingin zahra lihat kini berdiri gagah di tengah pintu rumah zahra,,
pria yang selalu membuat hati zahra berdebar namun juga yang selalu menyakitinya,, zahra membung muka ke arah lain, menutupi rasa senang nya,, bohong kalau zahra tidak merindukan nya,
''bagai mana anda tau tentang rumah ini tanya siska penasaran,,
''kamu lupa kekasih mu itu orang yang paling setia dengan ku, jelas pasti dia mengikuti mu kesini, terang ega,, baim yang berada di belakang ega hanya bisa nyengir,,
baim segera menarik kekasih nya keluar dari rumah zahra,,
''sayang mereka perlu bicara kita pergi saja dari sini,, kita makan cilok mau ucap baim sambil menarik tangan kekasih nya itu,,
siska melotot kan bola matanya,, mendengar kata cilok,,
''gak ada yang lain kenapa harus cilok' protes nya kesal,, dan dapat di dengar ega,,
''kalau tidak mau cilok,, sempol saja ini, ucap ega sambil, memberikan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu ke tangan siska,,
''sama saja, tapi tidak apa apa,, ini lumayan banyak,,, nanti bisa beli cilok dan sempol, beserta kawan kawan nya,, ucap siska sumringah,,
ega duduk di sebelah zahra dan ikut memakan telur gulung yang ada di meja tanpa permisi,,
''ini apa rasanya seperti telor goreng, dan banyak minyak nya,, ucap ega sambil mencocol telur gulung itu kedalam saos,,
zahra hanya diam saja melihat tuan suaminya itu, makan jajanan yang mungki belum pernah ia makan sebelum nya,, ega tampak menikmatinya,,
tiada kata,
bersambung
__ADS_1