
sa'at makan malam tiba zia' dan zahra hanya makan buah buahan segar saja, tanpa menyentuh makanan berat, zia sangat merasa perutnya penuh sekali,
sedang ega mengerti kedua istrinya itu pasti sudah sangat kenyang sekali, akibat perburuan kulinernya tadi siang hingga menjelang sore,
apa lagi zia ini kali pertamanya dia memakan begitu banyak makanan,
zahra berjalan kasana kemari ikut membantu para pelayan menyajikan makanan di atas meja, hal itu tidsk luput dari mata ega
mata elangnya menelisik dari atas hingga bawah, malam ini zahra sudah tidak memakai hodi kedodorannya,
zahra memakai drees rumahan selutut bertali sepageti, yang begitu pas melekat di badannya sehinga mencetak jelas perutnya yang sudah mulai membuncit pinggang nya yang lebar semakin membuat siapapun yang melihatnya yakin sekali bahwa zahra sedang hamil,
jangan lupakan dadanya yang semakin montok padat berisi,
ega masih tidak bisa membedakan antara gendut biasa atau sedang hamil, yang ega lihat zahranya terlihat semakin se*xi,
setelah selesai makan buah nya zahra segera pamit duluan intuk naik keatas dan beristirahat hari ini zahra sangat merasa lelah,
zia pun sama dia juga sangat merasa lelah, tapi zia masih harus menani suaminya menghabiskan makan malam nya,
''ga' apa kamu tidak melihat perubahan di tubuh zahra, zia mencoba memberitaukan tentang kehamilan zahra,
''perubahan apa,, tanya ega mencoba memastikan arah pbicara'an istri pertamanya itu,
''zahra sedang mengandung anakmu ga' sebentar lagi kita bertiga akan menjadi orang tua, ucap zia sambil mengusap lengan suaminya itu,
ega meletak kan sendok dan garbunya, lalu mengambil gelas berisi air putih dan minumnya hingga tandas,
''dari mana kamu tau zi' kalau zahra sedang hamil, apa hanya karna dia sekarang terlihat lebih gendut, ucap nya masih tidak percaya, zia' tersenyum
''zahra sendiri yang bilang padaku ga' tadi siang sebelum kita berdua keluar mencari makanan, zia teringat kala zahra memanggilnya bunda sambil mengusap perutnya yang terlihat mulai membuncit, seakan bicara sama anaknya,
''oh.. jawab singkat ega wajahnya di buat sedatar mungkin mencoba menyembunyikan rasa bahagianya kala mendengar istri tercintanya sedang mengandung calon buah hatinya,,
''kalau sudah selesai segeralah naik ke atas dan tidur zi' kamu pasti sangat lelah, ega berjalan meninggalkan zia di meja makan, namun zia segera mengekor di balakang suaminya naik ke atas dan menuju kamarnya,
__ADS_1
zia langsung merebahkan tubuhnya di atas rempat tidurnya yang nyaman, dedang ega duduk bersandar di kepala ranjang, sambil memainkan poncel pintarnya melihat email yang di kirim asitennya baim,,
''ega' apa tidak sebaiknya kamu temani saja zahra barangkali dia membutuhkan mu, ega meletak kan poncel mahalnya di atas meja nakas dan ikut berbaring di samping istri pertamanya, zia memeluk tubuh suaminya dan menjadikan lengan kekar nya sebagai bantal,
''sebaik nya kamu tidurlah zi' mungkin zahra juga sudah tidur, ucapnya sebenarnya ega juga sudah tidak tahan dia ingin sekali segera pergi kekamar istri mudanya itu,
''tak membutuhkan waktu lama zia sudah menjemput alam mimpinya, dengan gerakan perlahan ega mencoba melepas pelukan zia, lalu mencium keninya dan keluar dari kamar zia menuju ruang kerjanya karna masih ada pekerja'anya yang belum selesai,,
''sedang di kamar zahra sedari tadi sudah mencoba memejamkan matanya, namun masih tidak bisa,
tiba tiba zahra merasa merindukan sosok tuan suaminya, zahra sedari tadi melihat ke arah pintu kamarnya berharap tuan suaminya datang' namun pintu itu tak kunjung terbuka, zahra hanya bisa berguling ke kana dan ke kiri,
tak berapa lama gagang pintu bergerak turun ke bawah dan pintu pun terbuka,
zahra segera pura pura sedang tertidur, lalu membuka sedikit matanya dan mengintip dan tampaklah sosok yang sedari tadi dirindukannya, tuan suaminya menatapnya dengan penuh rasa yang tak bisa di dipkripsikan,
ega menutup pintu kembali dan menguncinya lalu berjalan dan duduk di pinggaran ranjang menyibak anak rambut yang menutupi wajah cantik istri mudanya,
pandangan ega tertuju ke perut istrinya yang masih tertutup selimut, tangan nya terulur dan menyibak selimut yang menutupi perut istrinya, lalu mengusapnya dengan perlahan dan lembut,
zahra masih memejamkan matanya pura pura tertidur,,
ega menyingkap gaun tidur zahra ke atas sebatas dada, dan memperlihatkan perutnya yang membuncit itu,,
zahra sedikit kaget namun berusaha tetap tenang,
'ega mendekat kan wajahnya mengecup perut zahra sangat lama,
''ma'af kan daddy yang terlambat mengetahui keberada'anmu, ega memeluk perut zahra erat penuh kerindua'an yang mebuncah, mengecupnya tanpa henti,
dapat zahra rasakan perutnya yang basah oleh lelehan air mata tuan suaminya,
''perasa'an bahagia rasa sesal dan bersalah bercampur menjadi satu menyelimuti hati ega,, mulutnya tak henti hentinya mengucap kata ma'af kepada calon buah hatinya, bahu kekarnya bergetar menahan tangis, di peluknya erat perut istrinya itu, sampai ega tertidur dengan posisi wajahnya masih berada di perut zahra, dan memeluknya erat,
''tanpa terasa zahra ikut menitikan air matanya, tanngan nya ter ulur mengusap lembut rambut tuan suaminya, dapat zahra rasakan betapa tuan suami yang biasanya bersikap dingin itu menahan sesuatu yang tak bisa dia ungkapkan, dingin di luar lembut dan
__ADS_1
hangat dalam diam,
zahra menghembuskan nafasnya kasar, mencoba menerima dan iklas menjalani biduk rumah tangga poigami suaminya,
dan mencoba memahami ke ada'an madunya zia'
perlahan zahra menyusul sang tuan suami ke alamimpi,,
………………………………
pagi ini di dapur sedikit heboh, para pelayan di buat kalang kabut oleh zia, pagi ini zia menyediakan menu sarapan lezat dan sehat tentunya khusus untuk zahra madunya,,
pagi ini zia mengabaikan rutinitas nya, sebagai seorang istri, biasanya zia menyiapkan semua keperluan kantor suaminya, pagi ini ega harus menyiapkan keperluan dirinya sendiri,
zahra keluar dari kamarnya dan menuruni tangga, sa'at sampai di tangga terakhir zahra hampir saja terpleset, beruntung dengan cepat ega menangkap tubuh istrinya itu,
'' ingat mulai sekarang naik turun tolong gunakan lif, dan aku tidak suka ada orang mbantah ucapan ku, sambil berjalan menuju ruang makan dan tangan nya menautkan ke tangan zahra meremasnya dengan erat,
zahra hanya terdiam
ega juga menarik kursi untuk zahra dan menyuruhnya duduk, tapi dengan wajah yang masih sama seperti biasanya dingin dan datar,
zia datang dari arah dapur membawa segelas susu hamil, dan tentunya susu itu untuk zahra,,
''ra' aku tidak tau rasa apa yang kamu suka, ini rasa coklat, tapi kalau kamu tidak suka aku akan menggantinya dengan rasa yang lain, kebetulan tadi aku menyuruh sari membeli berbagai rasa,
zahra tersenyum,
''tidak apa apa mbak, aku akan.minum yang ini saja, kalau aku tidak mau siapa yang akan meminumnya, di buang sayang kan, ucapnya sambil menerima susu dari tangan zia,,
zia benar benar tulus yang ikut merawat zahra yang sedang hamil, sesuai janjinya akan merawat zahra mulai dari hamil melahirkan dan tentunya merawat bayi mereka bertiga,
gengs terlambat up author biasa lah ya pasti nya author belum sempat, jangan lupa like jempolnya
bersambung
__ADS_1