
akhir akhir ini ega' sedikit menujuk kan rasa cinta kepada istri keduanya itu meski tidak terang terangan, dan yang paling penting selalu berusaha menjadi suami siaga, tak jarang ega meninggalkan mitingnya hanya untukemenuhi ke inginan zahra dan calon bayinya, seperti pagi ini ega mengencel jadualnya ke luar kota karna sedari pagi zahra mengeluh sakit di pinggang belakang nya, mendekati HPL mama risa tidak pernah absen datang ke mansion putranya,
''kita kerumah sakit saja sekarang,, ayok siap kan mobil mana pak imam,, zia mana sopir mu pak rudi suruh siap kan mobil sekarang,, mama risa terlihat heboh sendiri,,
'zahra berbaring tanpa bisa bergerak bergerak sedikit pinggang nya terasa ngilu, ega dan zia duduk di sampingnya zahra, ega seperti biasa tangan nya mengelus perut besar zahara mendekatkan wajah nya dan mengajak calon bayinya bicara,,
''anak daddy kenapa lagi sih,,,! mau apa heemm,,,,! kenapa membuat mommy kesakitan seperti ini...?
hati zia terasa seperti di remas kala mandengar ega bicara sama calon bayinya, zia membayang kan seandainya dia yang di posisi zahra,
''ega kita kerumah sakit sekarang,,,! dari tadi kamu bicara sama calon anakmu mau apa,, ! anak mu itu mau keluar,,, kamu tidak dengar tadi anakmu bicara dia mau keluar,, mama risa terlihat sangat heboh sendiri,,
''tapi HPL masih seminggu lagi mah...! itu juga,,! tadi yang bicara mau keluar mama kan,, anak ku belum lahir mana bisa bicara, mama risa memukul bahu putranya sangat keras,,
''HPL memang masih seminggu lagi, tapi dokter juga bilang bisa maju juga bisa mundur dari HPL ucap zahra menjelaskan..
''tuh kan.. dengar kamu,, sekarang cepat ega''....!
zia' hanya diam saja melihat pedebatan mertua dan suaminya,,
ega mengendong zahra turun dari lantai atas kamarnya dan turun menggunakan lif,
''zi' kamu di rumah saja biar aku yang ke rumah sakit sama mama, nanti aku kabari, ucap ega sambil mendudukan zahra di jok kursi belakang, dan ega ikut duduk bersama zahra di belakang, sedang mama risa duduk di depan di samping sopir,,
''tiga puluh menit kemudian mobil yang mereka naiki sudah sampai di pelataran rumah sakit, dengan cepat ega menggendong istrinya kembali, dan masuk ke ruang UGD
''dokter tolong istri saya sepertinya sudah mau melahirkan, dokter itu tersenyum
''lalu datang dokter kandungan seorang dokter laki laki,,
__ADS_1
''dokter anda mau apa tanya ega sambil membelakangi istrinya, dan menghalangi dokter itu,,
''saya mau memriksa istri anda tuan, tolong kerja samanya, ega tidak bergeming dari tempatnya berdiri,
''di rumah sakit sebesar ini apa tidak ada dokter lain lagi, selain anda dan dokter perempuan misalnya,,, tanya ega masih berusaha menghalangi dokter laki laki itu,,
''ada dokter perempuan beliau masih ada pasien, ucap dokter laki laki itu menjelaskan,
''apa pun yang terjadi saya mau dokter perempuan yang menangani istri saya, ucap ega sambil bertolak pinggang,
''tapi kami sebagai dokter sudah di sumpah dan bersumpah akan menjalani profesi kami sebagai dokter sesuai prosedur dan ucapan dokter laki laki itu menggantung kala direktur rumah sakit itu datang,
'tidak apa apa dokter andre,, anda bisa bertugas di ruang lain nya, ucap direktur rumah sakit tersebut,
''tuan airlalangga saya sudah membawakan dokter perempuan untuk memeriksa istri anda, ucap direktur rumah sakit itu, dan memindahkan zahra di ruang vvip, ega adalah salah satu donatur rumah sakit tersebut dan direktur rumah sakit itu tau betul siapa airlangga wirayudha,,
''nyonya apa perutnya terasa mulas, tanya dokter stela sambil memriksa perut zahra,
''tolong buka kakinya nyonya dan buka ****** ***** nya, ega menghentikan tangan dokter stela yang akan membuka ****** ***** zahra,
''kenapa harus di buka dokter apa tidak ada cara lain untuk memriksanya,, sedari tadi ega cerewet sekali,
''memang seperti ini tuan, saya akan melihat pembuka'an di jalan lahir istri anda, dengan berat hati ega membiarkan dokter stela melakukan pekerja'anya,
''zalan lahir zahra belum ada pembuka'an sama sekali, dia hanya.mengalami sakit pinggang hal yang lumrah di alami ibu hamil sa'at sudah mendekati HPL, zahra juga belum mengalami kontrasi. seperti rasa mules mules di perut
''sebaiknya nyonya zahra di bawa pulang dulu ke rumah, ini belum ada tanda tanda persalinan,,,! biasanya tanda tanda persalinan akan ada lendir bercampur darah sedikit di ****** *****, dan di sertai mules beraturan di perut,,,
dan biasanya bayi akan lahir paling cepat dua puluh empat jam dari mules pertama, anda masih punya banyak waktu, untuk segera membawa nyonya zahra kerumah sakit, jika rasa mules itu sudah terasa, terang dokter tsela panjang lebar,,
__ADS_1
''saya tadi hanya kuatir dokter, takut terjadi apa apa dengan menantu dan calon cucu saya.. ucap mama risa,,
''tidak apa apa nyonya, itu sudah menjadi hal biasa sebagai orang tua, ega memandangi wajah cantik istrinya yang sedikit pucat, dengan tangannya masih tertancap jarum infus,,
''kapan istriku bisa pulang dokter, ega merasa tidak nyaman jika harus berlama lama di rumah sakit meskipun di ruang yang super duper mewah,
''sekarang istri anda sudah bisa di bawa pulang tuan, jika sudah merasa enakan,, ucap dokter stela lagi,,
''zahra sayang, apa sakit di pinggangmu sudah berkurang, tanya mama risa kepada menantunya itu,,,
''iya... mah,, sudah mendingan berkurang sakitnya tidak seperti tadi,, dokter stela menghampiri zahra,,,
''jika anda ingin pulang sekarang biar saya lepas dulu infus nya, apa bila nanti sudah mengalami kontraksi seperti mules meles, jangan panik, rilexs saja dan segera kerumah sakit, nasehat dokter stela,
zahra tersenyum
''saya baca di beberapa buku panduan, mules nya sedikit sedikit ya.. dok..
seperti mules lalu menghilang lalu mules lagi.. seperti itu ya dok... tanya zahra kepada dokter stela...
''iya benar sekali seperti yang saya bilang tadi tidak perlu panik,, di bawa tenang saja, dan kalau bisa berbanyak tidur menghadap atau miring ke sebelah kiri, itu sangant di saran kan, itu bisa membantu proses pembuka'an menjadi lebih cepat, atau bisa dengan lebih sering melakukan hubungan suami istri mungkin jadi tuan bisa membantu proses pembuka'an, tanpa rasa malu ega mengembangkan senyum nya dengan lebar,,
''oh.. pasti dok dengan senang hati saya bisa membantu, mama risa mencibit, pinggang putranya itu,
''aaa... mama apa'an sih sakit tau, kayak mama gak pernah aja,, grutu ega membuat dokter stela dan zahra tersenyum
gengs terima kasih atas dukungan nya di mana pun kalian berada semoga selalu di beri kesehatan,, jangan lupa like jempolnya
bersambung
__ADS_1