
zahra tertidur sambil duduk di ranjang rumah sakit putranya, menungu putra nya tak kunjung membuka mata, bekas air mata yang sudah mengering menghiasi pipinya,,
''ega memijat pangkal hidungnya, sedari tadi hanya berdua sama istrinya namun seperti orang asing, zahra tidak mau bicara sama tuan suaminya,
''ega teringat kejadian tadi siang yang hampir merenggut nyawa putranya
flasback on""""""
rima dan nora di ruang keluarga melihat, filem kartoon kesuka'an tuan muda lio,
balita itu sangat kegirangan, sesekali berjalan melompat dan tertawa,,,
tawa riang baby lio terdengar hingga ke atas, mengusik pendengaran zia yang sedang ber istirahat setelah meminum obatnya,
''main apa sih sampai tertawa kenceng gumam zia, bibir wanita cantik itu melengkung membentuk senyuman, lalu bangun dari tidurnya, zia dapat mendengar suara tawa baby lio karna memang pintu kamarnya tidak tertutup dan terbuka lebar sempurna,,,
lalu zia mengintip dari atas samping tangga, perlahan zia menuruni anak tangga menghampiri putra suaminya dan zahra,
''anak ganteng bunda main apa sih, bahagia banget, baby lio mendekati zia dan memeluk nya, tangan nya menujuk ke arah tv besar, seakan menujuk kan. bahwa ia sedang melihat filem kartoon kesuka'an nya,
''rima lio sudah makan siang, tanya zahra pada, rima,
''sudah nyonya jawab nora dan rima bersama'an,
''tinggal minum susu dan makan camilan, biskuit atau buah, ucap nora lagi,
''zia asik menemani lio bermain di temani, rima dan nora,
''rima mungkin sudah sa'at nya lio minum susu dan siapkan saja buah, untuk camilan nya biar lebih sehat,
dan nora kamu bisa pergi ke atas tolong ambilkan tas kecil warna hijau di atas meja rias, dan rapikan sedikit kamarku,
terima kasih, ucap zia sambil tersenyum,
''ma'af nyonya tuan muda lio bagai mana,
ucap nora sedikit kuatir,
''hanya sebentar tidak apa apa, biarkan bersamaku, dengan berat hati nora meninggal kan tuan muda lio bersama nyonya mudanya zia,
''zia tersenyum melihat putranya bermain bola dan melemparnya
''jangan jauh jauh sayang di sini saja dekat bunda, zia berdiri mengambil baby lio dan mendudukan nya di dekat zia,
''ini jam berapa, daddy mu sudah makan apa belum ya anak ganteng, zia mengajak baby lio bicara, meski baby lio belum memahaminya,
zia mengambil poncelnya dan menghubungi ega suaminya,
''halo ga',,,
''ada apa zi' suara ega dari sebrang,,
__ADS_1
''tidak ada apa apa, aku hanya ingin tanya kamu sudah makan belum, jangan terlambat makan ga,
'zia tidak menyadari baby lio sudah berjalan jauh dari jangkauan nya,
nora turun dari atas melihat baby lio tidak ada di samping
nyonya mudanya berfikir mungkin rima sedang mengambil nya, nora berjalan santai menghampiri zia dan meletak kan tas hijau zia di samping nya, zia masih tidak menyadarinya dia masih asik bicara di telefon bersama ega,
perlahan nora, meninggalkan zia, karna merasa haus nora pergi ke dapur untuk minum,
nora melihat rima, sedang memotong buah dan tidak ada tuan muda lio bersamanya,
''rima di mana tuan muda lio, tanya nora,
''bersama mu kan, sama nyonya zia, jawab rima jujur,
''aku barusan dari atas, dan meninggalkan tuan muda lio bersama nyonya zia' dan ketika aku kembali turun aku tidak melihat tuan muda lio di samping nyonya zia, aku pikir tuan muda lio bersamamu, karna nyonya zia sepertinya sedang bicara di telefon bersama tuan ega, terang rima
'tiba tiba dari arah belakang terdengar beberapa pelayan berteriak histeris, sontak menyadarkan rima dan nora, yang sedang membicarakan tuan muda lio,
begitu juga dengan zia sotak dia mencari keberada'an putranya itu,
''lio, lio.. di mana kamu nak.
''halo zi' ada apa di mana lio, zi'.. zia ada apa,
zia tidak menjawab, matanya melihat, ke arah kolam renang sudah tampak banyak pelayan wajah mereka semua terlihat panik,
ega yang mendengar teriakan zia'.. sontak menyambar kunci mobilnya dan langsung pulang, sepanjang perjalanan poncelnya masih ter hubung dengan poncel zia' jadi
dapat ega dengar betapa panik nya,
ke ada'an di rumah,,
''ega turun dari mobilnya dan berlari masuk kedalam rumah,
''siap kan mobil pak rudi..
suara teriakan ega menggema, bagai petir menyambar di siang hari, ega membawa putra nya segera ke rumah sakit, zia menyusul di balakang ega dengan menaiki mobil lain nya, bersama rima dan nora, yang sama gemetarnya degan zia,
setelah sampai di rumah sakit dokter segera menangani baby lio di ruang UGD
ega terlihat sangat murka sa'at meng inrogasi kedua pengasuh putranya nora dan rima, zia mencoba menenang kan ega, dengan mengakui bahwa ini adalah kesalahan nya, ega juga tampak marah dengan zia,
perlahan ega mengambil poncel pintarnya dan melihat, apa yang sebenarnya terjadi melalui cctv di poncel nya,
ega mendesah pelan bagai mana jika zahra melihat ini, ega tidak akan sanggup menghadapi kemarahan zahra,
''rima hubungi zahra sekarang katakan apa yang terjadi,,,
flasback off"""
__ADS_1
ega mengangkat tubuh istrinya dan membaringkan nya, di kursi sofa
namun zahra tersadar, dan segera duduk melepas rengkuhan tuan suaminya
''lepas kan, zahra mendorong dada bidang tuan suaminya, dan berjalan lalu kembali duduk di tempatnya semula,
ega menghela nafasnya berat, menyugar rambut nya kebelakang,
''kenapa keras kepala sekali, kamu zahraaa gumam nya, pelan,,,
''tidur lah dsini ra, biar aku yang menjaga anak kita, zahra mendengus malas, ega memgang kedua bahu istrinya, namun zahra segera menepis tangan tuan suaminya itu,,,
''ra' dengar ini hanya kecelaka'an,
zahra mengadah kan gangan nya,
'berikan poncel anda, dan buka cctv untuk ku, aku yakin poncel anda bisa melihat cctv di rumah dari sini, zahra bicara ketus dan dingin,
''ra' untuk apa, kamu tidak dengar, papa bilang tadi, tidak perlu menyalah kan siapa siapa, ini murni kecelaka'an
zahra kekeh meminta poncel tuan suaminya,
''baik lah kalau anda tidak mau memberikan poncel anda sepulang dari rumah sakit, saya tidak akan pulang rumah anda, ega mendesah pelan,
zahra melirik sekilas tuan euaminya itu, zahra mencoba terlihat frustasi,
ega takut zahra tambah marah,
''itu artinya anda memang tidak perduli dengan perasa'an ibu dari anak anda tuan, kenapa anda terlihat santai melihat anak anda hampir meregang nyawa,
ega perlahan merogoh saku celana bahan nya, mengambil poncel pintarnya, menyalakan cctv, kejadian siang tadi yang hampir menewaskan putranya,
lalu memberikan benda pipih itu ke zahra istrinya,
zahra melihat rekaman itu, dengan linangan air mata, melihat putranya sedang berjalan mengejar bola menuju arah kolam renang tanpa pengawasa, dan zahra tidak melanjutkan nya, dan membuang poncel tuan suami nya ke atas ranjang rumah sakit putra nya,
tangis nya semakin pecah,, ega memeluk istrinya erat, zahra mencoba membrontak, dari pelukan tuan suaminya, tangan nya memukul dada bidang tuan suaminya, 'ega terlihat pasrah,
''pukul lah lepas kan kemarahan mu padaku, aku siap, tangan zahra seakan lemas, dia menyan darkan kepalanya di bahu tuan suaminya, ega mengusap punggung istri nya lembut, menangis lah, lepas kan, ucap ega lembut, pria tampan itu ikut menangis, hatinya juga sakit, namun berusaha kuat demi kedua istrinya, ega tau zia juga terpukul dan membawa rasa bersalah bersama'an,, sama hal nya seperti zahra,
hatinya hancur,,
perlahan tangan mungil itu bergerak, matanya mengerjap, bibirnya seolah ingin bicara, menangis tapi tidak ada suaranya,,,
ma..ma.mi... panggilnya, tapi hanya gerakan bibir mungil nya saja, ega dan zahra masih larut dalam tangis nya, tidak menyadari, putranya telah sadar dari tidurnya,,,
dan perlahan tangan mungil itu menarik rambut mommy nya, zahra masih tidak tau putranya telah bangun,,
hah gengs ma'af kan author **bab ini semua hanya ujian ada dua, sebentar ya, author akan hempaskan dari peredaran, tetap jempol nya
bersambung**
__ADS_1