
''silah kan duduk tuan,
''terima kasih dokter, ega menjatuh kan bobot tubuhnya di kursi yang terdapat di depan meja kerja dokter marina,
''jadi apa yang ingin anda ketaui tentang pernyakit istri anda tuan, tanya dokter marina ramah,
''semua dokter, tentang perkembangan nya, tutur ega,
dokter marina tersenyum,
''begini tuan, sejauh ini memang: ada kemajuan, seperti yang sudah saya bilang sebelum nya,
tolong selalu jaga perasa'an nya, emosinya, fikiran nya, intinya jangan membuatnya stres,
buat dia selalu bahagia selalu berfikir positif,
sejauh ini perkembangan nya sangat bagus,
mungkin minggu depan istri anda sudah boleh kembali.ke negara anda dan jangan lupa kontrol, minum obatnya jangan sampai lupa, ucap dokter marina menjelaskan semua detil tentang kesehatan zia,
''ma'af dok saya hanya ingin bertanya, saya pernah dengar dari zia sendiri, apakah benar pernyakit nya tidak bisa di sembuh kan lagi, dan ma'af apakah benar anda memvonisnya tidak akan bisa lebih lama hidup bersa kami,
''dokter marina tersenyum, saya tidak memvonisnya berapa lama istri anda bisa hidup di dunia ini, seperti yang saya bilang tadi, istri anda harus selalu bahagia, jika keada'an hati dan perasa'anya memburuk itu bisa mempengaruhi kesehatan nya, jika kesehatan nya memburuk ya anda tau sendiri, saya juga bukan tuhan yang bisa mengetahui hidup matinya seseorang, saya hanya berusaha melakukan yang terbaik untuk istri anda, tutur dokter marina menjelaskan,
''baik lah dok kalau begitu saya permisi,
jika anda perlu sesuatu apapun itu mengenai kesehatan istri saya anda jangan sungkan untuk menghubungi saya,
''ya pasti anda jangan kuatir soal itu tuan, saya pastikan juga akan melakukan yang terbaik untuk istri anda, dan mari kita sama sama berdoa untuk kesembuhan istri anda, meski dunia medis mengetahui bahwa untuk kemungkinan sembuh total istri anda sangatlah tipis,
siapa tau keajaiban tuhan datang menyapa kita, ucap dokter marina panjang lebar,
ega tersenyum lalu berdiri dari tempat duduknya dan pergi,
sepanjang koridor rumah sakit memikirkan semua ucapan dokter marina,
ega berjalan menuju taman rumah sakit, duduk di kursi taman di bawah pohon,
ega termenung memikirkan kembali nasib nya zia dan zahra, bagaimana untuk menjaga satu hati dua hati lain nya akan terluka, sampai kapan ega akan terus menerus menyakiti zahranya,
''ya tuhan semoga istriku zahra segera hamil, siapa tau dengan hadirnya seorang bayi di tengah keluarga kami, bisa membuat, zia lebih bahagia lagi, dan zia bisa lebih iklas lagi dengan madunya,
__ADS_1
zia aku juga minta ma'af, selama ini aku tidak bisa mencintaimu, ma'af aku sudah lama mencobanya namun kenyata'annya cintaku tidak bisa tumbuh untukmu zi' aku minta ma'af, tapi aku sangat menyayangimu, batin ega benar benar di siksa keada'an dia tidak pernah menyangka akan seperti ini, dia pikir bisa menjalani rumah tangga poligaminya dengan normal, tanpa ada yang tersakiti, namun kenyata'an berkata lain. dalam diam ega menangis, air matanya jatuh begitu saja.
''zahra...bersabarlah, untuk sa'at ini hanya itu yang mampu dia katakan,
****
''mbk zahra di luar ada yang nyari'in, dinda pegawai zahra memberi taukan pada buk bos nya...
''siapa din tanya zahra penasaran,,,
''gak tau mbk,, laki laki ganteng kata dinda sambil cengengrsan,
''siapa sih sis'' coba liat sana sis,, siapa tau jodohmu,,
siska beranjak dari duduknya, dan pergi melihat siapa yang datang,
''oh..kak baim kirain siapa, masuk ka' zahra ada di ruangannya, siska berkata sambil mpersilahkan baim masuk,
''kalian belum tutup butiknya,,. tanya baim
''ini sudah mau tutup kak, tinggal nungguin yang lain masih beres beres,
melihat siska tersenyum msnis, membuat baim jadi salah tingkah
siska membuka pintu ruagan zahra
''masuk kak,,?
ra' ada kak baim
zahra melihat baim datang dengan membawa banyak belanja'an,,,
''kak baim ada apa silahkan duduk kak, ucap zahra,
ada apa kak, bos kak baim kan di singapure kak baim gak ikut kesana, tanya zahra lagi,
''baim tersenyum,,
''ini nona, tadi saya juga ikut ke singgapurea tapi saya pulang duluan dan ini dari tuan untuk nona, baim menyodorkan paperback di hadapan zahra
zahra memicingkan matanya,
__ADS_1
''apa ini kak kenapa banyak sekali, zahra masih heran dengan barang belanja'an yang baim bawa,
''ini oleh oleh dari tuan,,,? ini beli di singgapure semua' untuk nona, tuan tidak tau harus beli apa, ini ada tas. sepatu. baju. dan masih banyak lagi. semua untuk anda,
zahra tidak beranjak dari tempatnya diduk sedikit pun,
''kak baim mendingan bawa kembali semua barang barang ini, saya tidak membutuhkan nya, ma'af
zahra menolak semua barang yang baim bawa,
''tapi nona, saya harus ngmong apa sama tuan airlangga, beliau pasti marah sama saya nona, sebaiknya nona sendiri, yang ngomong sama tuan,
baim juga menolak untuk membawa kembali barang yang ia bawa, dia takut tuan nya airlangga marah,
baim juga segera permisi dari butik zahra, dia tidak mau lagi berdebat dengan istri bosnya itu,
''mau di apa kan semua barang ini ra'' tanya siska, yang juga heran melihat barang sebanyak itu,
''aku juga tidak tau sis, kamu sendiri tau aku bukan orang dari kalangan mereka, yang suka bersosiita, memamerkan barang barang mewah yang mereka pakai,
uap zahra,
''ini semua harganya sangatlah mahal, bukan barang murah,
kalau di jual berapa ungnya ini ra'
ini nilainya pasti lebih dari seratus juta, ucap siska menerka nerka berapa uang yang bisa di dapat jika di jual,
''kamu benar sis, mending kita uangkan semua barang ini, dan kita sumbangkan ke panti asuhan, ucap zahra sambil tersenyum,
''kita mau jual di mana ra' barang seperti ini. siska bingung mau menjualnya di mana sebab dia tidak pernah menjual barang mahal seperti itu,,
''tenang sis, pelanggan kita semua orang dari kalangan (orka ) orang kaya, kita post aja di IG butik beres kan,
zahra langsung mengeluarkan ponselnya dan memfoto semua barang tersebut lalu memposting nya di IG butik, tidak sampai sepuluh menit semua barang soul'aut,
zahra tersenyum lalu mengajak semua pegawainya, keluar jalan jalan di alun alun kota mencari aneka jajanan di pinggir jalan malam otuzahra sampai larut sampai rumah, karna harus mengantar para pegawainya menuju tempat masing masing,
gengs minal aidin wal fainjin mohon ma'af lahir dan bathin, gimana geng walau masih banyak tamu sanak sodara, yang masih betah duduk dan makan di rumah
author, author sempathin up, sambil ngobrol sama sodara,
__ADS_1