
ega berjalan gontai menyusuri koridor rumah sakit ega melangkah kan kakinya menuju taman, menenangkan sejenak pikiran nya' haruskah dia menyakiti zahra lagi dan lagi, jika ega mengikuti perasa'an nya sama zahra ega bener benar lepas kontrol, dan itu akan menyakiti zia tentunya, jika sudah begitu akan berimbas pada kesehatan zia, dan ega tidak mau itu terjadi, meski ega tieak mencintai zia, apapun yang terjadi pada diri zia akan menjadi tanggung jawabnya,
''perlahan ega melangkahkan kakinya menuju ruang rawat istri muda nya,o ega mebuka pintu ruang vvip itu,
''ega kamu sudah datang bagai mana dengan zia' ega diam saja tidk menjawab pertanya'an mama nya..
''mama dan rima sebaiknya pulang lah dulu, dan beristirahat lah di rumah,, biar aku disini menemani zahra, mama risa meletak kan baby lio di box bayi,
''sayang mama pulang dulu, besok mama akan kembali lagi kesini, setelah mama risa dan rima pergi ega terdiam memandangi box bayi putranya, jika zia tidak sakit mungkin tidak akan pernah lahir baby lio dari rahim wanita yang ega cintai, dan mungkin ega tidak akan pernah menikahi zahra, bersatunya ega dan zahra itu juga karna zia,,
''sayang kamu sudah makan, kamu mau makan apa, biar aku belikan, ega mencium kening zahra lembut,
''aku sudah makan tuan, ega menghepa nafasnya kasar,
''kenapa masih memanggilku tuan, aku bukan tuan mu, aku suamimu kita sudah punya anak, carilah panggilan yang manis untuk ku, ucap ega sambil mengecup punggung tangan zahra, tiba tiba ega melihat bayangan zia' dari pintu yang tidak tertutup sempurna, ega melepaskan tangan zahra kasar, lalu bangun dari duduk nya dan berdiri menjauhi ranjang zahra, sa'at zahra hendak bertanya, pintu kamarnya uangan nya terbuka dan menampilkan sosok zia'
''zahra kamu sudah makan aku belikan makanan untukmu, kamu pasti bosan makanan rumah sakit, ini ada buah'' salad buah, dan beberapa minuman dingin sebaiknya aku masukin kedalam kulkas saja ya' nanti jika kamu ingin memakan nya atau ingin minum. kamu tingal mengabil nya,
oh..ya.. ini anak ganteng bunda tidur ya, zia menggendong baby lio dan menciuminya,
zahra dan ega masih sama sama diam larut dalam pikiran masing masing, keduanya sampai kengabaikan kedatangan zia'
''kenapa anak bunda tidur terus sih...? tadi tidur sekarang tidur, ini anak ganteng nya bunda ini.....!
__ADS_1
zia' terlalu asik dengan baby lio, sampai tidak memperhatikan sekitar, ega masih terpaku di tempat nya berdiri,
''apa dia cenayang seakan tau kalau mbak zia datang, dan berubah jadi bunglon lagi, semenjak dia tau aku hamil, meskipun sikap nya dingin di depanku, tapi sikapnya hangat dalam diam dan sembunyi sembunyi, di sa'at aku ter tidur,
semakin besar perutku sikapnya sudah mulai menghangat, bahkan dari seminggu yang lalu,, semenjak aku sakit pinggang, saking hangat nya aku sampai lupa bahwa sebenarnya dia itu beruang kutup.. ya tuhaaann.... apa dia akan kembali bersikap dingin, kenapa anda mempermainkan perasa'an ku tuan airlangga...zahra berperang dengan batin nya''
''kamu tadi kesini sama siapa zi, dan bagai mana cekup mu, apa semua baik baik baik saja, suara ega yang tiba tiba memecah lamunan zahra, zia pun mengalih kan pandangan nya dari baby lio, dan tersenyum melihat suaminya,
''aku kesini sama pak rudi, dan cekup ku baik semua baik, bohong zia' dan ega juga tau istri pertamanya itu sedang berbohong tentang kesehan nya,
''ega menghela nafasnya kasar,
''zahra kapan kamu di perboleh kan pulang,, tanya zia,
''aku tida tau mbk mungkin besok, jawab zahda sambil tersenyum,
tiga hari sudah zahra di rawat di rumah sakit paska melahir kan, dan hari ini dokter sudah memper bolehkan zahra pulang ke rumah,, rima sudah membres kan semua barang nona dan tuan muda kecilnya, sudah siap untuk di bawa pulang, mama risa menggendong baby lio, ega mendorong kursi roda zahra..
menuju mobil
'' sudah siap semua pak, jalan kan mobil nya, perintah ega, pak imam langsung menjalan kan mobil nya memecah jalanan ibu kota, zahra merasakan lagi sikap dingin tuan suaminya, entah lah kenapa tiba tiba, zaha sudah terbiasa dengan itu biarkan dan cuek saja,
__ADS_1
tiga puluh menit kemudian mobil sudah memasuki halaman mansion,. para pelayan dan securiti berjajar menyambut datang nya penerus keluarga wirayudha,
tulisan welcome home baby lio, yang lumayan besar, menyambut mereka di pintu masuk mansion,
''zahra aku sudah menyiapkan kamar khusus untuk baby lio, apakah nanti baby lio akan tidur di kamarnya atau tidur di kamarmu,
''terimakasih mbak udah nyiapin kamar buat baby lio. mungkin baby lio sebaiknya tidur di kamarku saja, lagian baby lio masih butuh asiku, jika berbeda kamar aku akan kesulitan bangun dialam hari,
''zahra menjelaskan jika bebeda kamar dengan sang putra aka kesulitan bangun di malam hari,,
''aku sudah menyiapkan kulkas di kamar baby lio ra'... kamu bisa mempompa asi mu dan menyimpan nya di kulkas, karna ku pikir aku juga bisa tidur di kamar baby lio, sebenarnya zia sedikit kecewa, zahra membawa baby lio tidur di kamarnya,
''apa mbak zia tidak kecapean' jika malam harus tidur bersama baby lio, mbak zia juga harus ingat dan menjaga kesehatan mbk zia sendiri' jika siang hari mbak zia sudah merawat dan menjaga nya, jika malam hari biarkan aku atau suster saja yang merawat dan menjaganya zia terdiam dan melamu ada benarnya ucapan zahra barusan batinnya,
''benar yang zahra bilang barusan zi' kamu juga harus menjaga kesehatan mu, jika kamu sakit baby lio sama siapa kalau zahra sudah pergi kebutik lagi,, ucap ega membenarkan ucapan istri mudanya itu,,
zia trsenyum
''mungkin aku terlalu bahagia, bisa menjadi seorang ibu, meski bukan aku yang melahirkan nya, mata zia berkaca kaca,
zahra berjalan perlahan dan sangat pelan, menghampiri zia' dan memeluknya, tangis zia' pecah di pelukan zahra,
''terimakasih ra' kamu sudah mengijin kan aku untuk merawat putramu, aku bisa merasakan bagai mana menjadi seorang ibu, menjadi orang tua, ucap zia' di pelukan zahra,
__ADS_1
''sudahlah mbak, kita sudah sepakat merawat baby lio bersama, baby lio akan sangat bangga tentunya mempunyai bunda seperti mbak zia'
''ega melihat kedua istrinya itu berperlukan hatinya menghangat, seandainya aku bisa membagi cintaku untuk kalian berdua tanpa harus ada yang tersakiti, itu pasti akan aku lakukan, tapi aku tidak bisa, membaginya, aku hanya bisa menyayangi. satu di antara kalian, dan mencintai salah satunya, sejatinya tidak ada cinta yang bisa di bagi di dunia ini, airlangga wirayudha