
zahra turun dari mobil nya, rima sudah menyambut nya di teras rumah, rima sudah hafal dengan jam pulang nona mudanya itu,
''nona anda sudah pulang, sapa rima ramah,
zahra tersenyum,
''putraku sudah tidur rima, hal pertama yang zahra tanyakan setiap kali pulang kerumah, karna itu juga kenapa zahra pulang setelah makan siang, menyempatkan diri untuk sekedar menemani putranya bermain, karna setiap zahra pulang putranya pasti sudah tidur, jika di pagi hari zahra hanya punya waktu sebentar dengan putranya,
''tuan muda lio sudah tidur nona, ucap rima sopan, nona' apakah nona sudah membeli keperluan tuan muda lio, tadi saya sudah menulis kan daftarnya, dan saya mengirimnya lewat pesan wasup, di ponsel anda nona,
''oh..sudah ada di bagasi mobil, kamu bisa mengambilnya besok pagi, saja sekarang istirahat lah. ini sudah malam, lagian aku juga sudah mandi tadi di butik sebelum pulang, rima tersenyum,
''kalau begitu saya pamit undur diri nona, selamat malam nona,
''iya selamat malam juga rima,,,
zahra meneruskan langkah kakinya menaiki tangga menuju kamarnya, sa'at zahra sudah sampai di tangga terakhir, ega berdiri tak jauh dari sana, dengan memasuk kan kedua tangan nya di saku celana bahan nya, matanya menatap tajam zahra, namun zahra cuek dan mbuang pandangan nya ke arah lain, zia berdiri di depan pintu kamar baby lio,
''kenapa sekarang sikap ega dingin lagi, ada apa,
apa mereka habis bertengkar, zia tidak pernah tau apa yang terjadi sama zahra dan ega, penuh misteri batin nya, zia kembali ke kamarnya,
ega menuju ke ruang kerjanya, seperti itulah setiap hari mereka bertiga,
''zahra menatap nanar, keluar cendela kamarnya, mau di bawa kemana rumah tangganya ini, gelap nya malam semakin pekat, zahra tertidur di kursi sofa sambil memeluk lututnya, tiba tiba zahra merasakan tubuhnya seperti melayang, zahra mencoba mengumpulkan kesadaran nya, perlahan ega menidurkan tubuh zahra di atas ranjang, ega ikut membaringkan tubunya di samping istrinya, dan memeluk tubuh istrinya dengan hangat, sudah lama ega tidak mrasakan nya. zahra mencoba melepas pelukan tuan suaminya. namun ega semakin memeluk nya erat,
''diam lah, dan birkan seperti ini, zahra teus bergerak dan mencoba melepaskan tangan tuan suaminya yang melingkar di perut nya,
''aku bilang diam lah zahra, jika kamu terus bergerak kamu membangun kan yang di bawah sana, zahra memukul mukul tangan ega. mencoba melepaskan diri dari pelukan tuan suaminya,
ega semakin mengerat kan pelukan nya, dan menguci kaki zahra dengan kakinya, perlahan zahra mulai menyerah, merasa tenaga nya terbuang sia sia,
''kenapa kamu selalu seperti ini tuan, datang diam diam di waktu malam,
perlahan zahra larut dalam pelukan tuan suaminya, dan tertidur,
pagi sudah menyapa,, perlahan zahra malepaskan diri dari pulukan tuan suaminya'
merasa ada pergerakan di samping nya,
ega mengeliat dari tidurnya,
''jam berapa ini zi' ega bicara dengan mata masih terpejam,,
hati zahra sedikit tercubit mendengar tuan suaminya memanggil nama istri pertamanya,,
''aku istri mudamu tuan airlangga, namaku zahra,,
__ADS_1
zahra bicara tepat di telinga ega' membuat tubuh ega meremang sa'at itu juga,
ega menarik tubuh zahra dengan sekali hentakan, membuat tubuh zahra jatuh di atas dada bidang tuan suaminya,
dengan senyum nya ega penuh, kemenangan,
'perlahan zahra mencob pasrah, dan merilask kan tubuh nya, melawan hanya mem buang tenaganya,
benar saja ega mulai mengendurkan pelukan nya, kesempatan itu tidak di sia siakan oleh zahra, secepat kilat zahra berguling dari atas tubuh tuan suaminya, dan segera turun dari ranjang,
''fiyuuuhhh...zahra membuang nafasnya lega, ega membuka matanya dan duduk bersandar di kepala ranjang...dan memijat kepalanya yang sedikit berdenyut nyeri
sebelum terjadi apa apa lagi. zahra berjalan cepat menuju pintu kamarnya dan membukanya kasar,
tepat zia sedang lewat di depan pintu kamar zahra, zia hendak menuju kamar, baby lio,
''zahra ada apa... tanya zia kaget melihat pintu kamar zahra terbuka tiba tiba,,,
''suami mbak zia tu, suruh dia keluar dari kamarku sekarang juga, untuk ke sekian kalinya zia mendengar kata kata zahra, seakan ega suaminya se orang,
zia hanya tersenyum, dan menggelengkan kepanya, lalu menerus kan langkah kakinya menuju kamar baby lio, tidak ingin ikut campur urusan suami dan madunya,
''ega menyibak selimut nya kasar lalu berdiri, dan berjalan mendekati zahra yang berdiri sambil memegang gagang pintu,
''aku juga suamimu zahra, ucap ega sarkas dan dingin,
''ega menatap nanar daun pintu yang tertutup kasar,
''ma'af kan aku zahra' lalu ega berjalan menuju kamar zia dan mandi,
''sedang zia membantu rima dan nora yang sedang memakaikan baju baby lio,
yang baru selasai di mandikan,
''minyak telon nya mana rima apa sudah habis, tanya zia, yang melihat botol minyak telon itu sudah kosong,
nanti kamu tulis saja apa yang habis dan berikan pada sari, ucap zia lagi
'rima datang dan membawa botol minyak telon baru,,
''oo.. sudah beli ya.. ucap zia' sambil menerima botol minyak telon dari rima,,
''nona zahra kemarin sudah beli semua keperluan tuan muda lio nyonya,
zia menghentikan gerakan tangan nya yang sedang mengoles punggung baby lio dengan minyak telon,
''kenapa zahra sendiri yang beli. kenapa bukan sari,
biasanya kan sari yang membeli semua keperluan rumah ini, ucap zia sambil memakaikan baju baby lio,
__ADS_1
''nona zahra melarangnya nyonya, katanya biar lebih fokus dan tidak ada yang tertinggal sa'at belanja,
''kenapa aku melupakan hal penting ini ya.. dan pantesan uang belanja sari tidak pernah bertambah, paling nambah sedikit,
batin zia'
''ega berdiri di depan pintu dan mendengar obrolan zia dan rima, ega juga berpikir kenapa zahra tidak pernah memakai uang nya, dua kartu itu tidak pernah ada notic keluar dari bank,
''ega' panggil zia,
zia berjalan sambil menggendong baby lio,
ega mengambil alih baby lio dari gendongan zia dan berjalan menuruni tangga menuju meja makan,
zahra belum turun sari, tanya zia sa'at melihat makanan di atas meja masih belum terjamah,
''belum nyonya, biasanya nona zahra tidak pernah sarapan di rumah, ucap sari sambil memberes kan belanja'an, susu bayi, snack bayi, dan masih banyak lagi belanja'an khusus buat bayi,
''sebanyak ini belanja'an zahra,, batin zia dan ega...bersama'an,,
''sedang zahra masih duduk manis di kursi sofa kamarnya,
sambil bermain poncel pintarnya, sengaja tidak turun menunggu tuan suaminya selesai sarapan dan pergi, baru zahra akan turun,
'tapi rupanya perut zahra tidak bisa bekerja sama, sedari tadi zahra sudah menahan lapar, terpaksa zahra keluar dari kamarnya dan sa'at zahra menuruni anak tangga terlihat ega yang sedang menggendong putranya dengan zia yang sedang berglayut manja di lengan suaminya sambil bercanda dengan baby lio,
''hati zahra mencelos, dengan langkah cepat zahra menuruni anak tangga,
''zahra,,.! suara zia menghentikan langkah kaki zahra,
''kamu tidak sarapan dulu,
zahra menata hatinya sebentar dan berbalik badan,
''aku terburu buru mbak ada banyak pesanan di butik.. setelah selesai bicara zahra mempercepat langkah, kakinya dan
''mom..mommy,, pagil baby lio
zahra berbalik badan lagi
''nanti siang saja main sama mommy ya..
sekarang mommy buru buru banyak kerja'an,, nanti mommy bawakan mainan lagi,, ya...
''zahra pun menghilang dari pandangan baby lio zia dan ega
🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈
bersambung
__ADS_1