
''zia meminta pelayan membawakan makan malam nya kedalam kamar,,
dia ingin memberi ruang kepada madunya itu untuk berdua dengan suaminya,
rela tidak rela siap tidak siap, itu lah yang zia rasakan, jika mereka tidak menghabiskan waktu bersama kapan zahra bisa hamil, jika zahra tidak hamil kapan zia bisa merasakan menjadi seorang ibu,
lebih cepat lebih bagus,
siapa tau kalau mereka sudah punya anak zia bisa lebih bahagia dengan. hadirnya seorang bayi, di tengah tengah kesakitannya,
''minggu ini jadualku pergi ke singapure, lebih baik aku meminta kak nadin saja yang menemaniku, biarkan ega di sini bersama zahra,
zia yang asik melamun, dikagetkan dengan kedatangan zahra,
''mbk zia, sapa zahra,
'' sambil mengembangkan senyumnya zia menyapa balik zahra,
kamu sudah pulang ra' sini duduk,
'zahra duduk di samping zia, yang sedang santai di teras belakang rumah samping kolam renang,
''mbk zia ngapain disini, ini sudah malam angin malam tidak bagus untuk kesehatan mbk zia, lekas masuk gih mbk, zahra menyuruh zia segera masuk,
''ya.. sudah mbk masuk dulu, kamu juga masuk bentar lagi suami kita pulang kamu makanlah dulu dengan nya,
''kenapa mbk zia tidak makan bersama kami, tanya zahra,
''tidak apa apa, aku lagi pengen makan di kamar aja, kalau begitu aku masuk dulu ya,
'' ya..silahkan mbk,
zia beranjak dari tempat duduk nya, meninggalkan zahra yang masih betah duduk di teras belakang,
'zahra mengamati tempat sekitar di mana ia duduk, melihat lurus ke depan,
''heemm.. tampaknya tempat ini masih banyak ruang yang kosong, terasa hambar di pandangan,
zahra betniat akan memanfa'at kan ruang kosong tersebut dengan menanam beberapa tanaman bunga'
seperti rumah impiannya,
sebaiknya aku minta izin dulu sama yang punya rumah,
''tiba tiba, rima datang mengagetkan zahra yang sedang asik dengan pikirannya,
''nona, ma'af jika saya mengganggu,,
soalnya tuan sudah datang, sekarang masih di kamar atas untuk mandi, sebaiknya nona bersiap untuk makan malam sebentar lagi
''aku sudah siap dari tadi rima...
bahkan sedari, setelah ijab qobul, batin zahra...
''iya..ayok kita masuk..ajak zahra
sa'at zahra sampai di meja makan, rupanya ega juga baru tiba,
'' ega duduk di tempat biasa nya, di susul zahra yang duduk di dua kursi lebih jauh dari tempat ega duduk,
__ADS_1
''kenapa dia duduk disana, batin ega,
lalu ega berdiri dan mengser tempat duduk di sebelahnya,
''tolong pindah tempat duduk mu di sini,
perintah ega, namun tetap dingin dan datar,
''zahra hanya diam, lalu berdiri dari tempat duduk nya tadi, dan pindah di kursi yang telah di geser oleh tuan suami yang dingin itu,
zahra mengbil piring dan mengisi dengan makanan yang sudah tersedia di meja makan untuk dirinya sendiri,
''ambil kan juga untukku, ega menyodorkan piring nya yang masih kosong,
''haah...
zahra hanya diam, dan mengambil piring yang di sodorksn tuan suami, untuk di isi dengan makanan,
lalu mereka menikmati makanan nya dengan diam,
zahra menyodorkan gelas yang ia isi dengan air putih untuk tuan suami,
''em.. tuan saya melihat taman belakang dekat kolam renang, masih banyak yang kosong, saya minta izin bolehkah saya menanami nya dengan berbagai jenis tanaman bunga dan yang lainya,
'' menghentikan aktivitasnya,
terserah kamu, lakukan jika kamu suka,
''terimakasih tuan, saya berjanji akan membuat taman yang indah dan merawatnya,
''kenapa dia masih memanggilku tuan, bukankah dia sudah berjanji hari itu, untuk mengganti panggilannya padaku,
aku sudah selesai, aku akan ke ruang kerjaku bisakah kamu mebuatkan ku kopi,
'zahra berdiri,
''ya tuan segera saya buatkan. dan akan saya antarkan ke ruangan anda,
ega pun segera naik ke lantai dua ruang kerjanya, setelah pernikahanya ini adalah kali pertama ega' bicara sedikit lebih banyak dengan istri mudanya itu,
sedang zahra lanjut membuat secangkir kopi untuk tuan suami nya yang dingin,
lalu zahra membawa kopi tersebut ke ruangan suaminya,
''tok..tok..tok..
zahra mengetuk pintu ruang kerja tuan suaminya, itu
''masuk,, ega menyahut dari dalam,
''zahra masuk membawa secangkir kopi panas,
''ini kopinya tuan
''letak saja di meja, dan jangan memanggilku tuan lagi aku bukan tuan mu,
''iya.. ma'af,,
''dan satu lagi mulai sekarang jangan mengunci pintu kamarmu,
__ADS_1
''iya..
''bagus sekarang tidurlah jangan menungguku,
zahra keluar dari ruang kerja tuan suaminya itu.
''maksudnya apa tadi jangan mengunci pintu dan jangan menungguku,
apa dia akan tidur di kamarku maksudnya,
''zahra masuk kedalam kamarnya ia hendak mengunci pintu kamarnya namun zahra ingat dengan perkata'an tuan suami nya, jangan mengunci pintu kamar,,
'zahra pun urung mengunci pintu mamanya, dan dia lanjut masuk ke kamar mandi, menggosok giginya. dan mengganti pakaian nya dengan gaun tidur bertali sepageti dan panjang nya selutut,
warna merah marun,, yang kontras dengan kulitnya yang putih mulus, makin menambah kesan se*si pemakainya,
setelah itu zahra berbaring santai di atas tempat tidur sambil memainkan poncel pintarnya,
zahra menoleh kembali ke arah pintu kamarnya yang tidak terkunci,
pikiran zahra masih berkelana, teringat perkata'an tuan suami sebentar tadi,
''apa dia benar benar ingin tidur disini malam ini, kalau benar itu berarti akan menjadi malam panjang untuku,
kata orang akan sakit nantinya, tapi.....
entah lah...
''zahra tertidur dengan gaunnya yang sedikit tersingkap ke atas memperlihatkan kulit pahanya yang mulus
dan tangannya yang masih memegang poncelnya,
zam sudah menujukkan pukul satu dini hari, benar saja ega si tuan suami, memasuki kamar istri mudanya itu
'sa'at pintu terbuka ega tertegun melihat pemandangan di depan matanya yang menggoda iman ega' menelan salivanya dengan susah payah,
''kenapa dia tidak memakai selimut apa dia sengaja menggodaku,
ega duduk di tepian tempat tidur, menarik selimut dan menutupi tubuh istrinya, di pandangi wajah cantik istri mudanya itu, ega myingkap sebagian rambut yang menutupi wajah cantik istrinya,
membelai dengan lembut pipi istrinya itu, ada rasa yang berbeda sa'at ega bersama zahra, seperti ada desiran aneh yang menjalar keseluruh tubuhnya,
rasa itu sungguh berbeda sa'at ega bersama zia,...
rasanya biasa saja, hampa...
ega melakukannya hanya karna kewajiban dan tanggung jawabnya menafkahi lahir dan batin istri pertamanya itu,
''ega mematikan saklar lampu dan menggantinya dengan lampu tidur yang ada di atas nakas,
dan ikut serta masuk kedalam selimut yang istrinya pakai, memeluk tubuh itrinya dengan hangat,,
di pandangi wajah cantik istrinya itu dan memcium bibir istrinya dengan penuh kelembutan,
dalam waktu sekejap ega pun tertidur sambil memeluk tubuh istri yang sangat ia cintai,,,
author tidak pandai berkata kata, hanya bisa mengucapkan terimakasih untuk kalian yang selalu setia mendukung karya receh author ini
bersambung
__ADS_1