AKU JUGA ISTRIMU

AKU JUGA ISTRIMU
menangis dalam diam


__ADS_3

''pagi hari kediaman, airlangga wirayudha,


zahra membuka pintu kamarnya, dia kembali berpapasan dengan tuan suami yang juga baru keluar dari ruang kerjanya, seperti biasa zahra hendak menyapa, namun si tuan suami hanya melewatinya, tanpa memperdulikan zahra, dan masuk ke kamar zia istri pertamanya,


zahra hanya diam dan meneruskan langkah kakinya menuju dapur untuk membuat sarapan,


''di kamar zia' tengah menyiap kan semua keperluan suaminya, ega' keluar dari kamar mandi,


''bajuku mana zi' tanya ega' pada istri pertamanya itu,


''sudah ku siapkan di tempat biasanya,


jawab zia' ega mengganti bajunya dengan,setelan kantornya,


''dasiku mana zi'


zia menghampiri suaminya dan memasangkan dasi ke leher suaminya,


''ga' semalam kamu tidur di mana apa, kamu tidur di ruang kerjamu lagi, kapan kamu akan tidur di kamar zahra,


tanya zia,


''apa kamu sudah siap. tanya balik ega'


''aku sudah siap, dari awal aku sudah siap, meski kamu tidak tidur di kamar zahra, kamu juga jarang tidur dengan ku, jadi apa bedanya,


''baik lah nanti ku pikirkan, ini semua pilihanmu dan semoga kamu bahagia dengan pilihanmu ini zi'


ucap ega'


''ga kenapa kulihat sikapmu dingin terhadap zahra,


tanya zia'


''lalu kamu mau aku bersikap seperti apa. terhadap madumu itu, ega' mendekatkan wajahnya ke telinga zia, seakan hendak berbisik,


apa kamu sudah siap jika aku bersikap romantis di depanmu dengan madumu itu, jika kamu tidak siap maka jangan meminta lebih dari ini, biar kan seperti ini,


ini akan lebih baik untukmu,


setelah bicara seperti itu ega' langsung keluar dari kamarnya dan zia'


''hati zia seakan remuk redam, perkata'an suaminya itu seakan mengingat kan nya' bahwa dia tidak bisa melihat tatapan penuh cinta suaminya kepada istri mudanya itu,


zia, juga ikut keluar menyusul suaminya menuju ruang makan, disana juga sidaj ada zahra,


ega hanya diam. tanpa berkata apa apa,


zahra pun sama,


zia' berjalan menghampiri mereka berdua,

__ADS_1


''selamat pagi ra'


kamu masak lagi' pagi ini kamu masak apa, kelihatannya enak, semalam aku sampai nambah, jika setiap hari seperti ini bisa naik berat badanku ra'


''cuma masak nasi goreng mbk, sambil tersenyum zahra menjawab,


zahra mengambil piring suaminya berniat untuk mengambil kan nasi suaminya itu, namun ega' mengangkat tangan nya dan,


''tidak usah, biar zia yang melakukan, tolak ega'


hati zahra mencelos, namun zahra berusaha bersikap biasa dan mencoba memahami keada'an zia,


hampir seminggu sikap suaminya itu dingin seperti sekarang,


namun tidak untuk zia, sikap suaminya itu tetap hangat dan sering tersenyum, walau tak pernah menujuk kan kemesra'an di depan zahra, kucuali mencium keningnya, ega juga jarang sekali terlihat banyak bicara kepada istri pertamanya itu, bicara hanya seperlunya saja,


melihat sikap dingin suaminya kepada madunya itu, zia' sedikit merasa bersalah, sebab zia lah yang telah menarik zahra kedalam lingkar rumah tangganya,


zia juga mejanjikan kebahagia'an untuk zahra, sa'at memintanya menikahi suaminya itu,


jika suatu sa'at zahra menagih janji zia, terhadapnya bagai mana zia akan menjawabnya,


mereka bertiga menikmati sarapan itu hening tanpa suara hanya dentingan sendok garbu yang terdengar, larut dalam pikiran masing masing,


tiba tiba terdengar suara mama risa menyapa,


''selamat pagi. lagi sarapan apa kalian kelihatannya enak, tanya mama risa...


zahra langsung berdiri dan mempersilahkan mama mertuanya itu untuk duduk dan bergabung,


''tidak usah berdiri duduk lah sayang lanjut kan sarapan mu, mama hanya mampir kebetulan tadi lewat sini,


''mama sudah sarapan, tanya zahra,


kalau belum bergabunglah dengan kami,


ucap zahra lagi,


''mama sebetulnya sudah sarapan tadi di rumah, tapi melihat sepertinya enak nasi goreng ini, boleh deh mama gabung, sedikit saja, zahra mengambilkan piring untuk mama mertuanya itu,


''jangan tanggung nyobaknya mah, nanti mama ketagihan lho, ini masakan zahra,


rasanya enak, ucap zia'


''iya betul, kamu zi' ini enak, pinter juga kamu masak ra' ucap mama risa,


''biasa saja ma, sambil tersenyum zahra menjawab. mereka semua melanjutkan sarapan paginya dengan kehadiran mama risa yang ikut bergabung dengan mereka,


semua sudah selesai dengan sarapannya,


ega yang dari tadi hanya diam, pamit undur diri untuk pergi ke kantor,

__ADS_1


seperti biasa zia mengantar kepergian suaminya itu sampai depan teras rumah, zahra dan mama risa yang masih berada di mekan,


''kamu tidak ikut mengantar suamimu sayang, tanya mama risa, zahra hanya tersenyum menanggapi ucapan mama mertuanya itu,


akhirnya zahra juga pamit undur diri, kepada mama mertuanya itu untuk pergi ke butik, mereka jalan beiringan sampai di depan teras rumah zahra melihat ega tengah mencium kening istri pertamanya,


sontak zahra menghentikan langkah kakinya itu,


mama risa terenyuh melihat perubahan air muka menantu keduanya itu,


mama risa mencoba meng genggam tangan menantunya, mencoba menguatkan melalui genggaman tangan nya, mama risa tau betul apa yang di rasakan menantunya itu,


zahra melepas genggaman tangan mertuanya itu,


'aku pergi dulu ma. jahra mencium punggung tangan mama risa, dan pamit pada zia,


''mbk zia aku pergi dulu, zahra segera naik mobilnya, dan pergi,


ega pun sama, segera naik kedalam mobilnya, dan pergi,


mobil ega tepat di belakang mobil zahra, ega sengaja memperlambat laju mobilnya.


''ma'af kan aku zahra'


hatinya berdenyut nyeri, setiap kali melihat zahra melihatnya mencium kening istri pertamanya itu, dia juga ingin melakukan hal itu ke zahra, namun seolah ada batu besar menghalangi nya, mobil ega terus berada di belakang mobil zahra,


sampai sa'at di lampu merah mobil ega tepat berada di samping zahra.


namun zahra tidak menyadarinya, ega melihat zahra mengusap air matanya beberapa kali, sepertinya menangis dalam diam akan menjadi kebiasa'an zahra kedepan nya,


ega juga terlihat mengusap air matanya,


pria tampan itu tidak pernah sekalipun terlihat menangis,


entah kenapa pagi ini air matanya lolos tanpa di minta dan tak bisa di cegah, hatinya benar benar sakit melihat zahra menangis, ega terus mengikuti arah laju mobil istri keduanya itu, sampai di depan butik namun. zahra tak kunjung keluar dari mobilnya, zahra terlihat memeluk setir mobilnya dan bahunya bergetar,


ega pun tidak sadar dimana dia memakirkan mobilnya,


ya.. ega' memakirkan mobilnya tepat di depan restoran ayu, dan itu tak luput dari pandangan mata ayu,


ayu terus memperhatikan mobil ega yang terus mengawasi zahra dari jauh,


''kenapa ega' seakan mengawasi zahra


dalam diam,


ayu terus berfikir apa yang terjadi sebenarnya, dengan rumah tangga sahabatnya itu,


terus dukung karya receh author, dengan memberikan like dan vote, saran dan kritik sangat author hargai


terimakasi untuk pembacaku yang setia memantau kisah rumah tangga bang ega,

__ADS_1


berspambung


__ADS_2