
begitu sampai di rumah sakit zahra langsung menuju ruang oprasi, karna tadi adam sempat menghubungi nya,, sambil menanya kan prihal putrinya yang dari semalam harap harap cemas zahra menunggu di luar ruang oprasi, tak berapa lama,, adam keluar dari ruang oprasi,
''mas adam bagai mana dengan mbak zia, tanyazahra, dengan nada sedikit cemas,
adam mengembangkan senyum di bibir nya,,
''zia dan bayi kami baik baik saja dan bayinya sehat,, terang adam,, zahra bernafas lega, setelah tadi sempat panik dan cemas,,
''ra kamu tunggu di sini dulu, ya,, takut kalau ada apa apa.. aku akan coba menghubungi orang tuaku dan mertuaku, ucap adam,
''silah kan mas, biar aku saja yang di sini, zahra juga terlihat sedang menghubungi mama risa dan jiga suaminya ega''
tak nerapa lama kemudian perawat keluar dengan mendorong ranjang rumah sakit zia,, terlihat zia mengembangkan senyum nya lemah,,
''zahra mengekor di belakang nya mengikuti perawat yang membawa zia ke ruang rawat vip,
setelah sampai di ruang rawat zia perawat meninggal kan zia' dan zahra,,
''suster sebentar di mana baby nya, tanya zahra kala tidak melihat bayi nya zia''
''baby nya sebentar menyul nyonya, masih di beri perawatan sebelum di bawa kesini,, terang suster sebelum pergi,,
zahra tersenyum ke arah zia''
''mbak zia'' selamat aku turut bahagia,, uap zahra,,
''terima kasih ra' aku bahagia sekali, aku tidak pernah menyangka, bisa memberikan penerus untuk suamiku,, ucap zia sambil menitis kan air matanya,,
''sudah air matanya,, sekarang makan dulu biar cepat pih tenaganya,, aku sudah bawakan dari rumah,, aku suapin ya,, zahra mengambil makanan yang ia bawa dari rumah tadi,, adam datang setelah selesai menghubungi anggota keluarga yang lain nya
''mas adam makan dulu, ini aku bawa dari rumah,, mbak zia biar aku yang suapin, adam menjatuh kan tubuhnya di kursi sofa
''terima kasih ra'' kami selalu merepot kan mu,, ucap nya sambil mengambil makanan yang zahr bawa,,
__ADS_1
zia makan di suapi zahra adam makan dengan tenang,, tak lama kemudian setelah selesai zia makan perawat datang membawa baby juna dalam gendongan nya,,
dan meletak kan ke bok bayi di samping zia''
''sus boleh aku menggendong nya,,
suster tersenyum dan memberikan baby juna kepada zahra,,
''lucu sekali dia,, nama nya siapa mbak,, tanya zahra ke zia''
''arjuna mahendra'' ucap zia pelan
''baby juna,, panggil zahra sambil mengusap pipi lembut baby juna,,
''ra' anak anak di rumah sama siapa, tanya zia kuatir,,
''tenang aja mbak di rumah, ada banyak pengasuh, zahra mengambil poncel nya dan memperlihat kan aktivitas anak anak di rumah,, zia tersenyum, hatinya sedikit merasa lega meninggal kan putrinya ke tangan yang tepat,, kala seluruh keluarganya sedang di luar negri dan tidak bisa menemani zia di rumah sakit,,
''mama risa juga sebentar lagi pasti kesini. aku sudah mengabarinya sejak semalam,, pagi ini mama masih ada sedikit urusan,, ega'' juga mungkin nanti setelah makan siang dia baru bisa kesini mbak,, terang zahra,,
tak lama kemudian mama risa datang dengan membawa buah di tangan nya,, bibir nya mengembang sempurna membentuk senyuman,, zia pun sama, menyambut kedatangan mantan mertuanya dengan senyuman,,
''sayang selamat, mama turut bahagia,, dengan kelahiran bayimu ucap mama risa haru sambil mencium kening mantan menantunya itu,,
''teramakasih ma'' adam juga menatap haru intraksi istrinya dan mantan mertuanya,
'' lucu sekali bayimu zia'' siapa namanya,, tanya mama risa,,
''arjuna ma'' jawab zahra cepat, mama risa melihat zia kembali dan tersenyum,, nama nya arjuna sudah bisa di pastikan bayi zia laki laki,,
''sayang mama benar benar bersukur untuk mu,, bagi sebagian orang apa lagi orang kaya, bayi lelaki di anggap bayi yang bisa meneruskan nama besar keluarga hingga ke turunnan nya kelak,,
'' mama risa melihat rantang makanan di atas meja, pasti zia dan adam sudah makan,,
__ADS_1
''kamu mau buah zi'' mama tadi hanya bawa buah,, zahra tadi bilang dia sudah bawa makanan untuk kalian,,
ini ada yang mama bawa dari rumah dan sudah di bersihkan tinggal makan,, ada salad buah juga kamu mau yang mana,, tanya mama risa telaten,,
''aku mau buah nya aja ma'' ucap zia,,
mama risa memberikan kotak berisi buah sudah di potong, zia memakan nya perlahan, tampak seperti ibu dan anak sedang bersama zahra tampak seperti adik dan kakak,, orang tidak akan pernah menyangka bahwa mereka adalah mantan mertua dan madu untuk zia''
''cukup lama mereka mengobrol dan berbincang,, baby juna lelap dalam gendongan mama risa setelah tadi zia memberikan asi nya,,
ega datang, masih dengan setelan kantornya,, karna ega baru saja makan siang dan miting bersama klien nya,, lalu sekalian ke rumah sakit melihat zia dan bayinya,,
''ega datang dengan mebawa makan siang untuk semua orang,, pasti semua belum makan siang,,
''ga'' kenapa repot repot, aku bisa turun membelinya ucap adam yang merasa tidak enak hati,,
''santai saja dam'' tidak repot kok,, aku tadi miting di restoran,, sekalian aku bungkusin buat kalian semua,,
makan lah dam'' selagi masih hangat,, ucap ega sambil meletak kan makanan di meja,,
''oh..ya.. selamat ya..dam'' zia'' aku turut bahagia,, ucap ega lagi,, zia tersenyum,, nyatanya hatinya tersenyum miris melihat pria yang masih bertahta di hatinya,, dia melahirkan bayi laki laki bukan untuk nya tapi untuk pria lain,, yang coba zia cintai sa'at ini,, selama ini zia baik baik saja dengan perasa'an nya tiada siapa yang tau, itulah zia yang bisa menutupi semua perasa'an nya,,
''namanya ajuna lang bisik zahra di telinga suaminya,,
''waaahh...? hebat kamu zi'' baby boy,, seru ega,, sambil mengepal kan tangan nya dan menujuk kan jempol nya,,
''lagi lagi hati zia berdenyut nyeri,, zia segera mengalihkan pandangan nya menatap pria yang kini menjadi suaminya, sekaligus ayah dari bayinya,, lalu tersenyum,, adam balik tersenyum ke arah istrinya,,
''baby nya lucu sekali sayang,, jadi pengen punya bayi lagi aku ucap ega yang mendapat pukulan di lengan nya tiba tiba,,
''kamu yang hamil,, ucap zahra,,
''kok aku'' ya kamu lah yang hamil,, aku yang bikin,, ucap nya tak tau malu,,
__ADS_1
''sudah cukup tiga anak mu ga'' sekarang nikmatin aja proses nya, bikin anak aja setiap hari tapi jangan sampai jadi,, ucap adam menimpali pembicara'an ega dan zahra,,
''betul yang adam'' bilang tiga anak cukup, nanti kalau nambah lagi habis waktu istrimu untuk anak anak mu,, kalau zahra capek bisa mengurangi jatah mu di waktu malam,, ucap mama risa membuat ega menggaruk tengkuk nya,,