AKU JUGA ISTRIMU

AKU JUGA ISTRIMU
dia juga istriku


__ADS_3

pagi ini nora dan rima berkemas mempersiap kan keperluan tuan mudanya,


di meja makan terlihat zia sama u suaminya ega tengah menik mati sarapan nya, setelah selesai sarapan


ega menyempat ka diri bermain sebentar bersama putranya,


''nora ini apa, zia melihat tas dan perlengkapan baby lio dan lain nya,


''ini perlengkapan tuan muda lio' nyonya, ucap nora jujur,


''emang nya anak bunda ini mau kemana sih, mau kerumah oma' ya...zia berfikir mama mertuanya mau menjemput lio' dan membawa ke rumah nya, karna memang biasa nya seperti itu,


''bukan nyonya, nona zahara mau memhawa tuan muda lio' ke buatik bersama nya, bersama'an


zahra menuruni tangga dari atas,


''zahra kamu mau membawa lio' ke


butik bersama mu, tanya zia sa'at zahra sudah sampai di bawah,


''iya mbak, aku biar lebih tenang dan tidak kepikiran, zahra bicara sambil tersenyum,


''tapi ra' apa kamu tidak sibuk di butik, biasanya juga kamu pulang sa'at makan siang..sekarang kena...ucapan zia menggantung, sa'at ega menarik lengan zia dan menatap nya tajam,


''lepaskan zia menepis tangan suaminya kasar,


''rima, nora, ayuk kita berangkat sekarang,,


rima dan nora melanhkah di depan zahra, mereka sudah menaiki mobil zahra, sudah siap untuk segera berangkat,


''nona sebentar, saya mau turun dulu, rima bersiap membuka pintu untuk turun,


''ada apa rima'' tanya zahra,


''ini nona tadi saya potong buah untuk tuan muda, lupa ketinggalan di meja makan, ucap rima sambil nyengir,


'' ya sudah biar saya, yang ambil,,, tunggu disini, zahra turun dari mobilnya,

__ADS_1


''tapi nona,,


zahra melangkah kan kakinya memasuki rumah kembali dan mengambil kotak taperwear berisi potongan buah, zahra menaiki tangga berniat kekamrnya karna ada sesuatu yang mau dia ambil,,, sa'at melewati kamar zia, terdengar suara ribut dari dalam, namun zahra tak menghiraukan nya dia tetap berjalan menuju kamarnya,


zahra tidak menutup, pintu kamarnya membuat suara ribut dari kamar zia terdengar sampai, di kamarnya,


''kenapa kamu tidak mau mengerti zi', berapa kali aku sudah bilang, jangan tanya zahra kenapa, ada apa, cukup kamu diam, biar kan zahra menata hatinya, nada bicara ega naik satu oktaf,,


''iya, aku tau, aku ngerti, tidak juga dengan membawa lio' kebutik, zahra di sana kan kerja, atau emang sengaja mau mejauhkan aku sama lio' begitu, hati zahra serasa ter iris mendengarnya, niat nya bukan seperti itu,,


''ya.. tuhaaan..ziaa'' ega menyugar rambut nya kasar,


''kamu tidak kasian sama aku ga' aku cuma ingin merawat anak kalian, selagi aku masih hidup, hanya itu,


kalau zahra membawa lio' ke butik setiap hari, lalu bagai mana dengan ku,


tujuan awal, aku menyuruhmu menikah kan karna memang aku pengen merawat anakmu, aku pengen bagai mana menjadi seorang ibu, bagai mana menjadi orang tua, dan sekarang kamu sudah punya anak, lalu kalian menjauh kan, anak kalian dengan ku, begitu,


kejadian kemarin memang aku yang salah, aku lalai, aku tledor, aku croboh, aku mau minta ma'af sama zahra kamu melarangnya,


''aku tidak tau harus ngomong apa zi', wanita yang kamu suruh menikah dengan ku dia manusia, punya hati, demi kamu aku sudah banyak menyakitinya,


dia bukan mesin pencetak anak, tapi dia juga istriku, mengertilah sedikit, sedikit saja zi' biar kan zahra menata hatinya, sebagai ibu kejadian kemarin sangat menghancurkan hatinya, nyawa putra zahra hampir melayang,, ega tidak tau harus, bagaimana memberi pengertian sama zia' disatu sisi dia kasian sama zia, disatu sisi dia sudah banyak menyakiti, zahra,


''melihat keada'an zia' sebenarnya ega tak tega,,


''di balik pintu zahra yang mendengar tuan suami yang membelanya, hatinya sedikut menghangat,


'zahra juga tidak tega melihat keada'an zia' madunya itu, sebenarnya sangat menyayangi putra nya,


zahra perlahan melangkah kan kakinya menuruni tangga, mengingat nora dan rima menunggunya di mobil,


'zahra menaiki mobilnya, dia menatap wajah putranya, tangan nya terulur membelai pipi lembut itu,


lalu perlahan zahra menjalankan mobilnya, zahra behenti di persimangan jalan, dan menepikan mobilnya,


''kenapa kita berhenti di dini nona, tanya rima heran, bukan nya mereka akan pergi ke butik,,,

__ADS_1


zahra menghela nafasnya kasar,


''rima, nora apa menurut kalian aku egois, dengan membawa lio' ke butik setiap, hari, aku cuma ingin memastikan keselamatan putraku itu saja,


zahra bertanya pada dua pengasuh putranya itu,,


''aku belum pernah menikah nona, sedang rima dia sudah menikah, tapi sudah janda juga, ucapnya membuat teman nya itu mendengus kesal,


''tapi kalu menurut ku, sebagai seorang ibu, wajar nona punya rasa khuwatir, apa lagi setelah kejadian tempo hari,, nora menyuarakan pendapat nya,


''menurutku ucapan nora benar, nona, anda tidak egois, nyonya zia juga tidak salah, karna memang ini musibah, dan musibah datangnya kapan aja, dan di mana saja tanpa kita tau, dan kita tidak pernah tau, di jalan, di rumah, di mana saja bisa terjadi, yang penting kita sudah berusaha menjaga melindungi, selanjutnya hanya tuhan yang tau, ma'af nona kalau saya bicara lancang, zahra manggut mangut kepalanya mendengar dan mencerna ucapan rima,


tak berapa lama mobil ega keluar dari kompleks perumahan elit itu, yang hanya ada beberapa saja dalam satu kompleks,,


zahra memutar kembali mobilnya menuju rumah,, membuat rima dan nora n


heran..


kenapa kita kembali lagi nona, tanya rima heran


''turun kan kembali semua barang lio' dan simpan di tempatnya semula, kita tidak jadi pergi, zahra turun dari mobilnya di ikuti rima dan nora,


''tunggu, aku percaya sama kalian berdua, jaga putraku baik baik, ingat selalu pesanku,, ucap zahra untuk kesekian kalinya rima dan nora mengaguk bersama'an,,


zahra tidak langsung naik ke atas menemui zia' dia tau mungkin madu nya itu masih menangis, zahra menuju dapur


''bik aku sangat lapar, ucapnya sambil memasuk kan roti kedalam panggangan,


''duduk saja nona biar saya yang buat roti bakarnya, zahra tersenyum sambil berjalan menuju meja makan,


selesai sarapan yang sudah telat, zahra beain dengan putranya,


''nora, rima ingat selalu tutup pintu yang menuju kolam renang itu, biarkan saja tertutup, zahra mengingat kembali bagai mana putranya berjalan menuju kolam renang, melalui cctv tempo hari,


mengingat cctv zahra punya ide....


jeng jeng...jangan di buli gengs, author masih amatiran, apa pun itu author sangat berterima kasih sama kalian semua, yang madih setia mengikuti cerita receh author ini,,

__ADS_1


__ADS_2