
''gaun sudah' ketring sudah' WO sudah' gedung sudah' undangan tinggal tiga puluh persen yang belum ke sebar,
'' istirahatlah zi' bisa kan di lanjut besok ini sudah malam'
''bentar ga' tanggung,
''jangan lupa minum obat mu zi' aku mau ke ruang kerjaku,
''ega mencium kening istri nya dan ber akhir di bibir,
''segera tidur tidak usah menungguku,
''heem...
'seperti itu lah ega' dari awal menikah hingga kini jarang sekali menemani zia' tidur' waktunya banyak dia gunakan di ruang kerjanya' tak jarang ega tidur di ruangngan itu,
zia sendiri sudah sangat hafal dan tau kebiasa'an suaminya itu, ega selalu menghujaninya dengan perhatia dan kasih sayangnya, keharmonisan itu tampak dari luar dan dalam, seperti seorang suami yang mencintai istrinya, nyatanya tidak, rasa sayang dan cinta itu berbeda
nyatanya bertahun tahun bersama tak menjamin sese orang bisa jatuh cinta,
buktinya rasa yang ega rasakan terhadap zahra, pertamakali melihatnya nyatanya rasa itu sudah tumbuh,
( love at the firts sight.)
cinta pandangan pertama kira kira seperti itu lah'
jadi rasa yang ega berikan terhadap zia' hanya rasa sayang terhadap sahabat, tidak lebih dari itu, terkesan jahat dan egois, tapi masalah hati tidak bisa di paksa dan di bohongi. ega sudah membiri tanggung jawab dan kuajibannya terhadap zia, tanggung jawab seorang suami kepada intrinya, lahir maupun batinnya, semua sudah tertunai dengan sempurna,
******
'zia menggeliat dari tidurnya
'-jam berapa ini,
'zia meliahat jam yang tergantung di' dinding kamarnya
jam menujuk kan hampir jam sembilan,
''ya... tuhan sudah siang kenapa ega tidak membangun kan ku' sepertinya aku sangat sibuk beberapa hari ini. aku sering tidur larut malam, al hasil jadi kesiangan,
zia segera masuk kekamar mandi' mengisi bak mandi dengan air hangat lalu menetes kan aroma lavender faforitnya, berendam sejenak menjernihka tubuh seta pikiran nya' yang akhir akhir ini tersita karna persiapan pernikahan kedua suaminya, siap gak siap zia harus siap tinggal hitungan hari zia akan berbagi suami dengan wanita lain, sebenarnya sakit hati zia rapuh. tiga puluh menit kemudian zia selasai dengan ritual mandinya, hari ini zia ada janji dengan nadin kaka iparnya, melihat sudah berapa persen persiapan jelang hari H di gedung tempat pesta akan di adakan, zia keluar dari kamarnya lalu menuruni tangga, menuju meja makan, sekedar mengisi perutnya lalu bergegas pergi,
''pak kita kerumah kaka ku dulu ya,,
''baik nyonya,
'di perjalanan zia menghubungi suaminya,
'' halo zi' ada apa..
''ga' jangan lupa. hari ini kamu jemput zahra..
kalian belum beli cincin pernikahan untuk yang satu itu aku tidak bisa menghendel nya, aku mau kasi zahra kebebasan memilih cincin pernikahan nya. jangan lupa ga' tinggal kan pekerja'an mu sebentar, luangkan waktumu,
'' ya setelah makan siang akan ku jemput zahra,
*****
'baim kamu hendel miting siang ini. aku ada urusan.
''baik tuan
'' im sisa undangan sudah beres,
__ADS_1
''sudah tuan..
''bagus ikuti semua yang zia perintah kan..
''baik tuan..'' ini aneh tapi nyata istri pertama mepersiapkan pernikahan suaminya, batin baim'
'ega membawa mobilnya menuju butik calon istrinya pemilik hatinya, ada rasa grogi dan nervers karna ini.pertama kalinya ega akan pergi bersama zahra,
sebaiknya aku tlefon saja zahra suruh menunggu di luar,
zahra masih sibuk dengan jarum dan benang memasang beberapa kancing baju rancangannya, handfon zahra terlihat bergatar tanda ada panggilan masuk mintak di angkat,
''no siapa ini tiada nama, hallo selamat siang ada yang bisa di bantu,
''ega diam termangu mendengar suara lembut zahra hatinya langsung menghangat,
'' haah ada yang bisa di bantu, apa zahra tidak menyimpan no poncelku
''hallo zahra ini aku ega, persiapkan dirimu setengah jam lagi aku sampai,
''memangnya mau kemana
''kita akan membeli cincin pernikahan kita,
''oh.. ya..tut.tut..tut.. zahra memutus sambungan sepihak,
''hah.. oh..ya..itu saja dan memutus sambungan tanpa permisi
tiga puluh menit kemudian
zahra kuluar dari butiknya ,ega segera turun memutari mobil dan membukak pintu depan samping sopir, mempersilahkan pemilik hatinya masuk kedalam,
'' ra' ini sudah jam makan siang sebaiknya kita makan dulu,
''ega melirik zahra sekilas...
zahra hanya diam melihat kesamping cendela mobil..
tak lama kemudian mobil sudah sampai di restoran.
'' sudah sampai ra, ayok turun . zahra turun dari mobil, mengekor ega masuk kedalam restoran
''kenapa jalannya lambat sekali ra' ayok sini buruan..
''ya...
zahra hanya menjawab seperlunya saja,
sebenarnya zahra juga grogi namun zahra mencoba bersikap biasa terkesan cuek dan datar,
seorang pelan datang menghampiri tempat duduk mereka
''mau makan apa ra.
''terserah,
''hadooh.. dari tadi jawabnya terserah, batin ega'' ni orang kenapa irit bicara ya,.. kalau grogi nerves aku juga sama, emang dia pikir dia aja....
ya sudah..
saya pesen yang ini mbk ini, ini, sama ini,
mbk jus alpukat satu zahra menyela,
__ADS_1
'ega tersenyum...
''jusnya kasih dua mbk...
''sudah itu saja kalau begitu saya permisi..
''ya silahkan
'tiada pembicara'an diantara mereka, kuduanya sama sama diam,larut dalam pikiran masing masing.
tak lama pesana pun datang, mereka sama sama menik mati makanan masing masing,
sampai acara makan pun selesai, ega membayar tagihan restoran, zahra masih sama diam tanpa kata,
'' sudah selesai ra' ayok,
ega kembali.mengajak zahra kemobil dan menuju pusat perbelanja'an elit,
mobil ega' sudah sampai di parkiran mall tersebut,
'' ayok ra turun,
mereka jalan memasuki lif untuk. naik ke atas.
ting lif' ting pintu lif terbuka, ega berjalan menuju toko perhiasan, ega menoleh ke samping tiada zahra di samping nya, lalu eaga menoleh kebelakang, zahra masih tertinggal di belakang,
'ega menghpirinya,
''kenapa lama sekali jalan nya ra' ega meraih tangan zahra, dan menggandengnya, mereka berjalan bergandengan,
'seperti ini kah rasanya orang pacara, hati ega berdetak sangat kencang, rasanya seperti baru pertama kali kontak visik dengan seorang perempuan, meski sering melakukan kontak visik dangan zia' tapi ega tidak pernah merasakan rasa yang seperti ia rasakan sekarang' ega menatap zahra penuh cinta senyum di bibirnya tak pernah pudar. ega berhenti sejenak,
''tunggu ra''
''ada apa..
''kenapa rambutmu di ikat seperti ini ra'
zahra mengikat rambutnya tinggi ala kuncir kuda menampak kan leher putih mulus miliknya,
''ega melepas ikatan rambut zahra dan membiarkan rambut itu jatuh tergerai
''kenapa di lepas'' seru zahra
''nah.. biarkan begini saja jangan pernah mengikatnya seperti tadi,
''apa kah seperti ini rasanya pasangan yang posesif terhadap pasangan nya, tiba tiba hati
zahra menghangat, mendapat perlakuan posesif dari calon suaminya itu,
tanpa mereka sadari dari ta ada sepasang mata, yang meperhatikan kemesra'an ega dan zahra siapa lagi kalau bukan zia.
''kenapa rasanya sakit kak,
''zi dari awal kami sudah meperingatkan mu,
''iya aku tau aku merasa aku sanggup kak, tapi ini kenapa rasanya sakit, ega tidak pernah metapku seperti itu kak, tatapan nya ke aku biasa saja, kak nadin tau kemarin saat zahra sama mama fiting baju, mama risa sambil vedio col sama ega, dan berkali kali ega menolak baju yang zahra kenakan karna menurut ega terlalu se*si.
''dari mana kamu tau zi,
''ya..kemaren aku juga pas vedio col sama pagawai butik yang biasa ngelayanin aku, aku vedio col untuk melihat gaun pesananku. di situ pegawai itu bilang mama risa juga datang bersama seorang gadis, aku fikir aku ingin melihatnya, dan kusuruh pegawai itu mengarahkan camera ke arah zahra secara diam diam dan posisi pegawai itu tepat di belakang mama, ya dari situ aku melihat semuanya. bagai mana ega, sangat posesif, sedang sama aku tidak pernah seposesif itu,
,ya kedepannya kamu harus banyak bersabar zi' kuatkan hatimu, inilah pilihanmu, ya ini resikonya berbagi suami, anggap saja mulai sekarang kamu harus siap ega bukan lagimilikmu seutuh nya,
__ADS_1