
mobil mewah ega mulai memasuki pintu gerbang rumah mewahnya, banyak nya pkerja'an membuatnya sedikit terlambat pulang' namun dia usahakan masih sempat makan malam dirumah,
begitu dia memasuki rumah matanya langsung mencari keberada'an istri tercintanya, hatinya langsung menghangat kala mendapati sosok yang di rindukannya sejak pagi tadi,
zahra masih sibuk menata hasil masakan nya di atas meja makan,
zahra sama sekali tidak menyadari bahwa gerak gerinya sedang di perhatikan,
ega melepas jas mahalnya dan meletak kan nya asal di kursi sofa, menggulung lengan kemeja putih nya hinga kesiku mengendurkan tali dasinya, benar benar terlihat tampan sempurna,
lalu ega mendekati istri mudanya itu, mode kulkas dua pintu sedang on''
''apa sebaiknya tuan tidak mandi dulu, jika tuan mau mandi aku siapkan air mandinya sekarang, tanya zahra takut takut kala melihat tuan suami sudah duduk.di kursinya bersiap menikmati makan malam nya,
''tidak usah aku sudah sangat lapar, apa kamu melarangku makan jika aku belum mandi, tanya ega usil, tapi madih dengan mode dingin nya,
''kenapa dia mode kulkasnya kembali on, tidak seperti semalam, apa mode hangat nya menyala hanya sa'at dia bercinta dengan ku saja, bukankah waktu malam pertama dia sangat dingin, saking dingin nya bahkan dia tidak bicara sepatah kata pun dengan ku hanya menyuruh ku diam dan menurut, batin zahra,
''kenapa malah diam tidak menjaw ku, tanya ega masih dingin,
''tidak tuan..? terserah tuan mau mandi atau tidak bukan urusan saya, jawab zahra tak kalah dingin,
''kenapa dia ikutan bicara dingin sih batin ega, tidak kah dia bisa bicara seperti tadi malu malu lembut dan megemaskan,
batin ega tersenyum kala mengingat zahranya bicara malu malu dan megmaskan,
jika aku be sikap dingin dia mengikutiku dingin, jika aku bersikap hangat dia ikut hangat dan menggemaskan, tapi aku malah takut tidak bisa mengontrol diriku,
tunggu tapi ini kan tidak ada zia, jika aku lepas kontrol zia tidak bisa melihatnya, ega benar benar bingun harus berbuat apa
''baiklah ambilkan aku nasi, ucap ega ke zahra,
'zahra berdiri dan melayani tuan suami di meja makan, mengambilkan nasi beserta kawan kawannya,
zahra dan ega makan. tanpa ada yang bersuara, sampai bunyi nada poncel milik ega memecah keheningan,
tertera nama zia di layar benda pipih itu,
ega menggeser tanda hijau yang ada di layar
''halo ga' sapa zia di sebrang telepon,
kamu di mana,
''aku di rumah zi, ini lagi makan malam sama zahra,?
kamu sendiri lagi ngapain' di sana,,
''aku juga baru. selesai makan malam ga'
__ADS_1
bersama kak nadin barusan,
jawab zia di balik telefon.
''kalau begitu cepatlah tidur dan istirahat zi' jangan lupa minum obatmu, ucap ega lembut, zahra yang mendengar tuan suaminya bicara lembut sama madunya itu, hati nya mencelos,
''kenapa dia tidak bisa bersikap seperi itu denganku, kenapa harus bersikap dingin batin zahra
''ega yang melihat zahra hanya memotong motong makanannya dengan sendok namun tidak memakan nya, ega tau zahra lagi tidak baik baik saja,
'' oleh sebab itu, dia segera menghahiri, panggilan nya bersama zia,
''kenapa tidak di makan nasi nya ra' ucap ega lembut,
''ini bungklon apa orang sebentar dingin sebentar lembut' ternyata selain kucing garong dia juga bisa jadi bunglon sikapnya plin plan banget sih, grutu zahra pelan,
''ngomong apa kamu ra'' tanya ega, zahra hanya diam tidak menjawab,
''kenapa tidak menjawab ra hem, tanya ega lagi selembut mungkin,
''sudah kenyang, jawab zahra ketus,
ega tersenyum tipis, benar benar zahranya ini menggemaskan,
''baiklah aku mau mandi siapkan air mandi ku sekarang,
''di kamar kita, jawab ega sambil berdiri, berlalu meninggal kan zahra sendirian di meja makan,
''zahra dengan langkah lesu, menyusul tuan suaminya menuju kamar rahasia,
sempainya di kamar itu ternyata tuan suaminya tidak ada di sana,
''di mana bunglon itu, kenapa tidak ada disini , batin zahra,
ah.. biarkan saja lebih baik aku siap kan saja air mandinya,
'zahra masuk ke kamar mandi, dan mengisi bak mandi dengan air hangat,
tiba tiba shower di atas zahra menyala, dan membuat zahra basah kuyup,
ternyata ega yang menyalakan nya,
''apa yang tuan lakukan , kenapa di nyalakan, saya jadi basah, grutu zahra.
kesal,
''ya kalau basah tingal mandi beres kan, ucap ega santai sambil membuka pakaiannya di depan zahra,
''tapi saya sudah mandi, jawab zahra masih kesal,
__ADS_1
''ya mandi lagi..? apa mau mandi bersamaku
ucap ega sambil menaik turun kan alisnya jail...?
tanpa busana ega memeluk zahra dari belakang,
''tuan lepaskan, zahra berusaha melepaskan diri dari rengkuhan suaminya,
''diam lah, jangan bergerak jika kamu terus bergerak kamu membangunkan yang di bawah, apa kamu tidak merasakan nya hem,, ucap ega lembut sambil mengendus leher jenjang istrinya, dan dengan sengaja menggesek gesek kan juniornya di bokong istrinya di bawah guyuran air,
''zahra yang merasakan itu semu, gelanyar aneh mulai merambat keseluruh tubuh nya,
''tuan pangil zahra,, dengan suara sedikit Parau...menahan sesuatu di tubuhnya...
''apa..hem..? mau mencobanya di sini iya' goda ega masih dengan menggesek gesek kan juniornya,,,
''ega membalik tubuh zahra supaya menghadap padanya, dan langsung menyergap bibir ranum istrinya,
satu persatu tangan nya melucuti pakaian zahra, dengan sekejap mereka sama sama polos, ega menuntun tangan zahra untuk menyentuh juniornya,
zahra benar benar merinding, sa'at tangannya memegang benda besar dan panjang itu,,
''omo... batin zahra, pantas saja hari itu dia membuatku kesuliatan berjalan, rupanya sebesar ini, dengan gerakan cepat zahra menarik tangannya,
''gimana ra' apa yang kamu rasakan, tanya ega sambil tersenyum jail,,
ega suka sekali melihat wajah istrinya merah seperti kepiting rebus,
''zahra mengalihkan pandangan nya tak ingin sang tuan suami melihat wajahnya yang ya merah nenahan malu,
tangan ega terus merambat kebagian depan istrinya hinga benda faforitnya, ega sedikit membalik badan istrinya, dan melahap bibir ranumnya,
zahra hanya bisa diam dan melenguh, menikmati sensasi, nikmat yang suaminya ciptakan, ciuman ega terus merambat kebawah menuju benda kenyal faforitnya, meremas dan menyesap nya,
dengan gerakan perlahan ega menaik kan satu kaki istrinya, dengan posisi berdiri ega perlahan mulai memasuk kan juniornya kedalam inti istrinya,
zahra mengalung kan kedua tangannya, ke leher tuan suaminya memeluk suaminya erat, suara laknat zahra terdengar begitu indah di telinga tuan suaminya,
zahra memejamkan matanya, ega terus memaju mundurkan pinggul nya, posisi berdiri sa'at bercinta benar banar membuat keduanya, terbang melayang ke langit kenikmatan, zahra seakan tidak kuat menahan bobot tubuhnya sa'at gelombang nikmat itu datang, ega yang menyadari tubuh istrinya bergetar
'' kita keluarin sama sama sayang, ucap ega lembut di telinga zahra, lagi lagi zahra tidak sadar tuan suaminya memanggilnya sayang,
lenguhan panjang keduanya tanda berakhirnya sesi bercinta suami istri itu di kamar mandi,
pagi pagi sedikit haredang puasa aman kan aman lah,, author nulinya semalam,
jangan lupa jempolnya
bersambung
__ADS_1