
hari pun berganti minggu, zia masih berusaha meyakin kan zahra, sebalik nya zahra masih kekeh dengan pendiriannya, kenapt
a harus suami orang dan jadi pelakor, bila yang singgle masih banyak yang mengantri, meski tidak di pungkiri sebenarnya zahra masih, ada rasa terhadap airlangga, zahra tidak mau menyakiti perasaan wanita itu, meski zia selalu meyakin kan zahra,
''pagi yang cerah, gadis cantik itu menikmati sarapannya, sepotong roti bakar dan segelas coklat hangat ke kesukaan nya, duduk di dekat jendela kamar lantai dua butik unta, seperti nya aku harus mengikuti saran dari siska, aku akan mem beli sebuah rumah, yang tidak terlalu besar untuk ku tempati, selain bisa dapat suasana baru, aku juga ingin menanam beberapa tanaman, bunga dan kawan kawan nya, haaaah... sepertinya akan.menyenangkan,
********
di lain tempat
mobil mewah milik ega. penguasa AW GROUP itu sedang membelah jalanan, sepertinya hari ini akan sangat sibuk sekali, ada miting di beberapa tempat, dengan klien klien nya, mobil ega sudah sampai di, tempat parkir khusus petinggi perusahaan itu, ega turun dari mobil nya. sang asisten baim sudah siap menyambut tuan nya, '' selamat pagi tuan, pagi im, '' tuan' tiga puluh menit lagi, kita ada miting dengan pak bayu, dari perusahaan mega jaya group, '' sudah siap semua im, sudah tuan, pak bayu sedang dalam perjalanan sepuluh menit lagi beliou akan segera tiba, ''
ega dan asisten nya berjalan ber iringan menuju lif khusus CEO AW GROUP,
''ting pintu lif tebuka,
terlihat sekertaris ega, sudah menunggu kedatangan bos beserta asisten nya itu,
''selamat pagi tuan, kita sebaiknya langsung masuk ke ruang miting. bak bayu dan asistennya baru saja sampai, belliou sudah menunggu, kehadiran tuan,
******
'' hari ini zia mengunjungi, butik zahra kembali, wanita itu tidak, menyerah meski berulangkali zahra menberi penolakan, akhir akhir ini wanita itu terlihat begitu stress. wajahnya terlihat pucat, namun zia tidak pernah menyerah,
'' zahra kenapa kamu begitu keras kepala, tidak kah ada rasa iba di hatimu untuk, wanita penyakitan ini, ku mohon zahra'
''apa jaminan nya.jika aku mau menikah dengan suami mbk zia,
'' akan aku pastikan kamu bahagia zahra,''
''maaf mbk aku juga bisa bahagia, meski aku tidak menikah dengan suami mbk zia, ku mohon ra, zia bersimpuh di lantai, di hadapan zahra, wanita itu sudah tidak punya cara lagi untuk. membujuk zahra, dia sampai rela merendahkan dirinya,
'' apa yang mbk zia lakukan, kenapa sampai seperti ini mbk, kumohon bangun lah, jangan seperti ini, jangan buat aku tidak enak hati,
'' tidak zahra aku akan tetap seperti ini sampai kamu menyetujui nya,
__ADS_1
cukup lama zia masih dengan posisinya, sampai zahra salah tingkah, tidak tau harus berbuat apa, sampai zahra teringat untuk memanggil sahabat nya zia, ayu'
' ayu datang dan membantu zahra, membujuk zia,
'' zi' bangun lah jangan seperti ini, kumohon zi' ingat kesehatan mu,
''zia menangis di pelukan ayu,
'' tolong aku yu, bicara lah sama zahra, aku mohon,
'zahra ikut duduk dilantai, memeluk zia,
'' mbk zia dengarkan aku, jangan seperti ini, percayakan semua pada tuhan mbk, kenapa harus menyiksa diri, seperti ini,
'' tiada sahutan dari zia, wanita itu seperti tertidur, zahra menepuk nepuk pipi zia, namun zia tak kunjung merespon,
mbk ayu kok aku merasa sepertinya mbk zia, pingsan ya,
ayu segera melihat ke ada'an zia' yang berada di pelukan zahra,
ayu men coba mem bangun kan zia. namun masih sama zia sama sekali tidak merespon. ''mbk ayu, sebaik nya kita bawa ke rumah sakit saja, aku takut terjadi sesuatu,
'' baik lah cepat ra,,
zahra segera menyiapkan mobil, dan meminta pertolongan untuk membawa zia kerah sakit,
''mbk ayu tolong kabari suaminya, biar aku yang bawa kerumah sakit,
'' baik lah ra, kamu hati hati bawa mobil nya,
'' zahra sudah tiba di rumah sakit, zia masih di tangani di UGD, zahra menunggu, dengan cemas, tak lama kemudian orang tua zia datang, di susul ega di belakangnya, zahra sama sekali tak menyadari kedatangan ega di sana,
tapi tidak dengan ega,' dari dia mulai mendekati ruang UGD' mata elang ega' seakan sudah menangkap buruan nya, tapi ega hanya mampu diam tanpa bisa bicara,
'' dokter diana keluar dari ruang UGD , ega segara menghampiri, dokter diana, bagai mana ke adaan istri saya dok,
__ADS_1
''ega sudah ku bilang, jangan biarkan zia' stres, banyak pikiran, tubuh nya tidak mau merespon obat dengan baik, usahakan buat zia selalu bahagia, '' baik lah dok saya mengerti,
'' zia belum sadar, bentar lagi akan di pindah kan ke ruang VIP kalian semua bisa menunggunya di sana, mari saya permisi,
'' silahkan dok,
'' setelah mengetahui ke adaan zia' zahra segara pergi dari sana, tanpa ega sadari,
zahra pun tidak ingin bertemu dengan ega, entah lah, masih adakah rasa itu, kenyata'an nya hati zahra. mampu bergetar setelah menyadari kedatangan ega tadi,
tidak tidak' ini tidak boleh terjadi, dia suami arang,, ya.. tuhaaan..kenapa seperti ini,,
'' zia sudah di pindah kan di ruang VIP, ada kedua orang tua zia dan ega' di sana,
''ega tadi siapa yang membawa zia kerumah sakit,
'' tadi aku sempat melihat ada seorang gadis. di depan ruang UGD, pa,, potong mama Zia,
''lalu kemana gadis itu sekarang,
'' dia sudah pergi pa.. potong ega,
''kenapa kamu tidak mencegah nya ga' '' pa pa belum mengucapkan terimakasih, biarkan saja pa' nanti boar anak buahku yang mencari informasi tentang gadis itu, '' ya sudah segara temukan ga''
''sebaik nya mama sama papa, pulang saja nanti ega kabari jika zia' sudah siuman,
'' biarkan kami disini menemani zia, ga' kita tidak pernah tau sampai kapan zia bisa bertahan,
'' kita sama sama berdoa untuk kesembuhan zia' pa...'' semoga tidak ada apa apa,
'' ga bagai mana dengan ke inginan zia,
'' entah lah pa.. sebenarnya ega tidak sampai hati, tapi dokter bilang harus selalu buat zia bahagia, dan melupakan penyakitnya, dengan begitu, tubuh zia bisa merespon obat meski sedikit, tapi itu lebih baik, dari pada seperti sekarang ini.. kalau begitu, lakukan ga. carilah istri dan berikan zia anak.
'' ega tersenyum kecut, dan membuang arah pandang nya ke cendela,
__ADS_1
''sebenarnya aku tidak tega menyakiti zia, meski aku tidak mencintai nya. entah lah jujur hati ku sangat sulit untuk menikah lagi, untuk saat ini aku benar benar tidak bisa menyakiti zia, maaf kan aku zi' jika aku masih belum bisa menjadi suami yang baik, jerit batin ega
bersambung *****