AKU JUGA ISTRIMU

AKU JUGA ISTRIMU
kehadiranku tidak di inginkan


__ADS_3

mobil zahra sudah memasuki gerbang mansion mewah tuan suaminya,,


zahra memakirkan mobil kesayangan nya di antara mobil mobil tuan suaminya yang harganya selangit,


zahra keluar dari mobilnya dan melanhkahkan kakinya kedalam mension mewah tuan suaminya,


zia da ega,,,! tengah menikmati makan malamnya tidak menyadari kedatangan zahra,


lalu zahra meneruskan langkah kakinya menaiki anak tangga, dan menuju kamarnya


sedang zia seklebat seperti melihat kehadiran zahra,


''ega' apa benar zahra hamil, apa kamu tidak curiga, lihat lah perubahan zahra sekarang pipinya makin chabi, terus sekarang pagi siang malam sukanya pakai hodi kedodoran, kalau benar zahra hamil kenapa tidak memberitau kita ga''


sambil meletak kan piring kosongnya zia' berkata,


''entah lah zi' mungkin zahra hanya tambah gemuk saja, ucap ega sambil meletak kan gelas kosong di meja,,


''lalu bagai mana dengan kata kata mama tadi pagi, aku juga sempat baca di goole


memang katanya apa yang kamu alami itu namanya kehamilam simpatik, dimana suaminya yang mengalami mual dan muntah, sedang zahra biasa aja, tidak mengalami nya, terang zia' ega terlihat perpikir sejenak, istri mudanya itu memang akhi akhir ini berusaha menghindarinya,


ega' berdiri dari duduk nya tanpa bicara meninggalkan zia seorang diridi meja makan,, dan berjalan menuju ruang keluarga dan menyalakan tv, zia' mengekor di belakangnya sambil membawa potongan buah segar,,


zahra terlihat sedang menuruni anak tangga sambil membawa botol minum kosong, zahra melirik sekilas zia' yang sedang bergelayut manja di lengan suaminya itu sambil makan buah,,


zahra meneruskan langkah kakinya menuju dapur, untuk mengisi botol air minumnya yang kosong, dan tidak memperdulikan pasangan suami istri yang duduk nonoton tv di ruang keluarga,


''nona sudah makan, tanya rima, ma'af tadi saya tidak melihat anda datang, ucapnya lagi,,


''tidak apa apa rima, aku sudah makan, dan tolong isikan botol air minumku dengan air, zahra membuka kukas dan mencari buas segar,


rima sekalian potongin buah dan bawakan kekamarku, aku makan di kamar saja,,


sambil berjalan meninggalkan rima hendak menuju kamar nya,


sa'at meelawati ruang keluarga, zia melihat zahra dan memanggilnya


''zahra, sini duduk dan bergabung lah dengan kita, zia bangun dari duduk nya dan berjalan menghampiri zahra dan menarik lengan zahra, dan membawanya duduk di kursi sofa ruang tamu, namun zahra tak lekas duduk,


zahra menatap tuan suaminya yang, fokus dengan nontonnya tanpa memperdulikan kehadiran zahra,


''duduk lah ra' kita hampir tidak pernah duduk dan ngobrol bertiga seperti ini,


zahra melihat madunya itu sekilas dan tersenyum, tatapan nya kembali ke tuan suaminya,


''ma'af mbk sepertinya aku tidak bisa bergabung dengan kalian, sepertinya kehadiranku tidak di inginkan,, lalu zahra pergi meninggalkan pasangan suami istri itu,


tak berapa lama pun ega juga meninggal kan zia' dan pergi menuju ruang kerjanya,

__ADS_1


sebelum pergi ega masih sempat,


menyuruh zia untuk srgera naik ke atas dan tidur dan jangan lupa minum obatnya,,


ega terus memikirkan zahra, benarkah istrinya itu tengah hamil sa'at ini,, kata kata mama risa dan istri pertamanya terus menguasai pikirannya sa'at ini,,


''apa yang harus ku lakukan, untuk mengetahui zahra hamil atau tidak, ega berjalan menuju kamar zahra, sa'at membuka pintu kamar zahra ega' melohat istrinya itu, tertidur dengan potongan buah yang masih di tangannya,


ega memgambil potongan buah yang berada di tangan zahra dan meletakkan kembali di piring yang berada di atas nakas,,


''ega menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya, ega menatapnya lekat dan dalam,, pandangan tertuju di perut zahra yang terlihat mulai membuncit di balik piyama tidurnya,


ega mengusap perut zahra dan menyingkap piyama tidurnya keatas,


perut yang mulai membuncit itu terpampang nyata,


ega membelainya dengan lembut, sayang nya ega' tidak bisa membedakan perut wanita hamil, yang ega lihat istrinya itu sedikit aga gendutan pipinya semakin chabi, dadanya semakin padat berisi,


perut ega kembali bergejolak seperti mau muntah,, dengan langkah cepat ega masuk kekamar mandi, sesampainya di kamat mandi ega tidak jadi muntah hanya mual mual saja, lalu ega membasuh wajahnya, dan melihat pantulan dironya di cermin...


''kenapa rasa mual ini tak kunjung hilang padahal dokter sudah memberiku obat untuk mengurangi rasa mual, ega keluar dari kamar mandi dan duduk kembali di tepi ranjang,


entah kenapa tiba tiba tangannya terulur dan membuka laci meja nakas, matanya menangkap sebuah tespac yang masih bersegel,,


ega mengambil tespac itu dan memasuk kan nya kedalam saku celananya,


''besok pagi ega akan menyuruh zahra untuk menggunakan alat itu pengetes kehamilan itu pikirnya,


pagi ini ega memngeluarkan semua isi perutnya, rutintas paginya semenjak zahra hamil, wajah tampannya terlihat pucat, dan badan kekarnya sampai lemas,


matanya merah menyala, ega teringat dengan benda yang di dapatnya dari laci meja nakas kamar zahra,,


ega berjalan menunu kamar zahra dan membuka pintu kamar zahra dengan kasar,


zahra yang baru saja mbuka mata terlojak kaget


'ega' menyingtkap selimut zahra dengan kasar,


''bangun pakai ini sekarang,,


ega mengeluarkan tespac dari saku celananya,


zahra masih terlihat santai dia bangun sambil mencepol rambut nya asal,


'ega menarik tangan zahra dan membawanya kekamar mandi, zahra berusaha melepas tangan nya,


''apa'an lepas ega masih berusaha membuat zahra memasuki kamar mandi,


''pakai ini sekarang, masukkan urinmu kesini, ega mengambil gelas minum yang ada di atas meja nakas,,

__ADS_1


''ya,, iangan tarik tarik sakit tau,, lagian ini kan gelas untuk minum, zahra masih terlihat santai dan mencoba menutupi kekuwatirannya,


''aku tidak perduli gelas apa itu, sekarang pakai ini cepatlah, ega berdiri di depan pintu,


''iya.. tapi tutuplah pintunya, zahra mendorong tubuh ega supaya keluar dari kamar mandi,


''aku tidak mau keluar, pakailah ini di depanku, ega melipat tangan nya di dada


''ya.. kalau begitu aku juga tidak mau,,


zahra pun sama melipat tangannya di dada,


ega melepaskan paksa baju atasan piyama zahra, menyisakan bra berenda berwarna merah maroon,, yang seakan kekecilan dan memebuat isi bra itu seperti mau tumpah,


''apa yang anda lakukan, zahra berteriak histeris, membuat zia yang kebetulan lewat pun mencoba melihat dari balik pintu yang tidak tertutup sempurna,,


namun perlahan zia melangkah kan kakinya masuk kekamar zahra dan melihat apa apa yang terjadi,


'zia milihat suaminya itu mencoba melucuti pakaian madunya, dengan zahra yang berusaha memberontak,


''cepat zahra pakai ini di hadapanku sekarang, atau aku akan menyeretmu ke dokter, tangan ega berusaha melepas celana piyama zahra, dengan sekuat tenaga zahra menghalanginya, dan tanpa sadar zahra telah menampar pipi tuan suaminya itu,,


''apa yang kamu lakukan, ega' memegangi pipinya yang terasa panas terkena tamparan tangan zahra,


ega perlahan mendekati zahra. dengan perlahan juga zahra bergerak mundur,


''hentikan, apa yang anda akan laklukan tuan airlangga wiraydha teriak zahra


jika anda tidak ingin saya semakin membenci anda ku mohon hentikan,, zahra tidak lagi bisa mundur karna dia sudah mentok di tembok, dengan dada bergemuruh naik turun zahra mencoba tetap tenang,


''apa yang kamu lakukan airlangga, suara mama risa mengaget kan ega' zahra' dan zia yang berdiri mematung di luar kamarandi,


sedang ega langsung tersadar jika sang mama sudah menyebut namanya dengan lengkap pasti sedang tidak baik baik saja,


zahra segera berlari di belakang mama mertuanya seakan mencari perlindungan,


melihat zahra yang setengah bugil zia berusaha mencari baju atasan untuk zahra dan mengenakan nya sambil memindai tubuh bagian perut dan pinggang dengan teliti,


mama riasa menghampiri putranya dan menamparnya dengan sangat keras, teruskan lakukan lah jika kamu ingin kehilangan kedunya,,,


''ambil poncel dan tasmu kita pergi kebutik sekarang,,


mama risa membawa zahra turun dan pergi kebutik dengan keada'an zahra belum mandi dan masih mengenakan piyama tidur,


zia kembali kekamarnya, sedang ega dengan pikiran yang masih kacau masih berdiri matung di kamar mandi kamar zahra,, perlahan berjalan menuju ke cermin dan meniju cermin itu sampai pecah,, darah segar pun mengalir dari sele sele jari ega....


'' apa yang aku lakukan kenapa aku jadi bodoh begini, sesal ega dan masih mengingat kalimat terahir mama nya tadi,, kehilangan keduanya, keduanya, keduanya,,,


gengs sudah seribu kata lebih, tetap dukung ya gengs part ini dada author ikutan sesak gengs, bagaimana dada kalian aman kan, komen ya gengs,,,

__ADS_1


bersambung


__ADS_2