AKU JUGA ISTRIMU

AKU JUGA ISTRIMU
kakak dan adik


__ADS_3

''sari terlihat panik, dan menghampiri zahra,


'sari ada apa,, tanya zahra..


''nona bisakah anda membujuk nyonya zia untuk segera minum obatnya, sedari tadi nyonya zia terus menangis dan sekarang badan nya mulai mengigil, saya kuathir nona, zahra segera naik ke atas menuju kamar madu nya, dengan membawa serta putranya lio'


''zia, terlihat meringkuk dki atas tempat tidurnya, perlahan zahra duduk di samping zia,


''lihat lah nak, bundamu bandel tidak mau meminum obatnya, bagai mana bisa menjagamu kalau bundamu lagi sakit,


zia yang mendengar suara zahra perlahan membuka matanya dan nedongak,


''zahra' ini kamu,, ucap zia terbata bata,


''iya ini aku, zahra mbak, dan ini putra kita lio' perlahan zia bangun dan duduk,,


''kenapa seperti ini, ada apa, zahra tidak tega melihat ke ada'an zia, baru sebentar sudah terlihat mengenaskan seperti ini batin zahra miris,


''zia hendak mengambil lio' dari pangkuan zahra, namun zahra menjauh kan nya,


''kenapa ra' aku ingin memeluk putraku,


ucapnya masih dengan airmata nya yang masih mengalir,


''pertama hapus dulu air mata mbak zia, kedua mbak zia harus makan dulu, ketiga minum obatnya, setelah itu empat, lima, enam, boleh bermain dengan lio sepuasnya,, zia mengembang kan senyum nya,


zia memeluk zahra erat,


''nora bawa lio bermain di bawah dulu, sari siap kan makan siang mbak zia' dan bawa kesini, nora membawa lio bermain di bawah sedang sari segera menjalan kan perintah zahra,


'mbak zia mandi saja ya biar tambah segar, zia mengaguk tersenyum tapi air matanya masih mengalir,


zahra menyiap kan air mandi madunya itu, zia perlahan bangun dan berjalan masuk ke kamar mandi, zahra menuggu zia di luar duduk di kursi sofa kamar zia, mengamati setiap sudut kamar madunya tidak begitu banyak barang tuan suaminya disana, hanya sedikit dan beberapa, zahra berjalan membuka lemari pakaian zia, dan mengambil baju ganti madunya itu, di lemari juga tidak terlalu banyak pakaian suaminya di sana,


setelah tiga puluh menit kemudian zia sudah selesai dengan ritual mandinya, zia keluar dengan mengenakan handuk yang melilit tubuh ringkih nya,


''zahra membantu madunya itu bersiap, zahra melihat tubuh zia yang kurus, hatinya sebagai wanita terenyuh,


''semoga kebahagia'an selalu menyertaimu mbk, dan semoga mbak zia kuat melawan sakit yang mbak zia derita, batin zahra benar benar terenyuh,


''duduk sini mbak, biar aku keringkan rambut mbak zia, mata zia kembali berkaca kaca,

__ADS_1


''sudah dong..nangis nya, lihat tu.. mata mbak zia merah mukanya sembab, hidung nya bengkak, kebanyakan nangis, dan cantik nya hilang, zia terkekeh pelan..


sari datang membawa nampan makan siang zia,


''sudah selesai mbak rambutnya, sudak kering, zahra duduk di depan zia lalu memoles, waja cantik zia dengan sedikit makeup,


''sekarang makan dulu, zahra mebawa zia duduk di kursi sofa


''mau di suapin, ucap zahra lagi,


''tidak usah ra aku bisa sendiri, zia mulai memakan makanan nya, zahra melihat nya dan tersenyum,


sebagai wanita zahra miris melihat, hidup madunya, cintanya bertepuk sebelah tangan, di tambah lagi dengan sakit yang di deritanya, dan juga harus merelakan suami yang di cintainya menikah dengan cinta pertamanya,


sebagai istri dan madu zahra merasa suami nya itu, tidak adil,, entah lah, hanya author yang tau,


''zia sudah selesai dengan makan nya, zahra lalu memberikan nampan lain berukuran lebih kecil, berisi obat dan air putih,


''ini obatnya, mbak di minum dulu, zia menghela nafasnya, kala setiap hari harus minum obat, perlahan zoa meminum obatnya,


''sudah mbak, kita turun sekarang, putramu sudah menunggu di bawah, ingin bermain sama bundanya, zahra tersenyum


''raaa''', terimakasih, kamu wanita baik, aku tidak salah pilih madu, zia memeluk zahra erat,


''aku janji akan lebih hati hati, menjaga dan merawat putra kita, ma'af kan aku atas kejadian tempo hari,


zahra menghapus air mata di pipi madunya itu,


''sudah, lupakan, tidak usah di pikirkan, sekarang fikirkan kesehatan mbak zia, lio ingin bundanya sehat dan bermain bersama nya, zia tersenyum, lalu keduanya keluar dari kamar zia, menghampiri putranya yang sudah menunggu di bawah,,


semua pelayan tersenyum melihat zia dan zahra, jarang ada madu seperti kakak dan adik nya,


''nona zahra memang, orang baik, sama seperti nyonya zia, semua pelayan pengaguk setuju, kedua istri tuan nya itu sama sama orang yang baik,


''mbak aku lanjut ke butik ya, aku tinggal lio di rumah, zia tersenyum pikiran nya benar banar mengagumi sosok madunya,


''sayang anak pinter, jangan nakal ya di rumah sama bunda, jangan buat bunda capek, zahra berpamitan sama putranya dan sedikit menasehatinya, meski putranya belum mengerti dan faham,


''nara, rima, aku pergi dulu,, kedua pengasuh putra nya itu mengaguk faham,


zahra membawa mobilnya, menuju gedung perkantoran di pusat kota,

__ADS_1


AIR WIRAYUDHA GROUP,


zahra mendatangi kantor tuan suaminya itu,


tidak ada orang di sana kebanyakan karyawan sedang makan siang,


sedang ega dan baim ada pertemuan dengan klien sambilakan siang, zahra duduk di kursi sofa ruang kerja tuan suaminya itu,


zahra menelisik ruang kerja tuan suaminya, semua barang yang ada di ruangan itu terlihat mahal dan berkelas, kesan mewah jelas terasa, zahra tau suaminya itu orang kaya, tapi zahra tidak pernah menik mati kekaya'an tuan suaminya, zahra bukan tipe wanita yang gila akan belanja, barang mewah dan bermerek, baginya menikmati hidup sederhana sudah sangat menyenangkan dan terasa nikmat, apa lagi hasil jerih payah sendiri,


zahra merasa haus, perlahan zahra keluar dari ruang kerja tuan suaminya. dan melangkah kan kakinya ke pantri, zahra lupa sebenarnya di dalam ruang kerja tuan suaminya itu terdapat kulkas, dia bisa mengambil minum disana kan,


zahra menyusuri lorong kantor tuan suaminya, dan bertemu kembali dengan vero,


''zahra em eh.. nona zahra anda di sini, tanya vero sedikit canggung,


''iya.. vero bisa tunjuk kan padaku dimana letak pantri, aku haus,,, ucap zahra,,


''oh,, sebaik nya nona kembali saja ke ruang pak bos, nanti biar saya suruh ob bagian pantri membawakan minum untuk anda.


oya,, nona apa bak bos sudah datang sepertinya tadi sedang keluar dengan pak baim, asisten pak bos, sepertinya ada miting di luar, ucap vero,


'iya, aku tau biarkan saja aku menunggunya di sini, zahra terseny lalu melangkah kan kakinya menuju ruang kerja tuan suaminya lagi,,,


''setelah meberitau ob bagian panteri, vero lanjut menghubungi baim,


baim mengerut kan dahinya,


''tumben istri muda pak bos datang ke kantor, miting sudah mau selesai sebentar lagi juga akan kembali ke kantor, baim tak lekas memberitau kan bosnya itu,


'tak berapa lama kemudian miting selesai, baim dan ega bersiap kembali ke kantor, di dalam mobil ega sedari tadi tidak lepas dari poncel pintarnya,


''tuan, di kantor ada nona zahra, beliau sedang menunggu di ruangan anda, ega, menghentikan aktivitas nya, dan memasuk kan ponselnya di saku celana bahan nya,


''dari mana kamu tau, apa dia menghubungimu, ega mencoba menghubungi, poncel zahra, namun zahra tidak mengangkat, panggilan ega,


''tadi bawahan saya menghubungi, saya tuan, nona zahra, sedang menunggu di ruangan anda, ega berfikir ada apa zahra mencarinya,


tiga puluh menit kemudian, mobil ega sudah sampai di, kantor


bersambung

__ADS_1


__ADS_2