
hari semakin sore zia membantu nora memakaikan baju setelah di mandikan oleh rima,,
''ra'' aku pulang dulu ya,, lio aku tinggal sama kalian,, di sini besok kalau tidak sibuk aku kesini lagi,, ucap zia sambil berkemas,, ega hanya duduk melihat layar benda pipih milik nya,,
''kamu gak mandi dulu ga'' ega hanya melihat sekilas ke arah zia'' dan kembali melihat layar benda pipih nya,,
''nanti.saja zi' biar yang lain mandi dulu,, ucap nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari.layar benda pipih milik nya itu,,
''zahra keluar membawa putranya yang sudah selesai di mandikan,,
''sini bunda cium dulu,, muah,, muah,, wanginya anak bunda,, ganteng wangi,, ucap zia,, sambil menciumi wajah putranya lio,,
''ra'' tadi aku bawa,, makanan banyakk, kalian makan ya,, suruh bibik, angetin dulu,, kalau kurang kalian beli lagi,, ya.. ucap zia memberi tau,,
-'mbak zia gak ikut nginep di sini,, zia menggeleng,,
''nanti saja aku nginep kalau kamu sudah lahiran,, lagian kalau aku ngenep sekarang rumah mu tidak akan cukup ra''... ucap zia lagi,,
''iya tunggu aku nabung dulu,, nanti aku beli rumah yang lebih besar lagi dari ini, jawab jahra,, zia' hanya tersenyum ,, sedang ega sedari tadi hanya melihat layar benda pipih nya,, mendengarkan obrolan zia' dan zahra,, tanpa ikut menimpalinya,,
zia melangkah kan kaki nya keluar dari rumah zahra,,
'di ikuti zahra di belakang nya,, di dalam mobil zia'' mengrim pesan kepada sega'
''selamat berjuang ga'' raih kembali cintamu,,
pesan zia sudah dua centang biru tanpa di balas oleh ega''
ega'' hanya tersenyum membaca pesan zia,,
''sayang aku mau mandi siap kan bajuku,, ucap nya di telinga zahra,, meski zahra tidak menjawab dan terkesan cuek,, namun zahra menyiap kan semua keperluan tuan suaminya,,
''tiga puluh menit kemudian,, ega selesai dengan ritual mandinya dan memasuki kamar zahra kembali,, hanya dengan mengenakan handuk yang melilit pinggang nya,, ega melepas handuk nya dan mengenakan pakaian nya di depan zahra,, mata zahra melotot kesal,,
''kenapa ganti baju di sini,, apa tidak bisa di kamar mandi,, omel zahra,, ega hanya cuek tidak memperdulikan ocehan istrinya,, dan melanjut kan memakai, bajunya,, zahra mendengus kesal dan ingin keluar dari kamarnya..
__ADS_1
''mau kemana, ega mencekal tangan istrinya,,
''keluar,, jawab nya ketus,,
''disini saja,, tidak usah keluar'' kita suami istri ra'' kenapa harus ada yang keluar sa'at ada yang ganti baju di antara kita,, ucap ega sambil mengenakan boxsernya,,
''zahra memaling kan wajah nya ke arah lain,, ega tersenyum melihat tingkah menggemas kan istri nya ini,,
''aku sudah selesai sayang,, sekarang kita keluar makan yuk,, aku sudah lapar,,
zahra keluar dari kamar nya di ikuti ega yang mengekor di belakang nya,,
''nora lio'' sudah makan, zahra melihat putranya yang sedang adik dengan mainan nya,,
''sudah nona,, tinggal minum susu saja,, ucap nora,,
''baik lah,, apa kalian semua sudah maka,, tanya zahra,,
''anda dan tuan makan lah dulu nona, kita nanti saja,, di rumah zahra ada dua pelayan bertugas membersih kan rumah zahra dan masak sedang yang dua lagi,, pengasuh putranya,, tadi zia'' melarang masak,, karna zia'' sudah membawanya dari rumah utama,,
''sudah lah nanti bisa pesan di gofood saja,, zahra melangkah kan kakinya menuju meja makan di mana tuan suami sudah menunggunya,,
''bik makanan nya disi semua apa masih ada lagi, tanya zahra,,
tapi ini lumayan banyak,, batin zahra,,
zahra mejatuk kan bokongnya di kursi meja makan di depan tuan suaminya,,
''sayang bisakah pindah duduk mu disini,, ucap ega lembut sambil menarik kursi di samping nya,, zahra hanya menoleh sekilas dan kembali cuek,,
''Raa'' ega' kembali bersuara,, lalu berjalan mendekati, istrinya dan...
''apa yang tuan laku kan,, zahra terpekik kaget sa'at ega mengakat tubuhnya,,
''duduk di sini diam dan tidak ada penolakan,, zahra mendengus kesal,, ega mengabil kan makanan untuk istrinya,,
__ADS_1
''kamu mau makan pakai apa, sayang,, ucapnya lembut,,
''tidak usah aku bisa ambil sendiri,, ucapnya masih ketus,, ega hanya tersenyum lalu mengisi piring nya dengan nasi dan kawan kawan nya,, zahra hanya makan sedikit,, karna masih merasa kenyang,,
suami istri itu menik mati makanan nya dengan tenang tidak ada perdebatan lagi,,
setelah selesai zahra langsung masuk kekamarnya,,
''habis makan jangan langsung tidur sayang,, ucap ega lembut,,
''siapa juga yang mau tidur ,, orang aku cuma mau ngambil poncel ku,, nada bicara zahra masih sama ketus,, ega hanya diam saja,, dan mebiarkan nya yang penting istrinya itu mau bicara,, dari pada diam saja,,
zahra duduk di kursi sofa, bersebrangan dengan tuan suaminya,, sambil memainkan poncel pintar nya, ega berdiri lalu duduk di sebelah istri jutek nya itu,,
''apa'n sih,, kenapa pindah'',, tempat duduk masih luas disana juga masih kosong,, ucap zahra sewot, tidak terima suaminya duduk di sebelah nya,, zahra hendak berdiri namu ega menarik pinggang nya dan zshra jatuh terduduk di pangkuan suaminya,,
''apa'an sihh,, huh, zahra membrontak hendak bangun,,, namun ega mengunci pegerakan zahra,,
''diam,, dengar, jangan banyak bergerak, kamu sudah membangunkan yang di bawah,, zahra merasakan sesuatu yang mengganjal di bawah,, bokong nya,, akhir nya zahra diam, mau bangun juga tidak bisa,, pergerakan tubuh nya membuat,yang di bawah sana bangun, di posisi ini merasa tidak nyaman,, serba salah,, zahra menatap wajah tampan suaminya,, sosok yang selalu mbuat nya kalah dengan rasa sakit nya,,
''aku tau suamimu ini tampan,, ucap ega sambil tersenyumm,,
''zahra melengos,, membuat ega, tersenyum lagi,,
''Ra,, kamu tau zia,, sudah mendaftarkan gugatan nya,, terhadap ku,, tanya ega,,
''heemm,, zahra hanya menanggapi dengan deheman,,
''kenapa tuan menerima gugatan mbak zia,, bagai mana dengan mbak zia nantinya,, apa lagi mbak zia'' masih dalam ke ada'an sakit,, ucap zahra,, masih menguatirkan kesehatan wanita yang masih menjadi madunya itu,,
''ini akan lebih baik, buat kita semua ra'' hati dan perasa'an seseorang tidak bisa di paksakan,, aku masih menanggung semua keperluan zia,, nantinya setelah bercerai dariku,, dan semoga ziaendapat kebahagia'an nya,, dan semoga tuhan mengakat sakit nya,, sebenar nya ada rasa sedih dan tidak tega,, pernikahan nya dengan zia harus berakhir seperti ini,, tanpa ega sadari perlahan zshra tertidur di pangkuan nya,, ega membawa tubuh istrinya,, kedalam kamar dan membaringkan nya di atas ranjang,,
ranjang yang menurut ega sempit sekali,, apa muat dia tidur di sana berdua dengan istrinya,
bersambung
__ADS_1