
''empat puluh menit kemudia. mobil yang zahra kendarai sampai di parkiran depan butik nya,
zahra membuka pintu kecil di samping pintu besar butik nya tersebut,
zahra menutup pintu itu kembali, dan melangkah kan kakinya menuju lantai dua. butik nya itu,
dan segera masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan diri karna badan nya sudah terasa sangat lengket, tiga puluh menit kemudian dia keluar dari kamar mandi, dengan tubuh terasa segar dan fres,
kemudian merebahkan diri di kasur empuk nya itu, pikirannya melayang kemana mana' entah lah dia harus sedih atau senang, seminggu lagi hari pernikahan nya, zahra tidak tau harus sedih atau bahagia, 'bahagia karna dapat menikah dengan orang yang ia cintai, sedih karna arang yang ia cintai adalah suami orang dan kenyataannya zahra hanya istri kedua,
tapi dia masih bersukur biar pun ia hanya istri kedua, melihat respon calon mertuanya dan kedua orangtua calon madunya itu, zahra tidak merasa kuatir, mereka semua bersikap hangat terlihat iklas dan tulus,
'tak terasa zahra terlelap dalam lamunan nya dan menjemput mimpi yang indah,
******
di tempat lain
zia sudah masuk kedalam alam bawah sadarnya, hari ini, hari yang sangat melelahkan
namun berakhir membahagiaka bagi zia,
sedang di ruang, sebelah ruang kerja ega tepat nya,' pria tampan itu duduk dalam gelap, hatinya sama seperti apa yang zahra rasakan, tidak tau harus sedih atau bahagia, bahagia karna bisa menikah dengan cinta pertamanya. tapi tidak dengan cara seperti ini, kenyataannya dia menjadikan cinta pertamanya itu istri kedua, 'di sisi lain ega
tidak ingin menyakiti perasa'an zia, wanita itu selalu berkorban untuknya. selalu mengutamakan kebahagian'an nya, ega sangat dan sangat tau seperti apa zia, wanita itu tak se kuat kelihatannya. kenyataanya sabgat lah rapuh, ega menjadi bimbang sanggup kah dia berlaku adil kepada dua bidadari di hidupnya, melihat condisi zia yang seperti itu ega tidak akan sanggup memberi luka di hatinya. malam sudah mujuk kan jam 12. tengah malam ega' mencoba merebah kan tubuhnya di kursi sofa ruang kerjanya. tangan nya memegangi cincin pertunangan nya bersama zahra, beberapa jam lalu, tak lama kemudian ia pun terlelap dalam, menjemput mimpi malam itu,
*********
butik zahra,,,,
'jam masih menujuk ka setengah delapan pagi. jam tujuh tiga puluh tepatnya' tapi pagi ini butik kedatangan wanita paruh baya yang masih terlihat mempesona di usianya, siapa lagi kalau bukan mama risa,
''zahra panggilnya dimana nentuku, sebagian pegawai zahra tidak mengerti dengan apa yang di ucap kan mama risa, siska buru buru mendatangi mama risa,
'' nyonya ada yang bisa saya ban...! ucapan siska menggantung.
''nyonya anda, ada disini,
mama risa juga sama sama terkejutnya dengan siska,
'' kamu siska kan, ''ya..nyonya saya siska, kamu juga di sini sis, ''ya..nyonya dimana lagi tempat saya kalau bukan di samping zahra.. ya..itu bagus.... ''o...ya... dimana zahrs,
''ada didalam mari saya antar nyonya,
''zahra.. mama...
__ADS_1
''ra' mama mau ngajak kamu fiting baju pengantin,
''dimana ma..
''di butik langganan mama..
''ma.. bukan nya zahra gak mau.. disini juga banyak baju pengantin,
''tapi ini baju kamu sayang, mama pengennya yang lain, di butik langganan mama bajunya dari luar negri,
'' mah... menurut zahra, baju lokal juga gk kalah bagus' lagian ini bukan pernikahan yang ku impikan' jadi pakek baju apa saja bagiku sama,
' siapa bilang bukan pernikahan impian zahra,
akan ku wujudkan pernikahan seperti impianmu,
'' oh.. ya.. mbk zia bisa memwujutkan pernikahan impianku,
''ya.. kenapa gk..
''asal mkb zia tau pernikan yang ku impikan adalah tidak menikahi suami orang,
''untuk yang satu ini aku tidak bisa zahra' aku mintak maaf.
''jika aku tidak bahagi, bagaimana,
''itu tidak akan pernah terjadi zahra,
''baik pegang kata kata mbk zia,
''kamu bisa menututnya nanti, ini semua memang salah ku' aku sudah menarik mu kedalam'masalah rumah tanggaku,
'' mama risa tersenyum melihat. menantu dan calon menantunya, berdebat saling menyuarakan pendapat masing masing,
zahra dengan karakternya tegas dan ceplas cplos, zia' dengan karakternya yang lemah lembut, nantinya pasti akan bisa mengimbangi zahra,
''gimana ra' fitting bajunya,
terserah mama, sepertinya di sini pendapat ku tidak di perlukan'
''bukan begitu ra' mama cuma ingin yang terbaik, sama dengan pernikahan zia dulu, ya kan zi'
''betul itu mah, aku juga kesini mau ngasih ini, contoh undangan ini ada beberapa contoh nya kamu tinggal pilih ra. nanti aku sama kak nadin yang kesana,
''terserah mbk zia aku ngikut aja,
__ADS_1
tak berapa lama reza sama istri nya juga datang ke butik zahra,
''kak reza mau ngapain kesini,
''ini zi' mau ngasih zahra beberapa menu' untuk resepsi nanti,
'' terserah kak reza, toh yang makan juga bukan aku, jawab zahra ketus
' reza menyikut lengan zia, sembari berkata,
''zahra kenapa zi'
''entah lah kak datang bulan mungkin,
'' bagus dong sekarang datang bulan, nanti saat menikah sekali tembak langsung jadi timpal nadin istri reza,
''memangnya aku burung grutu zahra, main tembak aja,
''mama risa hanya tersenyum, dalam hati sangat menyukai karakter zahra, nih anak gk bisa di tindas, jika terjadi ketidak adilan nanti zahra akan berani membrontak, namun mama risa juga kuatir sama zia, jika nanti zahra membrontak, pasti yang disalah kan adalah zia, karna zia yang menarik zahra kedalam pusaran rumah tangga putra nya itu'' jika hal itu terjadi pasti akan mepengaruhi kesehatan zia kembali, dan disini mama risa, sebagai orang tua dia yang akan pusing nantinya menghadapi permasalahan rumah tangga putra nya yang rumit, untuk saat ini dan kedepan nya nanti, mamarisa akan membantu memantao dari belakang layar, kira kira seperti itulah,
tak lama kemudian muncul dua orang perempuan, mereka dari jasa WO
''selamat siang boleh saya bertemu dengan nona zahra,
''saya sendiri mbk ada yang bisa saya bantu, tanya zahra dengan lembut,
'maaf nona zahra' perkenalkan saya karin, dan ini teman saya bella, kami berdua dari jasa WO dan kami di utus oleh ibu nita. suruh datang keari untuk menanyakan konsep seperti apa yang nona jahrs ingin kan dan masalah warnanya juga bisa ricues,
'' ini apa lagi ya..tuhan kenapa saya lagi yang harus di pusingkan,
''tak banyak bicara zahra menarik lengan zia dan mama risa maju ke hadapan dua perempuan tadi,
''zia dan mar
risa kaget, ada apa ini zahra,
'' oke dengar semua aku gk ingin pusing dengan ini semua, semuanya aku serah kan sama ma dan mbk zia, masalah undangan terserah .mbk zia' mau yang mana, masalah menu terserah kak reza mau yang mana jika bingung milih , serahkan sama mbk zia, untuk WO konsep sama warna juga mbk zia' yang menentukan, sekarang aku cuma mau bilang sambil menarik lenga mama risa. zahra berkata'' ayok mah katanya mau fitting baju pengantin,
zahra dan mama risa berlalu pergi,
zahra tidak menghiraukan triakan zia ,
''gimana nih kak...
ya sudah tidak apa apa kita hadapi semuanya ya...
__ADS_1