
sedikit demi sedikit zahra sudah mengemasi, barang barang nya, tinggal beberapa saja yang masih di rumah ega,, hampir satu bulan zahra mencari rumah yang cocok dan pas di kantong nya,, perumaha biasa dengan tiga kamar ruang tamu, ruang makan dan dapur menjadi satu, dan satu kamar mandi,, menjadi pilihan zahra,,
rumah minimalis, semoga menjadi tempat ternyaman, untuk zahra kedepan nya,,
ha..ha..ini mah rumah author,,,
aslinya dua kamar, satu kamar author renovasi sendiri,
bebera kali juga zahra sudah mendatangi firma hukum untuk konsultasi, mengenai perceraian nya,, zahra sudah mantap mendaftarkan nya,, tanpa ega dan zia tau semua sudah rapi terencana,,
zahra menggenggap amplop colkat, surat panggilan untuk ega,, tuan suaminya,, hampir tiga tahun zahra menikah, itulah pangilan sayang zahra untuk tuan suami,,
zahra tersenyum miris,, ia memang bodoh seharusnya dulu zahra memikirkan hal hal seperti ini sa'at menerima pinangan zia, untuk menikah dengan suaminya,,
''sepertinya aku telah salah menerima pinanganbak zia,, aku berfikir bisa merasakan bahagia, seperti yang mbak zia janjikan,,
tes...
satu tetes lolos membasahi wajah cantiknya,,,
hembusan angin menerbangkan dres panjang yang ia kenakan,, tatapan nya jauh menembus air laut sore yang indah,, dengan semburat senja di ujung lautan, warna jingga yang begitu mempesona,,
zahra tak kuasa menahan sebak di dadanya tiga tahun berusaha tegar menghadapi permasalahan pelek rumah tangga nya,, yatim piatu di usia muda, di paksa dewasa oleh keada'an nya,, bekerja sambil sekolah,, tak mudah perjuangan nya hingga di titik sekarang,,
……………………………………
tuan,, ma'af kalau saya lancang,, apa tuan sudah tau atau mendengar,, kalau nona zahra sudah mendaftarkan per ceraian nya dengan tuan, ega menatap baim tajam dan lekat,,
''siapa yang bilang darimana kamu tau,, sorot mata ega berubah tajam,,
''ma'af tuan saya tau dari siska,, dan nona zahra akan keluar dari rumah anda hari ini juga,, ega menyambar kunci mobilnya dan berlari secepat kilat, menuju mobilnya,, ega melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,, berharap secepatnya bisa sampai rumahnya,,
__ADS_1
di persimpangan kopleks tepatnya di sebuah taman ega melihat mobil zahra terparkir di sana,, ega ikut menepikan mobilnya,,
zahra duduk di kursi taman di bawah pohon yang menyejuk kan,, di tempat itulah zia memintanya kelur dari rumah suaminya,,
ega berjalan menghampiri istrinya,,
''ra'' zahra menoleh ke sumbersuara,, jelas terlihat mata sembab, hidung merah dengan pipi berderai air mata,,
''kenapa ra''.. kenapa kamu lakukan ini,, ega menatap wajah cantik dengan rambut tergera dan terbang tertiup angin,,
''bukan kah tuan sudah tau jawaban nya kenapa masih tanya saya kenapa,, selama ini saya menunggu tuan memperlakukan ku sebagai mana, tuan memperlakukan mbak zia, bersikap ramah hangat tersenyum, kala menyapanya,, dan sekarang tuan tanya saya kenapa,,
''ra'' dengarkan aku sekali ini saja,, entah mengapa hati zahra, begitu berat menatap wajah tampan di hadapan nya,, yang selalu membuatnya kalah oleh rasa sakitnya,,
namun semua harus zahra lakukan, kaena sekuat apa pun zshra memaksa bahagia yang zia'' janjikan''... tidak akan pernah datang jika rasa egois dan tidak iklas dalam arti yang sesungguhnya,, masih melekat di hati zia'''
''ma'af tuan, saya tidak bisa terus berada di sisi tuan, seperti yang tuan selalu pinta,, saya punya hati dan persa'an'' demi kebaikan kita semua,, lebih baik saya mundur,, soal lio' putra kita,, biar dia di bawah pengawasan tuan, asal jangan melarang saya melihat nya nanti,, setelah berkata seperti itu zahra meninggal kan ega yang masih berdiri mamatung,,
dengat mata sembab zahra turun dari mobilnya,, semua pelayan melihatnya heran,, zia yang sedang bermain dengan putranya pun zahra tak perdulikan dan terus melangkah kan kakinya menuju kamar,, mengambil sisa barang nya yang sudah rapi di dalam koper,,
tak berapa lama ega juga datang,, zia mengembangkan senyum nya melihat suaminya datang,,
''yeee daddy sudah datang,, balita dua tahun itu juga terlihat senang melihat daddy nya sudah pulang,,
''main sama daddy nanti saja ya,, sekarang sama mbk nora dulu,, nora bawa lio ke taman belakang,, tak berapa lama terlihat zahra turun dengan koper lumayan besar di tangan nya,,.
''zahra kamu mau kemana,,.zia bertanya karna memang masih tidak tau,,
''mbak zia'' sesuai janji saya, waktu itu,, aku akan keluar dari rumah ini,, dan saya titip lio rawat dan sayangi dia,, saya minta ma'af jika selama saya tinggal si sini saya banyak nyakitin hati dan perasa'an mbak zia,,
''tuan, ini,, saya kembalikan dan ini sampai jumpa di pengadilan,,, zahra melapas cincin pernikahan nya dan dua kartu yang ega pernah berikan dulu,, zahra kbalikan semua
__ADS_1
''apa maksudnya ini, zahra,, zia bertiriak histeris mendengar kata pengadilan,,
''ega jelaskan pada ku apa maksud semua ini,, zahra mau pergi cegah dia ega,, zahraa tunggu,,, zia menarik koper zahra berusaha mencegah kepergian zahra,,
''kamu sudah gila zahra,, dengar kan aku dulu,, kita bicara baik baik ra,, tidak seperti ini,, tangis zia pecah
''ega'' apa yang kamu lakukan kenapa kamu diam saja ega,, zahraaa...zia berlari mengejar madunya itu,,
''ega diam terpaku menatap nanar kepergian wanita yang selalu membuat nya jatuh cinta,,
zia mengejar zahra sampai di mobilnya,,
''ra kita masuk dulu kita bicarakan ini baik baik ra'', kenapa kamu amb hati ucapan ku waktu itu ra,, zia seperti orang gila,,
''mbak sudah lah,, ini yang terbaik buat kita,, jangan buat langkahku semakin berat,, mbak,, biarkan aku pergi,,
zahra menaik kan kopernya susah payah karna memang berat sekali tapi zia mengeluarkan nya lagi,, zahra memeluk madunya yang sebentar lagi akan jadi mantan madunya,, sambil tersenyum zahraelepas peluk kan nya,,
''sudah ya biarkan aku pergi,, jaga kesehatan mbak zia supaya bisa merawat danenjaga putraku,,
'raa'',,,,
''zahra menyalakan mesin mobilnya meninggalkan mansion mewah tuan suaminya bersama kenangan pahit hidupnya,,
''zia berlari kedalam, merpas paksa amplop coklat di tangan ega,, dan membukanya,, zia menutup mulut nya tak percaya,, sudah sejauh ini zahra melangkah,, zia tidak mengetahui nya sama sekali,, lalu zia merobek surat panggilan dari pengadilan untuk ega itu,,
ega diam saja tanpa reaksi, dadanya masih bergemuruh,, di genggam nya erat cincin pernikahan zahra,,
gengs,, tim nya zahra pasti suka,, dada masih aman kann tim nya zia, gimana,, bang ega jangan di buli ya karna masih banyak kejutan tak terduga,,
bersambung
__ADS_1