
'zia mendengar deru mesin mobil menggema di halaman rumah mereka, pertanda sang suami pulang dari kantor,
zia menarik tangan zahra menuju teras depan rumah, untuk menyambut kepulangan suami mereka berdua, zahra menurut saja, tanpa ada perlawanan, berharap bisa melakukan hal yang sama seperti zia ketika suaminya pulang dan pergi dari kantor,
ega dengan gagahnya turun dari mobil mewahnya, dengan kacamata yang masih bertengger di hidung mancungnya,
betapa sempurna cipta'an tuhan satu ini dia benar benar tampan, batin zahra,
seperti biasa zia menyalami tangan suaminya dengan takzim, dan ega mencium kening istri pertamanya itu, zia membawakan tas kerja suaminya, dan ega buru buru masuk kedalam rumah, dengan sengaja mencuekin zahra yang berdiri di samping zia, sebenarnya hati ega sangat sakit, dia buru buru masuk kedalam kamarnya dan segera mandi dan berendam air hangat, guna menghilang kan rasa lelahnya, ma'af kan aku ra' sambil memejamkan matanya ega terus bergumam meminta ma'af kepada zahra,
kembali ke lantai bawah ,,
zia melangkah kan kakinya menuju lantai atas karmarnya,
zahra mengekor di belakang zia namun zahra menuju arah dapur,
''bibik mau siapin makan malam tanya zahra
''iya non jawab bibik pelayan rumah itu,
''boleh saya bantu, tanya zahra,
'' jangan non' saya takut tuan marah,
soalnya nyonya zia jarang sekali turun kedapur untuk memasak. tuan melarangnya,
''tidak apa apa bik, ini rencananya bibik mau masak apa, biasanya tuan dan mbk zia, suka masakan apa bik, tanya zahra lagi,
''tuan dan nyonya suka apa aja non, mareka tidak pernah pilih pilih makanan, semua yang tesedia, di meja ya otu yang di makan, zahra tersenyum....
''kalau begitu biar aku yang masak bik,
bibik keluarin bahan bahannya, dan batu saya cuci sayuran, bibik segera keluarin bahan masakan dari dalam Kulkas. ada udang ada sayap ayam dan beberapa jenis sayuran lain nya,
zahra memulai memasak,
zahra membuka kulkas hendak mencari cabai, karna bibik lupa mengluarin cabai tersebut, zahra melihat ada petai dan mengambilnya,
''bik apakah tuan dan mbk zia suka makanan pedas, tanya zahra
'lumayan suka non, jawab bibik, sa'at zahra sedang sibuk dengan masakan nya rima datang dan bertanya
'boleh saya bantu nona, zahra tersenyum
''silahkan, zahra mberikan udang untuk di bersih kan kepada rima,
mereka asik dengan tugas masing masing sambil berseda gurau,
satu jam kemudian semua masakan zahra sudah siap di hidangkan di atas meja makan, ada udang petai sayap ayam garlek butter, dan sayur capcai seafod, zahra rasa sudah puas dengan hasil masakannya,
''bik saya akan naik keatas untuk memanggil tuan dan mbk zia turun makan malam,
__ADS_1
zahra naik ke lantai dua kamar zia,
zahra nengetuk pintu kamar zia,
''tok..tok..tok..
ega membuka pintu namun tidak berkata apa apa hanya diam di depan pintu, terdengar suara zia dari dalam,
''siapa ga, tanya zia,...?
zia berjalan melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya,
''zahra. ada apa ra' tanya zia
''ma'af mbk menggagu aku hanya ingin memberitaukan makan malam sudah siap,
ega bejalan melewati zahra, sambil berkata,, kalian makanlah dulu, dan berlalu menuju ruang kerjanya,
zahra dan zia hanya diam saja,
''eemm mbk zia kalau begitu aku kekamar dulu, aku mau mandi,
zahra pamit untuk mandi di kamarnya,
zahra pikir nanti jika mau makan malam, sebaiknya zahra bersih bersih dulu biar tidak bau asap sa'at masak tadi,
empat puluh menit kemudian, tiada orang yang memanggil zahra untuk turun makan malam, zahra berinisiatif makan sendiri karna perutnya sudah sangat lapar, tapi sa'at hendak mendekati ruang makan zahra melihat suami dan madunya itu sedang menikmati makanannya,
bibik ganti resep ya, makan malam kali ini rasanya beda bik, ini enak sekali bik...ucap ega,
''iya bik, ini rasanya enak sekali, sambung zia lagi..
''saya tidak ganti resep tuan, nyonya, ini semua yang masak nona zahra, ucap bibi pelayan rumah itu,
''oh..jadi ini zahra yang masak, pantesan enak, batin ega,
''o..ya.. pantesan rasanya beda, ternyata zahra pintar masak, ucap zia,
o.. ya.. bik.. zahra sudah makan. tanya zia,
''sepertinya nona zahra belum makan nyonya, dari tadi setelah masak naik keatas untuk memanggil nyonya dan tuan, tapi ternyata sampai sekarang belum turun,
''jadi zahra belum makan, bibik tolong panggil zahra bik, aku tadi lupa ku kira zahra sudah makan,
''aku disini mbk
mbk zia sudah makan, tanya zahra,
''ma'af ra' aku makan dulu, ku kira tadi kamu sudah makan,
masakanmu enak ra' kamu pinter masak,
__ADS_1
''zahra hanya tersenyum, heemm makasih, mbk ucap zahra,
''aku naik dulu..
cepat tidur minum obatmu zi' tidak usah menungguku, ega' berlalu tanpa memperdulikan zahra,
''ra' kamu makanlah aku juga akan naik keatas' selamat malam,
''malam juga mbk,
zahra menikmati makanannya, kenapa rasa masakan ini hambar, apa hanya perasa'an ku saja,
rima datang menghampiri zahra,
''nona kenapa makanannya hanya di aduk aduk saja, kenapa tidak di makan, tanya rima,
''gak tau rima, rasanya aku sudah kenyang,
rima, boleh aku tanya,
''ya nona silahkan, nona mau tanya tentang apa..
''rima biasanya tuan ega' memang selalu menghabiskan waktunya di ruang kerjanya ya..tanya zahra,
''ya.. nona tuan selalu di ruang kerjanya, bahkan bisa sampai pagi,
'' apa tuan tidak pernah tidur di kamar mbk zia, tanya zahra lagi
''setau saya jarang nona, saya lebih sering tuan keluar di pagi hari dari ruang kerjanya..
''terimakasih rima, saya sudah selesai makannya, kamu boleh beresin ini semua, saya mau naik dulu ke atas,
''baik nona, silahkan, selamat malam nona,
''malam rima,, zahra segera naik ke atas menuju kamarnya, zahra membuka pintu kaca balkon kamarnya dia duduk di kursi dan termenung memikirkan tuan suami, yang menurutnya bersikap dingin terhadapnya namun tidak dengan zia, tanpa zahra sadari ada yang memperhatikannya dari balkon kamar sebelah, siapa lagi kalau bukan ega tuan suami,
''ma'af kan aku ra' aku tidak tau harus cerita dari mana,
aku tidak ingin menyakiti perasa'an zia, kamu tidak akan.pernah mengerti hubungan seperti apa antara aku dan zia,
biarkan semua seperti ini dulu, sesungguhnya hatiku juga sakit, batin ega,
''huuff ega melepas nafasnya kasar, dia masih memandangi zahra yang masih, termenung di kursi balkon,
kenapa tidak masuk ra' di luar dingin,
ingin sekali ega menghampiri zahra dan memeluknya.
namun perasa'an itu harus dia tahan, entah sampai kapan,
jangan lupa like nya biar author semangat nulisnya dan rajin up terimakasih yang masih setia sama karya receh author
__ADS_1
bersambung