
''se minggu sudah berlalu kesehatan zia semakin membaik, zia begitu bahagia dan semangat, setelah kepulangan nya dari rumah sakit, kedua orang tua ega' juga sudah berada di indonesia, mereka segera pulang saat mendangar kabar zia di rawat, mereka juga sangat antusias dengan pernikahan ini dan barharap segara mendapat kan cucu,
''para pelayan rumah mewah itu, terlihat sangat sibuk, di dapur mamasak berbagai macam menu,.untuk acara makan malam keluarga itu,
mereka sambil berbisik bisik, membicarakan tentang rencana majikannya yang akan menikah lagi,
seketika semua pelayan yang ada di dapur diam membisu saat zia memasuki dapur,
'' sudah siap semua bik, belum nyonya masih sebagian yang sudah, pastikan semua menu yang aku tulis ada di meja makan malam ini bik,
' jangan sampai ada yang kurang,
''acara malam ini menyambut calon nyonya muda kedua rumah ini,
ingat pesanku bik pastikan semua tersedia, baik nyonya,
''aku mau ke taman belangkang sebentar, bisa buatin teh madu untuk ku,
''bisa nyonya'
''bawa langsung ke belakang ya bik'
'zia duduk di taman belakang rumah nya, zia mencoba menghubungi suaminya,
tut..tut..halo ga' kamu masih sibuk,
'ya..masih ada sedikit lagi pekerjaan,
kenapa zi' kamu gak pa pa kan'
'' aku baik baik saja, aku cuma mau bilang cepat pulang, jangan terlambat, ingat malam ini, kita ada acara makan malam dirumah,
'' ya.. aku usahakan secepatnya sampai di rumah,
********
butik zahra
'ra kamu bilang malam ini mau ada acara makan malam di rumah colon suami.
'' haiiiis siska gak usah pakek calon suami napa sih, kedengarannya sangat menggelikan,
''terus kalau bukan calon suami apa dong, calon imam, apa calon...
''makan malam di rumah calon madu tepatnya..
''zahra memotong perkataan siska denngan cepat,
''is..is..is..itu kedengarannya lebih menngelikan,
'' heemm.zahra tersenyum kecut....
__ADS_1
'' ra' heem.. ''sebenarnya kamu bahagia gak sih dengan pernikahan ini, apa kah rasa kamu yang dulu masih ada ra''
'' aku gk tau sis, mungkin rasa itu masih ada, tapi sekarang keadannya berbeda sis, sedang dia suda ber istri ,
'' ber istri' bentar lagi kamu juga bakal jadi istrinya,
'' maka dari itu sis, hati kecilku aku gak mau seperti ini,se akan' akan aku tu pelakor, justru sebaliknya aku tu di sini korban,
korban ke egoisan, korban keadaan, korban perasaan, pokok'e korban semuanya lah wes..
'' aku gak ngerti lagi, mau ngomong apa,
'' tapi nanti kan kamu jadi istri satu satunya
,''siska berarti kamu mengharap kan mbk zia mati,
''ya bukan separti itu konsepnya,
''lalu seperti apa....!
kamu sama saja seperti mereka sis, selalu bilang kematian' hidupku tidak lama lagi, aku sebenernya males bosan dan muak,
bagiku kematian seseorang tidak bisa di ukur hanya karna dia sakit, kalau memang sudah ajalnya, yang gak sakit bisa juga mati, bahkan ada tu yang sakit bertahun tahun kok gak mati mati,...
haduuuuhhh.... zahraaa... aku tu kalau ngomong sama kamu selalu kalah telak,
''makanya gk usah ngomong, sudah sana. aku mau siap siap. sudah mau
*******
dengan senyum yang mengembang di sambut oleh istrinya, ega mengajak istrinya itu masuk,
''ayok masuk. jangan terlalu lama di luar rumah, ingat kesehatanmu masih belum setabil,
suami istri itu naik ke lantai atas, menuju kamarnya, ega melepas jas nya itu dan memberikan pada istrinya, mandi dulu aku sudah zia kan air mandinya, ''heem makasih zi'
'dua pulu menit kemudian, ega' keluar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk di pinggangnya.tubuhnya yang atletis dada nya yang bidang, serta sisa air yang masih menetes dari rambut nya, menambah kesan se*si pria tampan itu,
'' zia menatap nanar tubuh itu, '' sebentar lagi aku akan membaginya dengan wanita lain,
bukan hanya tubuh itu yang zia akan bagi dengan wanita lain, bah kan hati suaminya zia tak pernah bisa memiliki,
suami istri itu segera turun ke bawah, dan menunggu para tamunya yang tak lain adalah kedua orang tua masing masing, dan tambahan calon anggota baru keluarga itu. zahra,
malam itu dengan gaun warna biru dongker nya, zia' terlihat begitu cantik dan elegan, meski wajahnya masih sedikit pucat, tetap saja tak mengurangi kecantikan wanita itu,
' sedang pria tampan di sampingnya itu. terlihat gagah dengan setelan casual jins biru robek di bagian lututnya serta atasa kaos putih ketat yang mencetak jelas dada bidangnya, jangan lupa parfum mahal aroma maskulin khas pria tampan itu, satu kata perfec,
'terdengar dari arah luar, deru mobil yang mulai memasuki pekarangan rumah mewah itu, terlihat kedua orang tua zia turun dari mobil di susul dengan reza dan istrinya nadin,
mereka ber jalan memasuki ruang utama, zia dan ega menyambut mereka dengan hangat,
__ADS_1
'' apakah kami terlambat zi' '' ah.. tidak kak justru kalian yang pertama, zia dan ega memeluk anggota keluarganya itu satu persatu,
tak lama kemudian datang juga ke dua orang tua ega,
''wah.. besan sudah datang kelihatannya kita terlambat pa' ucap mama risa'
''ah..tidak kok jeng kita juga baru sampai, timpal mama nita,
'' ya..sudah tunggu apa lagi semua sudah datang ayo kita lanjut makan dulu, ucap papa wira''
'tunggu sebentar pah.. masih ada yang belum datang, satu lagi,
''siapa zi' kamu bilang ini hanya untuk anggota keluarga inti saja,
'' sebentar lagi semua pasti akan tau, tak berapa lama kemudian mobil zahra mulai memasuki pekarangan rumah calon madunya itu,
'' nah itu dia sudah datang'
''zahra sini, zia menarik pergalangan tangan zahra, dan membawanya mendekati seluruh anggota keluarga dan meperkenalkannya secara khusus,
'' okey..... semua mohon perhatian nya sebentar perkenalkan ini zahra, calon istri kedua ega,
semua angota keluarga menyambut zahra dengan senyuman. yang hangat dan tulus, kecuali ega' pria tampan itu terlihat datar dan.dingin, entah lah' untuk kesekian kalinya zia' tidah bisa menebak isi hati suaminya itu,
mama risa memeluk zahra dengan hangat
'' selamat datang di keluarga kami zahra, semoga pernikahanmu dan putraku membawa kebaikan untuk semua orang,
mama risa terlihat sangat tulus,
''alhamdulillah kelihatannya semua orang menerima kehadiranku, dan senyum mereka terlihat tulus, itu adalah tanda bahwa semua orang sangat menyayangi mbk zia, terbukti mreka dapat menerima keputusan mbk zia batin zahra....
''ayo tunggu apa lagi, kita makan sekarang ucap papa wira perutku sepertinya sudah sangat lapar,
semua anggota keluarga berjalan menuju meja makan,,
mama risa me gandeng tangan zahra
'' ri sayang kita makan dulu, kita lanjut berbincang setelah makan
****
''maaf jika ada salah kata dan penempatannya
aothor masih pemula ini karya pertama'
mohon selalu dukungannya, kangan lupa like jempol nya aotho akan sangat berterimakasih
******
to by continew
__ADS_1