
tok..tok..tok..
ceklek...angga aja bunyi pintu mebuka ya gengs....
''ya sari ada apa...
''ma'af nyonya saya mengganggu, di bawah ada nyonya besar,
''oh..ya.. saya segera turun.. zia kembali menutup pintunya,
zia masuk ke kamar mandi, dan membasuh wajahnya, setelah itu zia sedikit memoles wajahnya dengan makeup, supaya tidak terlihat sembab karna zia habis menangis,
lalu zia segera turun ke baah menemi mama mertuanya itu,
''mama sapa zia.
zia memeluk mama mertuanya itu, mama sama siapa tanya zia,
''mama sendiri zi, mama cuma mau nengoki kalian semua, kebetulan mama habis dari rumah teman mama, deket sini,
''oooh...! kirain ada apa ma,
''zi' apa zahra ada di rumah, tadi di depan mama liat mobilnya zahra masih aca di garasi,
''sa'at zia hendak menjawab mama mertuanya itu, zia melihat zahra sedang berjalan menuju arahnya,
''nah ini zahra ma,
zahra berjalan dengan sangat hati hati, menahan rasa sakit di intinya yang masih terlihat terasa ngilu,
mama risa terlihat mengerut kan dahinya,
melihat cara barjalan zahra,
''ra' kamu sakit kenapa jalannya seperti itu, kamu juga keliatan pucat, tanya mama risa kuatir,,
''zahra gak pa pa kok ma cuma sedikit gak enak badan, jawab zahra,,
''mau mama anterin ke dokter ra' mama risa mengajak zahra untuk pergi ke dokter,
''tidak usah ma' zahra hanya butuh istirahat saja, nanti juga baikan, sambil tersenyum zahra menjawab,
mama risa belum tau sakitnya zahra putranya yang buat,
zahra memakai suiter kerah sedikit tinggi menutupi lehernya,
jadi bekas kecupan si kucing garong sedikit tertutupi,
namun tidak dengan zia, wanita itu sudah tau sakit yang di alami zahra, karna dia dulu juga pernah mengalaminya,
tapi zia dulu tak sesakit zahra, karna zia dulu masih bisa berjan normal seperti biasa,
''ra' tadi kamu bangun lumayan terlambat, emangnya, kamu tidur jam berapa ra, tanya zia penasaran,
''aku tidur jam empat pagi mbk, smalaman aku gak bisa tidur badanku teresa sakit semua, jawab zahra jujur
''zia hanya tersenyum,
__ADS_1
pantas saja sakit rupanya ega, menghajar zahra sampai pagi, dulu denganku cuma sekali saja waktu malam pertama, pantesan aku tidak merasa kakit seperti yang zahra alami sekarang, batin zia miris,
''o..ya ma' kemarin zahra baru merombak taman belakang, sekarang jadi lebih indah, dan enak di lihat. ucap zia memberi taukan,
''o.ya..mana mama mau lihat, ayok temani mama kesana, mama risa mengajak zia untuk melihat taman belakang yang baru di hias ulanga oleg zahra,
mama risa dan zia berjalan ber iringan,
dengan hati hati zahra berjalan mengekor di belakan mama risa dan zia,,
sa'at memasuki area taman rambut zahra tersangkut ranting,
''adoh....? pekek zahra, mama risa dan zia menoleh bersama'an..
mama risa mencoba membantu zahra melepas rambutnya yang tersangkut di ranting kering.
sa'at mama risa menyibak. rambut zahra, mama risa melihat ada bekas kepemilikan putranya di bawah telinga menantunya itu. mama risa tersenyum.
mama risa juga membuka kerah baju yang zahra kenakan.
lagi lagi bekas kepemilikan putranya itu terlihat sangat banyak di sana.
''mama risa resenyum lagi. sambil melapas ranting yang tersakut di rambut zahra mama risa berkata.
''zahra'... sayang jika masih sakit tidak usah banyak berjalan istirahat saja di kamarmu. ma'af kan putra mama. yang terlalu ganas...
segara naik lah.. biar mama di temani zia melihat taman indah ini.
istirahatlah pelan pelan jalannya. apa perlu mama antar sampai ke atas.
''zahra tersenyum tidak perlu ma. zahra bisa sendiri.
lalu mama risa memghampiri memantu pertamanya itu. yang sudah menunnggunya sambil menghirup aroma wangi bunga mawar yang sedang mekar sempurna.
'lama mama risa dan zia' melihat taman sambil berbincang bincang..! setelah makan siang bersama menantu pertamanya itu,
mama risa pun pamit pulang,
setalah dari rumah putranya mama risa terlihat mendatangi kantor putranya,
sa'at baru keluar dari lif mama risa bertemu dengan asisten putranya baim,
''baim tuan mu ada...! tanya mama risa pada baim...
''tuan masih di ruang rapat nyonya, sebentar saya panggilkan, nyonya silah kan menunggu dulu di ruangan tuan,
''baiklah,,
mama risa berjalan menuju ruangan putranya
sedang baim berjalan menuju ruang miting, di mana tuan nya berada,
''tuan di ruangan anda ada nyonya besar, sedang menunggu,
''ega mengkerutkan dahinya,,
''mama maksudmu im tanya ega,
__ADS_1
''iya tuan siapa lagi.. nyonya besar,
''ya sudah kamu lanjutkan ini, aku akan menemui mama dulu,
ega berjalan menuju ruangan nya, di mana ma ma nya berada dan menunggunya
ega membuka pintu ruangannya,
mama nya terlihat sedang duduk di kursi kebesarannya, ega terus berjalan dan duduk di kursi sofa ruangan nya,
mama risa tersenyum melihat putranya itu,,
tanpa basa basi, mama risa membrondong putra nya dengan pertanya'an
'kau apakan menantuku zahra sampai tidak bisa berjalan,
mendengar perkata'an mama nya, ega jadi kuatir, dan nyengir bersama'an
''mama habis dari rumah, bukan nya menjawab pertanya'an mamanya ega balik bertanya pada mamanya,
''ya..kalau mama gak kerumahmu mama tidak akan pernah tau, semalam di kamar zahra terjadi sesuatu,
''memang nya perlu aku laporan ke mama, setiap aku mendatangi kamar istriku,
''ya.. enggak tapi kamu semalam terlalu ganas, mama yakin badan zahra sudah seperti macan tutul,
jalan nya saja sudah srperti orang baru melahirkan,
''apa'an sig ma,, orang biasa aja.
elak ega pada mama nya...
''biasa kamu bilang, mama bukan anak kecil yang bisa kamu bohongin,
dulu sama zia mama yakin kamu tidak melakukannya seperti yang kamu lakukan sama zahra semalam,
ega hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal....
''terserah mama mau bilang apa, memangnya dulu seperti apa zia setelah malam pertama,, tanya ega sama mamanya...
''kamu yang melakukan nya kenapa tanya sama mama, hah...
''ega lupa ma,, seperti apa,,,
kalau mama yang ingat mama saja yang cerita,,
ucap ega lagi
''dasar suami durhaka,
ucap mama risa sama putranya itu...
kenapa kamu tidak mengingat sendiri
malam pertamamu,, sama istri pertamamu itu.. biasanya setiap orang pasti akan mengingat malam pertamanya yang begitu indah bersama istri nya,,
''deg hari ega bagai di tusuk belati tajam kala dia mengingat kejadian semalam, dia sudah merikan luka pada istri mudanya itu tepat di malam pertamanya, gambaran malam pertama yang indah hanya angan belaka bagi zahra...
__ADS_1
''ma'af kan aku ra'' ma'af kan suamimu yang pengecut ini, kamu pasti tidak akan pernah melupakan malam dimana aku menoreh kan luka di hatimu, bencilah aku suamimu yang pengecut ini,,, batin ega menangis...
bersambung gengs jangan lupa like nya