
zahra sudah mulai kesusahan dengan perutnya yang sudah membesar sempurna,
zahra juga sudah tidak lagi kebutik karna ega sudah melarang nya, dan membatasi aktivitas zahra
pagi ini zahra sama sekali tidak berselera menyentuh makanan nya, hanya menghabiskan susu yang di buatkan zia,,
''kamu kenapa tidak makan ra'... kamu pengen makan apa,,,, tanya zia yang melihat zahra hanya minum susu yang ia buat tadi..
''aku gak berselera, sepertinya aku pengen makan bubur ayam, ucap nya sambil menunduk kan kepalanya,,
''ya.. sudah aku suruh rima saja yang beli kamu tunggu di sini.... semenjak zahra hamil zia selalu berusaha mewujud kan apapun keinginan zahra,
''jangan, aku..aku.. zahra tidak mampu lagi bicara entah kenapa dia tidak punya keberanian sama sekali,
''kenapa lagi ra'.. kamu ingin bapak bayimu yang beli... tanya zia sudah hafal dengan kebiasa'an zahra....
''heeemm.. zahra menjawab nya dengan deheman sambil menunduk kan kepalanya,,
''ega yang mendengar istrinya itu ingin dia yang beli langsung menghentikan aktivitas makan nya, meletak kan sendok dan garbunya lalu meminum air putihnya dan berdiri hendak pergi,,
''kamu belum selesai makan mu ga',, nasi di piring ega masih penuh baru beberapa suap saja yang masuk kedalam perut nya..
''nanti saja aku lanjutkan zi' ucapnya sambil menyambar kunci mobilnya,,
''zahra ikut berdiri dan mengekor di belakang tuan suaminya,
''kamu mau ikut ra' tanya zia yang melihat zahra ikut bangun dari duduk nya,
''aku pengen makan buburnya di tempat penjualnya mbk,, zia tersenyum sambil memakaikan suiternya ke badan zahra'
''pakai ini suami kita tidak akan suka melihatmu memakai baju seperti ini di luar sana,, zahra hanya menggunakan drees rumahan bertali sepageti,, zahra tersenyum sambil memperhatikan pakaiannya
di sepanjang perjalanan zahra hanya diam
pandangannya lurus ke depan,,
''kita beli buburnya di mana, tanya ega lembut,, sambil tangan nya terulur mengusap pucuk kepala istrinya dan turun menuju perut bulat zahra,
''di dekat pasar ada penjual bubur ayam viral.. zahra bicara sambil memandangi tangan tuan suaminya yang nangkring di atas perut nya,, ada rasa hangat tiba tiba menyelimuti hati zahra,,
tangan ega merasakan ada pergerakan dari perut zahra perlahan ega menepikan mobil nya,
kedua tangan ega terulur mengusap perut besar istrinya, senyum nya mengembang lebar, zahra yang melihat senyum langka itu,, mematung matanya tak berkedip sampai ega mendekatkan wajahnya mencium perut buncit zahra,, seraya berkata kepada calon buah hatinya
''kenapaa..? anak daddy mau makan bubur ya...! heemm...? sudah tidak sabar iya...
ini daddy masih di jalan bawa mobil,, sebentar lagi kita sampai sabar ya,, pergerakan di perut zahra semakin aktiv menendang, ega terus mengusap. memeluk dan mencium perut zahra yang bulat besar itu,,
__ADS_1
''tangan zahra ter ulur mengusap rambut tuan suaminya, hatinya menghangat,
seketika ega menghentikan kegiatan nya,
ega mendongak kan kepalanya ke atas melihat wajah cantik istri mudanya yang di hiasi senyum tipis,, ega langsung memeluk erat istri tercintanya itu,
''raa'' dengan suara serak nya ega memanggil nama istrinya,
''dengarkan aku apa pun yang terjadi, kamu tidak usah bertanya kenapa dan ada apa, yang perlu kamu tau hanya satu hal aku mencintaimu, sangat mencintaimu, kening ega dan kening zahra menyatu, hidung mancung keduanya saling bertabrakan, zahra dapat merasakan hembusan nafas tuan suaminya, perlahan ega memiringkan kepalanya sedikit lalu menyesap bibir manis istrinya dengan lembut dan dalam,,
ega melepaskan ciumman nya, kedua tangan nya menangkup pipi chabi zahra,
''ingat satuhal aku sangat mencintaimu apa pun yang terjadi tetaplah di sampingku, bertahanlah sebentar, kamu mengerti kan, zahra hanya diam mendengar ungkapan cinta tuan suaminya, mencoba memahami semua mengerti keada'an suaminya, madunya, dan mengesampingkan egonya,
''aduuhh...ringis zahra, kala bayinya mendang dengan sangat kencang, ega menurunkan tangan nya dan mengusap lembut perut istrinya, lalu mendekatkan kembali wajahnya, keperut buncit zahra,,,,
''kenapa nakal heemm... mommy sampai kesakitan.. ega terus mengajak calon bayinya bicara,, samapai calon bayinya merasa tenang, ega melajukan mobil nya kembali menuju pasar yang zahra maksud,,
tiga puluh menit kemudian mobil ega sudah sampai di depan pasar, ega turun dari mobilnya duluan lalu membuka kan pintu untuk istrinya, tangan ega terulur memegang tangan istrinya, menuntunnya perlahan, sa'at zahra turun,,
mereka menyusuri trotoar jalanan pasar mencari pedagang bubur ayam viral, sepanjang mereka berjalan ega menggandeng tangan zahra erat, sampai mereka berdua menemukan pedagang bubur ayam viral,
lalu ega dan zahra memesan bubur ayam tersebut dam memakan nya di tempat setelah selesai makan, ega bertanya ke istrinya mau kemana lagi,,
''kita mau kemana lagi ra' zahra tidak menjawab hanya menarik tangan tuan suaminya berjalan masuk kedalam pasar,
zahra berbelanja sedikit sayur mayur cabe dan kawan kawan nya, zahra membeli ikan lele,
''ini ikan apa ra' loncat loncat' bentuknya juga aneh.. zahra tersenyum, tuan suaminya sudah lupa, mungkin kalau sudah di goreng dan mateng dia pasti ingat ikan apa itu,
''ikan monster, tuan lupa pernah memakan nya, ini masih hidup, yang tuan makan sudah mati, haah pantesan tidak asing batin ega,, sambil begidik
setelah selesai berbelanja sedikit bahan makanan zahra dan ega lanjut pulang ke mansion,,
''ini sudah lumayan siang apa setelah ini tuan akan pergi ke kantor tanya zahra dengan hati hati,
ega tersenyum tipis sambil melirik ke arah istrinya,,
''aku akan ke kantor karna setelah jam makan siang aku ada pertemuan dengan klien,
kenapa apa anaku ini ingin bersama daddy nya ikut ke kantor heemm... tangan ega mengusap perut istrinya, zahra menunduk malu malu sambil memperhatikan tangan tuan suaminya yang nangkring di atas perut buncitnya,
''Apa tidak sebaiknya anda makan siang di rumah ucap zahra lagi,,
''kalau aku makan siang di rumah takut kelama'an ra' baim sudah menungguku,, ucap ega lagi, sebetulnya zahra ingin menjawab iya, atas tawaran tuan suaminya tadi entah lah kenapa hari ini rasanya ingin berdekatan terus dengan bapak bayinya,,
ega tersenyum sepertinya dia tau apa yang istrinya sedang pikirkan,,
__ADS_1
''setelah ini segera naiklah ke atas ganti bajumu, kalau mau ikut ke kantor,, mendengar perkata'an suaminya zahra mengembangkan senyumnya,,
''beneran boleh ikut,, zahra revlek memeluk tuan suaminya dari samping namun kesulitan terhalang dengan perutnya yang buncit,,
''mobil ega sudah memasuki halaman nansionnya, seperti tadi ega turun terlebih dulu lalu membantu istri nya turun,
''rima menyambut kedatangan tuan dan nona nya di halaman depan,
''rima ada belnja'an istriku di jok belakang,
ega membuka jok belakang di ikuti rima di belakang nya,,
zia melihat rima membawa beberapa kantong kresek mengerutkan dahinya,,
''ini apa rima, tanya zia sedikit heran,,
zahra yang di belakang rima dan zia bersuara,,
''aku tadi kepasar mbk, aku beli sedikit sayur dan ikan, zia membuka semua belanja'an zahra,
''mbk zia tau ini ikan apa, mbk zia pernah memakan nya, tanya zahra,, siapa tau zia juga tidak tau ikan apa itu seperti tuan suaminya yang menyebutnya ikan monster,,
''tau lah.. meski aku tidak pernah memakannya, ini tuh ikan lele,, benarkan ucap zia,,
'' kalau suami mbk zia bilang ini tu ikan monster, tapi setelah tau rasanya jatah makanku malah di habis kan, zahra terkekeh kala ingat waktu itu,,
''emang ega' pernah makan ikan lele,, tanya zia sedikit heran,,
''pernah waktu itu,, jawab zahra jujur,
''kenapa ega dan zahra jika bertemu mereka berdua kurang bicara, terkadang seperti tak saling kenal, sikap ega juga dingin, tapi ternyata mereka penuh misteri, batin zia,,
''tadi ega ikut bersamamu masuk kedalam pasar ra' tanya zia penasaran,.
''iya.. jawab zahra jujur,,
dengan sepatu fantovel nya dan pakaian kantornya ega masuk ke pasar,, sungguh ini bukan ega, batin zia' lagi nyatanya dengan zahra ega melakukan nya, makan ikan lele apa lagi di warung tenda pinggir jalan, di mana lagi ega makan ikan lele kalau tidak di warung tenda pinggir jalan,,, batin zia terus merangkai kata kata zahra,,,
tak berapa lama zahra turun sudah bergati baju lebih rapi tidak seperti tadi,,
''kamu mau kemana lagi ra' tanya zia' sa'at elihat melihat zahra sudah mengganti bajunya,,
''zahra akan ikut bersamaku nanti.dia turun di butik, ega menjawabnya dengan cepat,
gengs tetap dukungan nya like jempolnya jangan lupa,.
bersambung
__ADS_1