
Sampai di rumah, waktu sudah menunjukkan jam setengah lima sore. Agak lama di jalan pulang karena memang mereka berjalan kaki saat pergi ke taman tadi.
"Assalamualaikum" mereka uluk salam hampir bersamaan.
"waalaikumsalam.. dari mana nih?" tanya mas Adit yang ada diruang tamu.
"dari taman pak dhe. Ini kita bawain sempol loh" kata Vera
"uwaahh ... enak nih, boleh minta ya pak dhe?" tanya Adit sambil mengambil satu tusuk sempol dari dalam kantong plastik.
"boleh dong pak dhe. Mbak Ais kemana pak dhe?" tanya Vera menanyakan kakak sepupunya, anak Adit dan Inggrid.
"Lagi ganti baju kayaknya, barusan selesai mandi tuh. Vera langsung ke kamarnya mbak Ais aja" kata Adit.
Vera langsung saja menuju kamar Aisyah, sekalian bermain dengannya. Sedangkan Varo, sejak tadi sudah duduk sambil menikmati sempol di kantong plastik satunya yang tidak pedas.
"yaudah, aku ke kamar dulu ya mas" kata Jovan pada kakaknya
"mabar yuk, mumpung lagi kesini juga" kata Adit.
"nanti saja mas, belum solat ashar nih. Mau mandi juga, gerah soalnya" jawab Jovan.
"yaudah kamu solat dulu aja" kata Adit.
Jovan menuju lantai dua setelahnya, maksud hati menemui istri tercintanya.
Melihat pintu kamarnya tidak tertutup sempurna, Jovan mengintip ke dalam kamar sebelum masuk. Ternyata Vani juga baru saja selesai solat ashar. Sedang melipat mukenanya.
"sudah pulang mas. Kirain masih lama, aku solat duluan deh. Rewel nggak anak-anak?" tanya Vani.
"nggak rewel kok sayang. aman semuanya" jawab Jovan sambil melangkah mendekati istrinya.
Segera ia menyambar bibir lembut istrinya untuk mengutarakan isi hati yang sebenarnya rindu waktu untuk berdua saja dengan pujaan hatinya ini.
Pagutan awal yang terasa lembut menjadi lebih ganas saat tangan nakal Jovan menyelinap dibalik kemeja bunga-bunga yang Vani kenakan.
Melepas pertarungan bibirnya, Jovan mengarah pada leher jenjang Vani yang tidak terhalang hijabnya. Meninggalkan sedikit bekas kemerahan diiringi ******* manja dari bibir Vani.
Tapi sial, lupa tidak mengunci pintu kamarnya. Tiba-tiba Varo datang membuyarkan aksi panas orang tuanya.
"bun, Varo capek" kata Varo tiba-tiba masuk dan duduk di ranjang.
Jovan mendengus, sebal. Seharusnya dia bisa menahan rasanya hingga waktu yang tepat bukan? Dan bukan saat ini.
"aku mandi dulu saja bun"kata Jovan berlalu ke kamar mandi tang berada diluar kamarnya.
__ADS_1
Vani hanya terkekeh geli, pasalnya sudah dua kali suaminya mencoba peruntungan, tapi selalu gagal. Yang pertama oleh Vera, dan kali ini gagal gara-gara Varo. Pasti nanti dia uring-uringan lagi deh.
Membayangkan itu membuat Vani hanya bisa geleng-geleng kepala. Kalau menyangkut jatah rohani memang tidak bisa dianggap remeh.
Melihat Varo yang tiduran sambil telentang melihat langit-langit kamarnya, Vani beranjak duduk disisi perjakanya itu.
"Capek banget ya kak?" tanya Vani.
"nggak juga sih bun, lagi mikir aja" jawab Varo.
"masih kecil udah kayak orang gede aja segala pake mikir. Terus kemana adik kamu?" tanya Vani lagi.
"ke kamarnya kak Aish, bun. Oiya bun, aku sempat lihat terus juga dengar bunda nyebut nama Yudha itu memangnya siapa sih bun?" tanya Varo penasaran.
Vani mengernyitkan dahinya, heran."bukan siapa-siapa juga sih kak, cuma dia itu teman lama bunda dulu. Memangnya kenapa sih?"
"nggak kenapa-kenapa sih, cuma bunda kelohatan beda aja pas lagi nyebut nama orang itu" kata Varo.
Vani hanya tertawa geli, kenapa anak sekecil Varo bisa berfikiran sejauh itu. Janganlah dia jadi dewasa sebelum waktunya. Masa kecil itu sangat menyenangkan, nak!
"kamu itu jangan mikir aneh-aneh kak. Lagian anak kecil mau tau aja urusan orang dewasa" kata Vani menggoda putranya
Varo hanya terdiam mendengar omongan bundanya. Tapi memang, bundanya itu terlihat bahagia saat beberapa kali Varo ketahui sedang bertelepon ria dengan orang yang bernama Yudha itu.
"oiya bun, Tante Gina itu saudara kita bukan sih?" tanya Varo.
"tadi kita ketemu loh sama tante Gina waktu main ke taman." jawab Varo.
Air muka Vani langsung berubah. Sebenarnya Vani tau kalau Gina itu pasti punya rasa pada suaminya.
Hanya saja suaminya itu tidak pernah mengambil pusing, bahkan tidak pernah percaya saat Vani membahas tentang wanita itu yang sebenarnya punya perasaan pada suaminya.
Jovan selalu berkata bahwa mereka sudah berteman sejak lama. Dan selama itu pula tidak pernah ada pembahasan mengenai asmara diantara keduanya.
Sebenarnya, Jovan mempunya 3 sahabat selama ini. Dua orang laki-laki yang bernama Wily dan Ismail, yang lebih suka dipanggil Isma, serta satu lagi yaitu Gina.
Mereka terlihat kompak sejak duduk di bangku smp. Meskipun tidak satu kelas, tapi kedekatan mereka tidak diragukan lagi.
Kembali ke pembahasan Varo dan Vani di sore itu.
"memangnya kenapa kalau ayah ketemu sama tante Gina kak?" tanya Vani
"aku nggak suka bun, sama kayak bunda telponan sama Yudha-Yudha itu. Rasanya aku nggak suka deh" jawab Varo sambil merajuk.
Bagaimanapun tajamnya feeling dari sulungnya ini, Varo tetaplah anak kecil yang suka merajuk.
__ADS_1
Melihat itu Vani hanya geleng-geleng kepala saja. Lalu memeluk sang buah hati.
"kakak nggak usah khawatir, bunda sama om Yudha, terus ayah sama tante Gina itu cuma berteman saja. Kayak kakak yang juga berteman dengan teman-temannya kakak di sekolah. Begitu" Vani menjelaskan dengan lembut agar tidak ada acara merajuk lagi dari putra sulungnya ini.
Mengingat kembali perkataan Varo tentang Gina yang menemui suaminya, pqsti akan dia bahas lagi dengan suaminya saat pulang ke rumah nanti.
Setelah beberapa lama bersama Vari dikamarnya, Vani memutuskan untuk turun ke lantai satu. Melihat keadaan sekalian menyapa saudara-saudaranya.
Saat baru saja menginjakkan kaki di lantai bawah, terdengar suara orang uluk salam.
Beranjak ke ruang tamu, ternyata itu adalah si kembar yang baru pulang dari camping.
"assalamualaikum" kata mereka kompak.
"waalaikumsalam.. sudah pulang dek?" tanya Vani.
"barusan nyampek mbak. Mbak pasti sudah lama ya?" tanya Zi.
"iya, sudah daritadi pagi mbak nyampek sini. kalian sudah pada makan apa belum nih?" tanya Vani.
"Sebenarnya sih tadi sudah mbak, tapi kok sudah lapar lagi yah" jawab Za yang sudah duduk di ruang tamu.
"Gimana kalau kalian mandi aja dulu ya. Pasti kan capek tuh abis camping. Makannya nanti saja sekalian makan malam" kata Vani sambil tersenyum.
"yah .. tau gitu nggak usah nawarin makan mbk." kata Za bercanda
"haha. ya memang seharusnya kan mandi dulu. Memangnya ada acara apa sih kok sekolah kalian ngadain camping?" tanya Vani.
"iya mbk, sebentar lagi kan mau ujian semester tuh. Jadi pihak ekskul pramuka tuh nyempatin buat ngambil nilai dari teori yang selama ini kita pelajari buat kita praktekkan langsung, jadi ya acaranya harus sebelum ujian deh.' jawab Za
"abis acara camping ini, ekskul pramuka libur sampai tahun ajaran baru mbak" lanjut Zi.
"ooo, gitu. Yaudah kalian beres-beres dulu aja gih. Mandi, terus diberesin juga tuh peralatannya" kata Vani.
"oke boss" jawab mereka kompak lalu tertawa.
Selanjutnya mereka benar-benar beranjak setelah beberapa lama beristirahat diruang tamu.
****
Vani masih betah duduk sendirian di ruang tamu sambil membuka akun sosmednya, sementara suaminya masih di atas bersama Varo yang tadi sedang main puzle saat Vani meninggalkannya.
Dan Vera masih betah di kamar Aish. Terdengar mereka sedang bercanda. Suata tertawanya sampai terdengar ke tempat Vani.
Sampai terdengar adzan Maghrib berkumandang, dia masih duduk sendirian si ruang tamu.
__ADS_1
Akhirnya dia memutuskan menuju ke kamarnya kembali untuk menunaikan ibadah bersama suaminya.