
Vee sangat bahagia hari ini, apalagi saat Yudha memberinya hadiah sebuah tas kecil bermotif bunga matahari.
"Kamu senang hari ini Vee?" tanya Yudha yang melihat Vee sudah lemas di pangkuan bundanya.
"He em. Makasih papa Yudha" kata Vee yang sudah mengantuk.
"Kamu terlalu manjain Vee" protes Vani.
"It's ok Van. Mereka senang kok" balas Yudha.
"Tapi aku nggak suka mas, nanti mereka jadi anak yang suka maksa kalau mau apa-apa" kata Vani.
"Nggak lah, cuma sekali-sekali saja kok. Sudah mau sampai, kamu jangan berisik biarin Vee tidur. Lihat Varo malah sudah duluan tidurnya" kata Yudha yang mendapati Varo sudah tertidur saat dilihat dari spion mobilnya.
"Cg, kamu nih" decak Vani sedikit tidak suka.
Mereka sampai dirumah pukul delapan malam, seharian Yudha mengajak Varo dan Vee ke taman bermain. Mereka bermain sepuasnya, memang tujuan Yudha membahagiakan mereka berdua, eh tidak juga, sebenarnya Yudha juga ingin membahagiakan Vani.
"Aku bangunin Varo ya?" tanya Vani saat mereka baru sampai di halaman rumahnya.
"Nggak usah, biar aku gending saja ke dalam" kata Yudha.
Jadilah Yudha menggendong Varo dan Vani menggendong Vee. Vani menunjukkan letak kamar Varo yang sudah tidur sendiri, sedangkan Vee dibawa masuk ke kamar Vani.
Yudha sedikit mengamati kamar Varo, tidak terlalu luas, tapi cukup nyaman dengan banyak ornamen spider man. Pasti dia menyukai karakter itu, suatu saat Yudha akan membelikan hadiah dengan karakter spider man untuk Varo. Anak lelaki itu cukup sulit untuk ditaklukkan.
"Kamu mau duduk dulu? biar aku buatkan kopi kalau kamu mau" kata Vani menawari Yudha untuk mampir.
"Enggak deh, makasih. Aku pulang saja, sudah malam juga"Kata Yudha dengan senyum mengembang melihat wajah pujaan hatinya.
"Ok, hati-hati ya" kata Vani.
Yudha pulang dengan hati riang, seharian berdrama sebagai keluarga bahagia membuat moodnya naik dua ratus persen. Pasti nanti dia akan bermimpi indah.
β β β
Siang ini Vani akan mampir untuk belanja keperluan dapur yang sudah mulai habis sebelum menjemput anaknya pulang sekolah. Dia menuju super market langganannya untuk belanja.
Memang letaknya cukup jauh dari rumahnya, jadi dia segera berangkat agar tidak terlambat saat menjemput anaknya nanti.
Setelah selesai dengan acara belanjanya, Vani sudah duduk diatas motornya. Melihat jam tangannya, masih ada waktu setengah jam untuk bergegas ke sekolah Varo sebelum dia pulang.
Entah cobaan apalagi, seseorang menendang bagian belakang motornya hingga dia jatuh ke samping. Kaki kanannya tertindih badan motor yang terjatuh, Vani sedikit mengaduh. Sebenarnya tidak terlalu sakit, hanya saja dia sangat kaget.
"Ada apa sih?" tanya Vani lebih ke diri sendiri.
Vani berusaha berdiri sendiri, suasana sekitarnya yang cukup sepi hingga tidak ada yang menolongnya. Meski dengan menggerutu, dia berhasil.
"Itu peringatan kecil buat kamu, wanita ****** pengganggu rumah tangga orang" teriak Bella, rupanya dia lagi yang mencari masalah dengan Vani.
__ADS_1
"Mulut kamu ini benar-benar minta di lakban ya, atau dijahit saja sekalian biar nggak bisa ngomong jelek sama orang" balas Vani meledek Bella.
"Sudah dong sayang, ayo kita pergi. Kamu ada masalah apa sih sama wanita ini?" tanya Dave, rupanya Bella menghabiskan waktunya dengan Dave beberapa hari ini.
"Kamu ini, ngatain orang lain ******, padahal itu cerminan dari diri kamu sendiri" ucap Vani sambil membereskan belanjaannya.
Bella tidak suka mendengar ucapan Vani barusan, memang benar dia suka gonta-ganti pasangan, tapi itu atas dasar suka sama suka. Dia tidak menjual dirinya, tapi apa perbuatan seperti itu bisa dibenarkan?
Tentu bisa, jika Bella yang menjawabnya.
"Jaga mulut kotor kamu ya pelacur, saya tidak pernah menjual tubuh saya sama pria lain" kata Bella yang menarik helm Vani.
Merasa terpojok, Vani melepas pengait helmnya hingga terlepas saat Bella menariknya. Sedikit lagi helm itu pasti mengenai wajahnya jika Dave tidak sigap membantu Bella.
"Sialan kamu memang" teriak Bella sambil membanting helm Vani ke sembarang arah.
"Masalah kamu sama saya itu apa sih? Suka sekali cari ribut" kata Vani sedikit mendongak, karena memang tingginya jauh dibawah Bella yang memakai high heels disetiap kesempatan.
Dave melihat Vani yang memarahi Bella, dia tidak begitu memperhatikan Vani saat tadi memunggunginya sambil memakai helm. Apalagi Vani yang memakai baju gamis longgar, sangat jauh dari tipenya yang menyukai keseksian dan kesempurnaan body.
Tipenya adalah yang seperti Bella, tubuh tinggi semampai dengan lekuk tubuh yang sempurna. Memakai pakaian ketat dan terbuka, sangat seksi di matanya.
Tapi saat Vani menoleh dan memperlihatkan wajah manisnya, sepertinya dia tertarik untuk memperhatikan isi dalam tubuh Vani yang sebenarnya sudah tertutup sempurna.
"Manis juga" gumam Dave saat melihat Vani marah-marah.
"Kamu tanya masalah apa? Kamu jauhi suami saya, kamu merusak kebahagiaan kami" kata Bella.
Sebenarnya Vani kasihan juga pada Bella, sesama wanita pasti tahu rasanya cemburu. Sama sepertinya saat Gina mencari perhatian Jovan. Pasti ada rasa aneh dalam hatinya yang meletup-letup.
"May I help you?" tanya Dave yang melihat Vani kesusahan memasang kaca helmnya yang terlepas.
"Tidak usah, terimakasih" kata Vani yang malah melepas kaca helmnya, dan menyimpannya di bawah jok motornya.
Bella tidak suka melihat keramahan Dave, dia menarik tangan Dave untuk menjauhi Vani.
"Ingat ya wanita ******, jangan lagi ganggu Yudha" kata Bella mendorong pundak Vani yang sudah kembali duduk diatas motornya.
Vani sedikit oleng, dia tidak siap mendapat dorongan lagi saat akan menghidupkan motornya. Beruntung Dave juga sigap membantu Vani agar tidak sampai terjatuh.
Cukup sudah kesabaran Vani menghadapi Bella, Sekarang dia turun dari motornya dan menghampiri Bella. Dia sudah siap satu lawan satu.
"Kamu yang memulainya, ya" kata Vani menarik rambut Bella.
Bella terjatuh saat Vani juga menjegal kakinya, sepertinya kakinya terkilir kali ini. Dia sudah tidak sanggup berdiri.
"Auh, dasar wanita bar-bar. Aduuh, kakiku sangat sakit Dave" rengek Bella.
"Kalau cuma segitu kemampuan kamu, lebih baik kamu berpikir dua kali. Dasar wanita manja" kata Vani.
__ADS_1
Dave mendecak berat, baru kali ini dia melihat dua orang wanita bertengkar. Dia tidak menyangka jika dibalik wajah manis Vani ada kekuatan bertahan yang luar biasa.
Orang-orang mulai berkerumun melihat keributan itu. Tapi Vani segera menuju ke motornya dan sudah akan pergi karena waktunya habis terbuang untuk meladeni Bella.
"Dasar wanita manja" kata Vani yang masih sempat meledek Bella sebelum akhirnya benar-benar pergi.
Dave sedikit menyunggingkan senyum melihat kelakuan Vani yang menurutnya lucu. Tapi kali ini dia fokuskan diri untuk membantu Bella berdiri.
"Sakit sekali Dave, bagaimana kalau sampai patah tulang? Aku harus melaporkan dia ke polisi" kata Bella yang berada dalam gendongan Dave menuju ke mobilnya.
"Kita periksakan kaki kamu ke rumah sakit dulu ya. Besok kamu sudah harus kembali ke Thailand kan?" tanya Dave yang hanya dijawab anggukan kepala Bella.
"Sebenarnya apa masalah kamu sama wanita itu?" tanya Dave saat mereka sudah ada didalam mobilnya.
"Dia itu merebut suami aku" kata Bella.
"Bukankan kamu masih sama suami kamu? Jadi, bagaimana sebenarnya?" tanya Dave.
"Entahlah, semuanya sangat rumit. Yang jelas aku benci dia" kata Bella.
***
"Huft, hampir saja terlambat" keluh Vani saat mematikan mesin motornya didepan sekolah Vee.
"Habis belanja ya?" tanya Tita yang juga menjemput Hilda
"Eh, iya Ta. Aku kangen deh sama kamu. Pengen cerita-cerita" kata Vani yang merasa sudah lama sekali tidak bertemu dengan sahabatnya itu.
"Iya, kamu kan kerja ya. Kita jadi jarang bertemu" kata Tita.
"Aku sudah jadi pengangguran lagi, Ta" jawab Vani.
"Oh, iya. Kok bisa?" tanya Tita.
"Nanti kapan-kapan kita ngobrol ya. Pasti aku punya banyak waktu untuk ke depannya" kata Vani yang melihat anak-anak sudah keluar dari gedung sekolahnya.
"Iya, aku tunggu cerita kamu deh" kata Tita ramah seperti biasanya, Vani sangat suka dengan keramahan sahabatnya itu.
.
.
.
Jangan lupa klik tombol like nya yaa...
komen juga dipersilahkan..
ditambah vote malah jadi tambah semangat update...
__ADS_1
Ada juga karya aku yang lainnya, judulnya Cantik, kok minder?
Bisa juga dibaca sambil nunggu update disiniπ€π€π€π€π€ Terimakasih