
Bella meninggalkan Yudha dengan perasaan tak menentu. Nyatanya semua cintanya dibalas seperti ini oleh Yudha.
Air matanya terus mengalir hingga matanya sembab. Dia tak pernah menyangka jika Yudha melakukan semua ini padanya. Dia sudah tidak perduli, sekarang dia ingin kembali saja ke dunianya. Tanpa memperdulikan Yudha.
Disisi lain, berkali-kali Yudha menghubungi Vani, tapi wanita itu tidak menggubrisnya. Bahkan ponselnya kini diluar service area.
Yudha mendesah, dia tidak sanggup untuk kehilangan Vani lagi. Sekarang dia ingin mengunjungi kediaman Vani.
★★★★★
"Kok balik lagi bun?" tanya Jovan yang melihat Vani memasuki rumahnya.
"Iya, kayaknya aku bakalan jadi pengangguran lagi deh yah" kata Vani.
"Kamu keluar dari kerjaan?" tanya Jovan.
"Iya" jawab Vani.
"Ya nggak apa-apa sih bun. Malah enak kan waktu kamu full buat anak-anak" kata Jovan senang, karena Vani bisa lepas dari Yudha.
"Iya" jawab Vani singkat. Dia masih terlalu malas untuk membahas sesuatu.
"Memangnya ada masalah apa kamu sampai keluar dari kerjaan?" tanya Jovan yang penasaran.
"Kita bicarakan lain waktu saja yah, aku sedang malas banget hari ini" kata Vani mencari alasan, Jovan hanya menuruti saja keinginan Vani.
Saat keluarga Vani sedang menikmati kebersamaannya, Yudha hanya bisa menahan keinginannya untuk mengunjungi Vani. Dia hanya memperhatikan kediaman Vani dari jauh. Biar esok hari saat Jovan sudah kembali dia akan mengunjungi Vani.
Sedangkan Bella berencana kembali ke apartemennya di Thailand hari ini juga. Dia sudah tidak tahan lagi dengan tingkah laku Yudha.
Tapi dia juga tidak mau meninggalkan Yudha, apalagi menceraikannya. Rasa cinta dihatinya sudah membuatnya menjadi wanita yang bodoh.
"Kamu masih mau bertahan disisinya, Bella?" tanya asistennya yang merasa kasihan melihat keadaan Bella.
"Aku benar-benar mencintainya" kata Bella sambil mengusap air matanya yang lagi-lagi jatuh.
"Tapi dia tak pernah menganggapmu ada" kata asistennya lagi.
"Aku tidak perduli, biarkan saja. Aku akan kembali ke duniaku, biarkan dia dengan dunianya. Aku malas untuk berdebat dengannya" kata Bella.
__ADS_1
Bella sedang berada disebuah club malam kali ini. Ditemani sang asisten, Bella sudah berulang kali menenggak minumannya sambil terus berbicara tentang kegagalan rumah tangganya dengan suami tercintanya.
Sang asisten mendengarkan dengan baik meskipun keduanya sudah sama-sama sedikit teler. Sudah menjadi hobi bagi Bella mengunjungi club malam seperti ini.
Seorang pria datang menghampiri meja Bella, pria yang tampan dan berkelas. Sepertinya baru saja memasuki club ini, terlihat dia masih segar, belum bau alkohol.
"Hai cantik, boleh bergabung?" tanya pria itu yang kini mendekati Bella.
"Yes, of course" kata Bella yang juga tidak keberatan dengan keberadaan pria itu. Bella memberi kode pada asistennya agar pergi.
Asistennya hanya mengangkat bahu, kondisi seperti ini yang membuat Bella mudah diserang lelaki casanova. Dia tahu apa yang akan terjadi setelah ini, pasti mereka berdua akan mengakhiri malam panjangnya dengan *******.
"Nama saya Dave" kata pria itu mengulurkan tangannya.
"What a good name" kata Bella sambil tertawa.
"Siapa namamu, cantik?" tanya Dave.
" Bella" jawab Bella.
"Nama yang cantik, secantik orangnya" kata Dave memuji kecantikan Bella. Dave mengambil tangan Bella dan mencium punggung tangannya dengan ekor mata yang tidak pernah lepas dari Bella, seperti serigala kelaparan yang menemukan santapannya.
"Oh, thank you" jawab Bella dengan senyuman yang menawan.
Seperti yang sudah bisa diduga, Bella mengakhiri malam panjangnya dengan Dave yang sama-sama mabuk. Asistennya masih setia dengan menyewa kamar disebelah Bella. Selalu seperti itu.
Dave bangun lebih dulu, senyumnya masih saja terukir mengingat percintaan mereka malam tadi. Bella sungguh cantik meskipun tanpa busana seperti ini.
Tangan jahilnya telah berhasil mengambil beberapa foto Bella dalam berbagai pose. Karena Bella yang sudah sangat mabuk dari semalam, dia tidak sadar dengan apa yang Dave lakukan padanya.
"You are so beautiful, babe. Sepagi ini aku sudah ingin menerkammu lagi" kata Dave yang mulai menyerang Bella yang masih tertidur.
Bella yang merasa mendapatkan kejutan pagi dari lawan mainnya, tetap saja mendesah lagi meskipun matanya masih tertutup sempurna. Dave tetap menjalankan keinginannya hingga hasratnya tercapai lagi. Baru kali ini Dave menemukan partner ranjang yang bisa memuaskannya.
Seolah Dave selalu ingin lagi, lagi dan lagi untuk melakukannya dengan Bella. Tapi melihat waktu yang sudah semakin berlalu, mataharipun sudah meninggi. Dave harus rela melepaskan wanitanya untuk saat ini.
Dia menuliskan nomor hapenya disecarik kertas dan diletakkan diatas meja. Berharap nanti saat Bella bangun, dia mau menyimpan nomornya.
Dave harus bekerja hari ini, mau tidak mau, dia harus segera meninggalkan Bella yang masih tertidur.
__ADS_1
★★★★★
Yudha tak mendapati istrinya pulang sejak semalam. Sebenarnya dia tahu kemana tujuan Bella saat sedang tidak baik-baik saja. Tidak sulit untuk Yudha bisa menemukan Bella. Pagi ini dia sudah bisa mengetahui keberadaan Bella. Sesuai informasi yang didapatnya, dia bergegas menemui sang istri.
Disinilah dia sekarang, didepan sebuah club yang masih tutup. Tapi Yudha yakin didalamnya ada berbagai aktivitas.
Yudha memasuki club itu untuk mencari keberadaan Bella, tapi tentu saja orang-orang disana melarangnya untuk masuk.
"Disini masih tutup, pak. Terlalu pagi untuk datang di sebuah club malam. Datanglah lagi nanti malam" kata seorang penjaga keamanan disana.
"Bantu saya menemukan kamar seseorang" kata Yudha menyerahkan heberapa lembar uang berwarna merah pada penjaga itu.
"Oh, tentu. Tunjukkan pada saya seperti apa orangnya" kata petugas itu dengan mata berbinar karena melihat uang. Dia menarik paksa beberapa lembar uang dari tangan Yudha yang disodorkan dengan senyum menyeriangai.
Yudha mengeluarkan ponselnya, menunjukkan foto Bella pada petugas itu. Setelah mengamati dengan baik selama beberapa saat. Dia ingat rupanya dengan siapa Bella bermalam.
"Mari saya tunjukkan pak, tapi janji jangan buat keributan" kata petugas itu.
"Oke" jawab Yudha singkat.
Petugas itu menunjukkan kamar Bella, dan meninggalkan Yudha didepannya setelah memberitahu kode akses untuk membuka pintu kamar itu.
Pemandangan tak biasa tampak didepan matanya, Bella masih terlelap dengan seorang pria yang memeluknya. Keduanya masih memejamkan mata, bau alkohol sangat menusuk hidung di ruangan itu.
Yudha tidak berniat membangunkan keduanya, dia hanya mengambil beberapa foto saja. Lalu keluar lagi setelahnya. Sepertinya Yudha mengenal siapa laki-laki yang sedang bersama Bella sekarang.
Dia benar-benar pergi setelahnya, membiarkan Bella menghabiskan waktu dengan laki-laki itu. Sebenarnya rasa amarah sedang menguasai hatinya. Tapi dia akan membalas perbuatan Bella sesuai keinginannya sendiri nantinya.
Yudha sudah menyusun beberapa rencana untuk sedikit memberi pelajaran pada istri nakalnya itu.
★★★★★
Bella tersadar saat matahari sudah meninggi, jika bukan karena rasa lapar di perutnya, pasti dia masih tidak mau bangun.
Perutnya bergejolak, sisa mabuk semalam membuatnya merasa ingin muntah. Saat rasa itu tidak bisa ditahannya, diapun berlari menuju toilet untuk mengeluarkan semua isi dalam perutnya. Setelahnya, diapun mandi untuk menyegarkan badannya.
Saat dia keluar dari kamar mandi, dengan masih mengenakan bathrobe dan juga handuk dikepalanya, dia mendapati secarik kertas diatas nakas. Sebuah nomer telpon dan nama pemiliknya. Senyumnya terukir saat melihat itu, dan dia menyimpan nomor Dave di ponselnya. Dia akan menghubunginya nanti saat ada waktu senggang.
.
__ADS_1
.
.