Aku Setia, Sumpah!!

Aku Setia, Sumpah!!
sedih


__ADS_3

Don't go tonight


Stay here one more time


Remind me what it's like, oh


And let's fall in love one more time


I need you now by my side


It tears me up when you turn me down


I'm begging please, just stick around


I'm sorry, don't leave me, I want you here with me


I know that your love is gone


I can't breathe, I'm so weak, I know this isn't easy


Don't tell me that your love is gone


That your love is gone


I'm sorry, don't leave me, I want you here with me


I know that your love is gone


I can't breathe, I'm so weak, I know this isn't easy


Don't tell me that your love is gone


That your love is gone


Don't tell me that your love is gone


That your love is gone


Don't tell me that your love is gone


That your love is gone


That your love is gone


I know this isn't easy (easy)

__ADS_1


*That your love is gone


by " Slander*"


Lagu melow yang sangat cocok dengan keadaan Yudha dan Vani sore ini.


Dan Yudha benar-benar mendengarkan dan menghayati lagu sedih itu. Sangat terasa pas di hatinya.


Air matanya tak terasa ikut menetes dengan penghayatannya pada setiap baitnya.


Yudha kembali harus merelakan kebahagiaannya. Dulu untuk papanya yang gila harta, sekarang untuk kekasihnya yang telah bersuami.


Moodnya langsung buruk saat ini. Diapun memutuskan untuk bermalam di hotelnya dan mengunjungi club yang tersedia di rooftop yang dikhususkan untuk pengguna kamar vip dan tamu anggotanya saja.


Tidak banyak yang tahu kalau di hotel itu juga tersedia club semacam itu. Hanya untuk pelanggan spesial si hotelnya.


Tidak berbeda jauh dengan Yudha, Vanipun merasa hatinya tak karuan saat ini. Pembicaraannya dengan Yudha beberapa saat yang lalu telah mengusik hati tentang kisah lamanya.


Tapi jalan berbeda ditempuh Vani untuk menenangkan hatinya. Hanya dengan berlama-lama bersujud diatas sajadahnya. Dia berharap hatinya kembali tenang untuk menyambut hari esok.


******


Di tempat lain, Yudha sudah beberapa kali menenggak minuman keras yang diracikkan khusus untuknya oleh bartender.


Teringat oleh Yudha tentang kata-kata Vani tadi siang saat Yudha menanyakan alasan mengapa Vani menerima Jovan sebagai suaminya.


Sebenarnya Yudha tidak terima kalau harus disamakan dengan orang lain. Tapi dia tidak bisa berbuat apapun karena ini adalah pendapat Vani.


Ya!! secinta itulah Yudha pada Vani. Meskipun tidak bisa memilikinya, tapi Yudha masih tetap akan berusaha untuk menjaga dan melindungi wanita kesayangannya itu.


Cinta tak harus memiliki.


Pepatah kuno yang sebenarnya sangat Yudha benci, tapi harus dia lakukan untuk saat ini.


Dulu dia dan Vani bagaikan Desember ke Januari, sangat dekat dan hanya terpisah oleh tahun.


Tapi sekarang dia seperti Januari ke Desember, sangat jauh meskipun berada pada angka tahun yang sama.


Perubahan mood Yudha menyebabkan sikapnya menjadi berubah lebih dingin. Hal ini disadari oleh Akbar, sang asisten Yudha yang setia.


Jadi tanpa disuruh, Akbar kini sedang menunggui bosnya yang sudah mabuk itu di meja lain di dekat sang atasan duduk.


Dari pengamatannya, saat ini Yudha sudah dalam level mabuk berat karena sudah nyerocos tidak aturan.


Akbarpun mendekati bosnya. Duduk di hadapan Yudha dan bersiap untuk membopong Yudha ke kamar pribadinya.

__ADS_1


Dan setelah benar-benar teler, Akbar membantu Yudha berdiri dan membopongnya menuju ke kamarnya.


Beberapa kali Akbar mendengar kata-kata Yudha yang tidak terima disamakan dengan orang yang bernama Jovan.


Dan tanpa diminta, Yudha menceritakan uneg-uneg di hatinya kepada Akbar. Dan diapun menyimak tanpa menyela sedikitpun sampai mereka berdua tiba di dalam kamar pribadi Yudha.


Akbar tidak mengira bahwa bosnya itu mempunya masa lalu yang cukup rumit. Dikiranya bosnya itu adalah orang yang sangat beruntung karena mempunyai harta yang sangat banyak, istri yang sangat cantik, dan keluarga yang saling menyayangi.


Tapi ternyata dibalik semua itu ternyata ada kesedihan yang harus dirasakan karena hati yang terluka karena cinta.


Ah... cinta memang tidak bisa memandang pada siapa akan berlabuh. Ada wanita sempurna disisinya, malah bosnya itu mencintai wanita lain yang sangat jauh berbeda baik dari segi penampilan maupun status sosial.


Yudha langsung tertidur setelah sampai dan direbahkan di kasur empuknya. Pasti besok kepalanya masih terasa pusing. Dan pasti besok Akbar akan bertambah sibuk dengan urusan kantor.


Imbas dari segala musibah bos adalah bawahan yang bertambah sibuk.


*****


Sedangkan di tempat lain, Vani juga masih terus setia dengan sujudnya untuk memantapkan hati hanya untuk suaminya.


Suaminya adalah satu-satunya orang yang harus ada di hatinya.


Mengahadapi kesedihan yang sama dalam waktu yang berbeda. Dulu, saat Yudha tiba-tiba menghilang, butuh waktu lama bagi Vani untuk bisa kembali membuka hati untuk pria lain.


Pasalnya, Yudha adalah cinta pertamanya. Dan disaat bunga asmara itu baru bisa tumbuh dan bersemi, Vani juga harus merasakan pahitnya ditinggal calon kekasihnya karena keadaan.


Vani mengira dulu karena selisih usia yang cukup jauh menyebabkan Yudha risih jika harus berhubungan serius dengan Vani, Jadi dia memutuskan untuk mencari pria yang lebih muda darinya untuk dijadikan pendamping hidupnya.


Tapi setelah kini ia tahu kebenarannya, sudah sangat terlambat untuk hanya bisa bermimpi bisa bersama dengan Yudha.


Masa lalunya tidak akan bisa mengubah keadaan. Dan masa depannya adalah Jovan dan kedua anaknya.


Tidak!!!


Sudah seharusnya nama Yudha terhapus dari hati Vani. Tapi sangat sulit, biarlah nama itu tetap tersimpan sebagai kenangan indah masa lalu.


Toh memang hati seperti kertas, yang apabila sudah diremas, lalu dikembalikan lagi ke bentuk semula dengan cara apapun pasti tetap meninggalkan jejak.


Sudah seharusnya lembaran kisahnya dengan Yudha hanya menjadi kenangan. Dan lembaran barunya adalah dengan Jovan. Lelaki yang kini menjadi tulang punggung keluarganya.


Dan di masa depan, biarlah jika memang Yudha ditakdirkan kembali. Pertemanan adalah hal terbaik bagi semua pihak. Atau bahkan bisa menjadi ikatan persaudaraan?


Bukankah semua orang bisa menjadi saudara meskipun tidak mempunyai ikatan darah?


Bahkan banyak yang punya ikatan darah, malah saling memusuhi. Dan yang tidak punya ikatan darah malah rasa persaudaraannya lebih terasa.

__ADS_1


Ya.. Memang keputusan terbaik bukanlah mementingkan ego diri sendiri. Kepentingan bersama harus lebih diutamakan.


Semoga Yudha juga bisa menerima kenyataan seperti ini.


__ADS_2