Aku Setia, Sumpah!!

Aku Setia, Sumpah!!
Terpancing


__ADS_3

*Hati adalah seonggok daging yang sangat sensitif. Sekali ada sesuatu menyentuhnya, pasti akan dikenang selamanya.


Bagi seorang wanita, logika akan terkalahkan dengan hati.


Sekali ada yang menyentuhnya, akan teringat selamanya.


Entah itu hal yang indah, maupun hal yang buruk.


Seperti kertas yang kosong, seperti itulah hati. Saat kita salah menulis kesalahan diatasnya, lalu kita menghapusnya, tidak akan kembali bersih seperti semula.


Apalagi jika kita meremasnya, lalu kita berusaha memperbaikinya. Tetap tidak akan sama seperti semula.


Begitu pula saat kita melukis sesuatu yang indah diatasnya, semua itu akan menjadi kenangan yang terlukis indah selamanya.


Hati perempuan sangat riskan. Mudah hancur, mudah diperbaiki, mudah marah, mudah memaafkan.


Tapi apabila sudah tertulis sesuatu diatasnya, akan sulit untuk menghapusnya*.


***************


Gina sangat menantikan hari ini sejak beberapa hari yang lalu.


Hari dimana kawannya yang bernama Fahmi akan membantunya melancarkan misinya untuk mendapatkan Jovan.


Jovan yang sudah sangat mempercayai Gina untuk hal Investasi yang sudah dia rencanakan jauh-jauh hari itu juga merasa senang karena ada Gina yang bersedia membantunya.


Walaupun sebenarnya dia tidak tahu rencana busuk dibelakangnya yang telah disiapkan dengan sangat matang oleh sahabatnya itu.


Tidak sedikit cuan yang dihabiskan Gina untuk melancarkan aksinya ini. Karena memang sebenarnya Gina memang berasal dari keluarga berada. Dan juga diapun berpenghasilan lumayan. Jadi, demi untuk kelancaran aksinya ini, dia rela menghabiskan banyak uangnya untuk sahabat yang telah dia cintai itu.


Siang ini, di jam istirahat para murid, Gina menghubungi Jovan lagi. Lewat chatting dia mengabari bahwa rekan bisnisnya akan datang ke kota Pesisir untuk teken kontrak.


"Jangan lupa nanti sore ketemuan sama rekan aku buat tandatangan kontrak yaa" ✓


Beberapa saat menunggu, akhirnya Jovan membalas dengan sangat singkat.


"ya" ✓


Gina mencebik melihat balasan yang sangat singkat dari lelaki pilihan hatinya itu. Tapi entah mengapa dia tidak bisa marah padanya, hati mengalahkan logika.


Saat ini yang sedang terjadi, Jovan sedang makan siang bersama rekan-rekan kerjanya, mereka makan bersama dengan menu nasi bungkus setelah mengikuti brifing.


Sore ini dia sudah meluangkan sedikit waktunya untuk bisa bertemu dengan teman Gina yang katanya punya perusahaan meubel yang sedang berkembang, entahlah, nanti dia akan mendengar sendiri bagaimana rencana investasi yang akan dia lakukan ke depannya.


Tak luput dari itu semua, mata-mata Akbar masih setia mengekor kemanapun Jovan pergi. Dan rencana kedua sahabat itu sudah terdengar ditelinga Akbar, berikut keinginan tersembunyi dibalik kebaikan Ginapun sudah Akbar ketahui berkat orang suruhannya yang benar-benar ahli dibidang kuntit-menguntit.

__ADS_1


Dan siang ini, sebelum pertemuan itu terjadi, Akbar akan memberitahukan pada Yudha semua informasi yang telah berhasil dia dapatkan selama menguntit dua sahabat itu.


*****


Di kantor kawasan hotel The Empire,


Tok.. Tok.. Tok..


Akbar mengetuk pintu ruangan Yudha, dan masuk setelah mendapat persetujuan dari sang pemilik ruangan.


Terlihat Yudha sedang sibuk dengan perangkat komputer di depannya. Memang beberapa hari ini sangat sibuk dengan urusan pembukaan cabang hotel yang akan dilakukan bulan depan di kota Solo.


"Permisi pak, saya mau melaporkan tentang pak Jovan" kata Akbar membuat Yudha mendongakkan kepalanya untuk menyimak berita itu.


"Apa yang sudah kamu dapatkan?"


"Semua informasi mengenai latar belakang prang itu ada si dalam map ini pak, semua informasi formal maupun pribadinya sudah saya rekap dalam kertas ini" kata Akbar sambil menyerahkan sebuah map merah berisi data-data Jovan.


Yudha menerimanya dengan malas, tidak berniat membacanya dulu. Dan ia pun meletakkan map itu di atas mejanya.


"Selain itu ada lagi?" tanya Yudha.


"Ada pak, jadi pria itu di kota Pesisir sedang dekat dengan seorang qanita bernama Gina. Dari informasi yang saya dapat, Gina ini adalah sahabat Jovan sejak masih SMP. Dan sekarang mereka sering bertemu karena Gina ini adalah seorang guru yang sedang menjalani tugas mengajar di kota Pesisir"


"Seberapa sering merek berinteraksi?" tanya Yudha.


"Menurutmu apakah rencana itu murni pekerjaan atau ada hal lain?"


"Informan saya memberitahu bahwa Gina ini ingin menjadikan Jovan suaminya pak, dan sepertinya investasi ini hanyalah akal busuk perempuan itu untuk menjadikan jalannya" kata Akbar.


"hahaha.. sampai sedetail itu kamu mengetahuinya Bar? Tidak salah aku percaya sama kamu. Tapi saya jadi penasaran bagaimana kamu bisa tahu isi hati wanita itu Bar?" tanya Yudha.


"Terimakasih pak, informan saya sampai berjaga di rumah mereka pak untuk mendapat informasi penting" kata Akbar datar.


"Hengmh ... Sangat memuaskan kinerja kalian. Baiklah biarkan dulu, kita lihat nanti apa yang akan terjadi".


"Maaf pak, kalau boleh saya tahu, untuk apa semua informasi ini pak?"


"Sudahlah kamu tidak perlu tahu. Ini hanya masalah hati, Bar. Makanya kamu carilah perempuan untuk dikadikan pacar agar kau tahu rasanya jatuh cinta"


Akbar hanya terbengong dengan ucapan Yudha, "apa hubungannya denganku yang jomblo?" Akbar hanya bisa membatin dan mengiyakan ucapan bosnya itu.


********


Jam pulang kantor di kota Pesisir. Jovan sudah duduk manis bersama Gina di sebuah cafe sedang menunggu rekan Gina datang.

__ADS_1


Mereka sendiri sudah memesan minuman dan beberapa camilan, dan sudah mereka nikmati sejak beberapa menit yang lalu.


"Kamu yakin ini aman kan Gin?" tanya Jovan.


"Aman dong, masak iya aku mau bohongin kamu sih Jo" kata Gina meyakinkan Jovan kembali.


"Yasudah kita lihat isi surat perjanjiannya dulu ya nanti. Soalnya duit segini ini menurut aku yang pas-pasan kan masuk dalam kategori banyak Gin"


"Iya, kamu pahami dulu isi surat perjanjiannya yaa"


Terlihat dua orang datang menghampiri meja Jovan. Salah satunya langsung menyapa Gina dengan ramah, sepertinya sudah sangat akrab.


"Hai Gin, maaf nunggu lama ya. Soalnya tadi dari Malang langsung kesini" kata orang itu sambil menyalami Gina.


"iya nggak apa-apa Fian. Kenalin ini Jovan, orang yang aku ceritain sama kamu itu, yang berencana mai berinvestasi di perusahaan kamu" kata Gina.


"Jovan" kata Jovan singkat sambil menyalami pria itu.


"Saya Fian" sapa pria ini ramah sambil menjabat tangan Jovan.


"Ayo duduk dulu, maaf yang itu siapa Fian" tanya Gina.


"oh iya, ini Malik, sekretarisku" kata Fian sambil duduk.


"Baiklah langsung kita mulai ya pak Jovan. Jadi perusahaan saya ini bergerak di bidang kosmetik lokal dan tergolong masih baru. Tapi sudah mulai mendapatkan pasar yang lumayan luas sampai di beberapa kota besar lainnya. Untuk itu, saya mengajukan proposal saya supaya bapak bisa pelajari dan pahami agar rencana penyuntikan dana yang akan kita lakukan bisa terlaksana dengan baik" Kata Fian sambil menyodorkan map berisi data perusahaannya.


Jovan mengambil map itu dan mulai membacanya dengan baik.


Beberapa saat berlalu, terasa semua informasi data perusahaan itu normal dan mwmang sudah menunjukkan progres yang baik di pasaran.


Jovan mulai tertarik, dan merasa angka pembagian keuntungan juga lumayan.


"Baiklah, menurut saya ini cukup menarik. Lalu seberapa aman dana saya bisa dikembangkan di perusahaan anda pak Fian?" tanya Jovan.


"Bapak tidak perlu khawatir, karena semua produk kami sudah terdaftar di bpom dan sudah teruji secara ilmiah bahwa semua produk kami aman" kata Fian.


"oke. Jadi sudah hampir tiga tahun ya pak perusahaan ini bergerak?"


"iya benar pak. Dan untuk itu kami memerlukan dana tambahan untuk mengembangkan perusahaan ini karena juga sudah banyak permintaan".


"Baiklah, untuk proses selanjutnya bisa kita bicarakan lagi. Saya sepertinya setuju untuk berinvestasi"


"Siap pak. Bapak tinggal tandatangan saja kolom ini"


Dan yaaa...

__ADS_1


Seperti itulah, proses nya sudah selesai. Semua isi dari percakapan mereka sudah sangat bisa diakses oleh Akbar karena ada penyadap yang telah disiapkan dikolong meja mereka.


Akbar selalu bisa diandalkan.


__ADS_2