Aku Setia, Sumpah!!

Aku Setia, Sumpah!!
sedikit cobaan menuju kenikmatan


__ADS_3

Sudah seharian Vani dan keluarga kecilnya berkunjung ke rumah orang tua Jovan.


Selepas isyak, setelah makan malam bersama, mereka berpamitan untuk pulang kembali ke rumah Vani karena besok Senin anak-anaknya harus sekolah, dan Jovan harus kembali ke kota Pesisir untuk bekerja.


Jovan dan Vani mengendarai motor Scoopy merah hitam kesayangan bersama kedua anaknya.


Hal yang biasa bagi Vani menjadi tempat bersandar bagi buah hatinya saat tertidur diperjalanan pulang seperi ini.


Vera digendong dengan gendongan dipundaknya dan bersandar di tangan kiri Vani.


Sedangkan Varo duduk di tengah, diantara Jovan dan Vani, bersandar di tangan kanan Vani.


Jadi selama perjalanan, kedua tangan Vani akan sibuk menjaga kedua anaknya yang tertidur agar aman dan nyaman sampai tujuan.


Empat puluh lima menit berlalu untuk menyusuri jalan pulang ke rumah Vani.


Sampai dirumah, Vani tidak bisa langsung turun dari motor karena menunggu suaminya melepaskan helmnya, kemudian mengangkat Varo untuk dipindahkan ke kamarnya.


Baru setelah itu, Vani turun dan menuju kamarnya sendiri untuk menidurkan Vera.


Setelah membaringkan Vera ditempat yang nyaman, Vani menidurkan dirinya disisi Vera sambil memainkan hape.


Sesaat kemudian, suaminya datang setelah memastikan posisi tidur ternyaman bagi Varo.


Melihat istrinya sedang santai, Jovan segera menghampirinya Ingin rasanya ia segera menumpahkan gejolak di dadanya saat ini juga.


Tapi sepertinya Vani sedang ingin menyampaikan sesuatu.


"yang, tadi ketemuan sama Gina ya?"tanya Vani memulai obrolan.


'Benar kan dugaanku' Jovan mambatin.


"nggak ketemuan bun, cuma tadi nggak sengaja aja ketemu pas kita lagi ke taman" ucap Jovan.


"nggak mungkin, pasti sebenarnya kalian itu udah janjian. Makanya kamu ngelarang aku buat ikut kan alasan sebenarnya biar bisa leluasa ketemu sama Gina kan?" kata Vani mulai ngambek.


huumhh... sabar ... sabar ...


Jovan menyemangati dirinya, karena merayu wanita lagi ngambek itu gampang-gampang susah.


"nggak bun, beneran deh. Kamu cek aja hape aku kalau nggak percaya. Aku beneran ngga janjian sama Gina" jawab Jovan.


"yaudah, kamu bersih-bersih badan dulu aja sana ke kamar mandi. Aku mau cek hape kamu mana?" kata Vani.


"hengmh, baiklah sayangku. Tapi setelah itu jangan harap aku lepasin kamu yaa" kata Jovan.


"udah sana pergi" kata Vani mengusir Jovan.

__ADS_1


Jovan beranjak dari duduknya sambil menyerahkan hapenya pada Vani, lalu dengan cepat mencium bibir istrinya singkat sebelum benar-benar pergi ke kamar mandi.


"apaan sih" kata Vani tapi kemudian tersenyum melihat tingkah suaminya itu.


Mulai membuka smartphone suaminya, dan membuka password yang sudah Vani ketahui.


Mengecek aplikasi wa, riwayat panggilan dan juga sms. Ternyata memang suaminya tidak berbohong.


Sebenarnya Vani tau suaminya itu tidak mungkin menduakannya. Apalagi dengan Gina yang sudah dianggap sahabat selamanya oleh sang suami.


Hanya saja, sedikit merajuk agar diperhatikan bukanlah hal yang melampaui batas kan?


Beberapa menit berlalu, Jovan sudah nampak lebih segar saat memasuki kamarnya. Terlihat beberapa tetes air masih menetes dari ujung-ujung rambut depannya.


"udah bun, gantian sana ke kamar mandi, bersih-bersih" kata Jovan duduk di sebelah istrinya yang sedang tengkurap sambil memainkan ponsel Jovan.


Diliriknya layar ponsel, ternyata sedang membaca novel online di aplikasi biru. Istrinya ternyata mendownload aplikasi novel online saat ia tinggal ke kamar mandi tadi rupanya.


"kan di hape kamu ada bun, ngapain download di hapeku juga sih?" tanya Jovan.


"ya nggak apa-apa kan yah, kalau seandainya hapeku dipinjam anak-anak kan aku bisa pakai hape kamu" jawab Vani.


"kamu sudah hapus ya riwayat panggilan atau chatting kamu sama si Gina itu ya?" tanya Vani memancing keributan.


"apa sih, nggak ada ya aku hapus-hapus riwayat panggilan gitu"jawab Jovan


Jovan geram dengan istrinya yang tidak juga peka bahwa suaminya ini sedang haus kasih sayang.


Dengan sekali gerakan, Jovan membalik tubuh Vani yang sedang tengkurap. Sekali balik langsung telentang.


Setelah itu dia beranjak berdiri dan mengunci pintu kamarnya.


Tidak ingin membuang-buang waktu, diapun menindih tubuh istrinya. Dengan lutut sebagai penyangga agar tidak membebani istrinya dengan berat badannya.


cup


Jovan mengecup bibir istrinya singkat, Vanipun hanya tersenyum.


"kamu itu cerewet sekali bun"kata Jovan


"aku mau ke kamar mandi sayang" kata Vani manja.


cup


Jovan mengecup kembali bibir istrinya, "udah nggak usah kemana-mana. Nanti saja ke kamar mandinya kalau urusan kita sudah selesai" jawab Jovan langsung ******* bibir istrinya.


Vani diam saja dengan perlakuan suaminya itu. ******* lembut itu berangsur memanas seiring gairah sepasang suami istri yang menjalin hubungan LDR itu.

__ADS_1


Hingga saat semua hasrat yang seharusnya bisa diungkapkan kapan saja saat hidup bersama, harus mereka tahan dengan menghitung hari seiring kepulangan sang suami untuk menafkahi batin keluarganya.


Kasih sayang yang tidak lagi bisa diragukan oleh seorang ayah bisa dilihat dari keseriusan Jovan dalam menjaga keluarganya meskipun jarak memisahkan.


Perhatian yang jarang diungkapkan lewat pesan singkat, bisa diluapkan dengan perhatian saat mereka berjumpa.


Hingga saat pelepasan telah selesai dilakukan, tubuh berkeringat yang menjadi saksi betapa merindunya sepasang kekasih itu.


Jovan menutupi tubuh istrinya dengan selinut sampai sebatas bahu. Kemudian mengecup keningnya seiring ucapan terimakasih terlontar dari bibir laki-laki itu.


Vani tersenyum dengan perlakuan suaminya. Lalu beranjak duduk untuk memakai kembali pakaian yang berserakan.


"mau kemana bun?" tanya Jovan.


"ke kamar mandi sayang. kan tadi belum" jawab Vani.


"oo...yasudah"


**


Vani mendapati suaminya sudah tertidur dengan pulas saat ia kembali ke kamarnya. Tapi tangan kanannya masih memegang hape yang layarnya masih menyala.


Terlihat dia masih login di game online yang semua anggotanya masih sibuk melawan musuh. Sedangkan suaminya itu malah ketiduran. Tumben-tumbennya dia sampai ketiduran begitu.


Setelah mengoleskan serum dan krim malam di wajahnya. Vani beranjak menaiki ranjang dan tidur di sisi suaminya.


Tapi matanya belum mengantuk, jadi dia berinisiatif untuk mengecek hapenya kembali.


Membuka layar kunci, terlihat beberapa pesan masuk di aplikasi wa nya. Ternyata dari Yudha.


Dibukanya pesan-pesan yang masuk itu. Ternyata adalah pesan yang berisikan pengingat untuk Vani agar bersiap besok pagi.


Karena keduanya akan mengunjungi tempat yang katanya akan ditawarkan pada Vani untuk bekerja.


Setelah membacanya, Vani tidak berniat untuk membalas pesan itu. Biarlah besok pagi saja sekalian bertemu, pikirnya sih begitu.


Setelah menutup aplikasi wa nya, dia belum juga merasa mengantuk. Jadi ya seperti biasa, membuka aplikasi novel online saja untuk meneruskan membaca novel yang ada di rak bukunya.


Setelah beberapa saat, benar saja dia merasa mengantuk dan menyusul suami dan anaknya menuju ke alam mimpi.


*****************


bagi pembaca yang budiman, mohon kesediannya untuk meng klik timbol like yaa... biar othor tambah semangat,


dan juga silahkan komen untuk mengkritik ataupun memberi masukan. Karena semua itu sangat berarti...


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2