Aku Setia, Sumpah!!

Aku Setia, Sumpah!!
Bella datang


__ADS_3

"Sebenarnya apa isi dari otak di dalam kepala kamu? Vee sedang sakit, tapi kamu malah enak-enakan kawin sama perempuan lain" kata Yudha geram saat melihat wajah Jovan yang seolah tanpa dosa.


Jovan terkejut dengan penuturan Yudha. Dia menganggap tidak pernah ada yang tahu masalahnya ini. Dia merasa sudah menutupi semuanya dengan aman.


"Orang ini benar-benar mengkhawatirkan" batin Jovan sambil menatap sinis pada rivalnya.


"Saya rasa kamu yang terlalu dalam untuk ikut campur masalah rumah tangga kami" kata Jovan.


"Hahahhaa... Hei bocah ingusan. Kalau saya tidak meminjamkan uang sama kamu waktu itu, mungkin kamu sekarang sudah mendekam dipenjara. Seharusnya kamu berterimakasih kepada saya. Bukannya malah dengan sengaja kamu menikah dengan wanita lain" kata Yudha.


"Itu semua menjadi urusanku. Saya harap kamu tidak pernah terlalu ikut campur" kata Jovan.


"Baiklah, jika kamu memang mencari kesenangan dengan wanita lain. Maka saya yang akan membahagiakan Vani. Cukup adil kan? Toh kita berdua sama-sama mencintainya" kata Yudha.


"Jangan mimpi untuk bisa merebut Vani dari saya" kata Jovan


"hahahaha... Sayangnya, saya sangat tidak takut pada ancaman bocah sepertimu" kata Yudha yang beranjak pergi dari perselisihan mereka. Menyisakan Jovan dengan segala penyesalan, tapi sekuat tenaga dia akan mempertahankan keluarganya.


Yudha sampai duluan di kamar Vee, membuat Vani memandang heran. Mungkin karena Jovan yang tidak datang bersama Yudha, membuatnya merasa sedikit tidak enak hati.


Yudha tersenyum dan menghampiri Vee, mengelus sayang pada pucuk kepalanya. "Papa pergi dulu ya Vee, kamu harus cepat sehat. Nanti kita main lagi" kata Yudha.


Vee tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan Yudha. "Iya pa, nanti papa kesini lagi ya" kata Vee.


"Kita lihat nanti saja ya" jawab Yudha.


"Mas Yudha mau pulang?" tanya Vani.


"Iya, masih ada urusan lain" kata Yudha.


"Makasih ya mas atas semua bantuan kamu" kata Vani.


"Iya, sama-sama. Aku permisi dulu ya" kata Yudha, yang hanya dijawab anggukan kepala Vani.


Yudha bertemu Jovan di bang pintu, kedua pria dewasa itu saling menatap dalam dan tajam. Menyiratkan rasa tidak suka yang mendalam.

__ADS_1


"Kamu kemana saja sejak kemarin yah?" tanya Vani setelah Jovan duduk di samping Vee.


"Ketiduran, hapeku kehabisan baterai. Maafin aku ya" kata Jovan.


"Iya, untung saja Vee sudah tidak apa-apa" kata Vani.


"Kasihan kamu nak. Maafin ayah ya" kata Jovan yang menciumi tangan kecil Vee.


"Vee sayang ayah" kata gadis kecil itu, membuat sebagian hati Jovan merasa sangat bersalah.


★★★★★


Yudha melupakan janjinya, sebenarnya pagi ini dia berjanji akan menjemput istrinya di bandara. Sejak semalam Bella sudah menghubungi Yudha untuk itu. Tapi karena kejadian pagi itu dengan Vee, membuat Yudha melupakannya.


Dan saat Yudha sampai di kantornya, dia sudah mendapati Bella yang menunggu kedatangannya dengan sangat geram.


Yudha terkejut saat membuka pintu dan mendapati istrinya sedang duduk di kursi kerjanya dengan wajah cemberut.


"Dari mana saja kamu?" tanya Bella begitu melihat suaminya datang.


"Kamu pikir saya tidak tahu kamu pergi kemana mas? Kenapa kamu masih mendekati perempuan itu?" tanya Bella lirih, tapi tegas.


"Perempuan siapa yang kamu maksud sayang?" tanya Yudha yang langsung menyambar bibir seksi istrinya, berharap bisa sedikit mengurangi rasa marahnya.


Mereka berciuman agak lama, Bella sangat merindukan suaminya. Saat seperti ini yang dia tunggu, suaminya berinisiatif untuk memanjakannya.


Saat napas keduanya habis, Yudha melepas pagutannya. Mereka berlomba untuk mencari oksigen. Sudut bibir Bella terangkat menyunggingkan senyuman. Yudha merasa telah berhasil menaklukkan wanitanya.


Bella berdiri, berjalan ke arah pintu dan menguncinya. Lalu meraih kerah Yudha dan memagutnya lagi. Kini Bella menggiring Yudha ke arah sofa, dia ingin suaminya memenuhi hasrat yang telah lama tak tersalurkan.


Yudha menuruti saja keinginan istrinya, pria normal sepertinya juga butuh pelampiasan. Hanya saja sejak bertemu dangan Vani lagi, dia menjadi sedikit lebih sibuk berurusan dengan Vee yang sangat manja padanya. Hingga dia lupa memanjakan dirinya sendiri.


Bella masih asyik dengan permainannya, bahkan sudah beberapa kali dia mencapai klimaksnya, seolah dia masih merasa belum puas.


Bahkan dia sudah melupakan rasa amarahnya saat bercinta dengan suami yang sangat dia cintai.

__ADS_1


Sedangkan Yudha yang mendapat servis memuaskan dari istrinya merasa sangat senang. Setelah sekian lama menahan, akhirnya lava itu bisa mengalir juga.


"Oh, Vani" kata Yudha.


Napasnya memburu dengan lenguhan panjang di akhir kegiatannya. Saat matanya menutup untuk menikmati sensasi yang mendebarkan itu, bibirnya malah menyebut nama wanita lain.


Bella sangat yakin jika Yudha menyebut nama wanita itu lagi dalam percintaan mereka. Membuat rasa amarah yang telah reda kembali muncul. Hanya saja sekarang dia sedang lelah. Dia masih mengumpulkan energi untuk memarahi suaminya.


Yudha malah menutup matanya sekarang, entah tidur atau hanya terpejam. Tapi Bella sudah tidak tahan.


"Aku Bella, mas. Bukan Vani, kenapa kamu menyebut nama wanita lain saat aku ada di hadapanmu? Apa yang sebenarnya kamu lakukan dengan wanita murahan itu?" tanya Bella sambil meninjui lengan suaminya.


Yudha tersadar, diapun duduk. Kedua tangannya mengusap kasar pada wajahnya. Bahkan sampai sekarang dia masih belum bisa merelakan Vani.


"Maafin aku ya sayang" kata Yudha sambil menciumi pundak polos istrinya.


Bella masih jual mahal, tidak semudah itu menaklukkan hati wanita yang sedang cemburu. Dia bahkan membuang wajahnya untuk tidak bertatapan dengan wajah tampan suaminya yang selalu membuatnya luluh seketika.


Yudha tidak menyerah, dia membuat wajah istrinya menghadap penuh padanya dengan memegang dagu sang istri. Kembali Yudha melahap bibir ranumnya. Suasana panas kembali tercipta hanya untuk meluluhkan hati Bella.


Tentu saja Bella menerimanya dengan senang hati. Hingga kembali mereka bersatu dalam pergumulan panjang.


Napas keduanya memburu setelah kejadian itu. Yudha masih memposisikan diri diatas tubuh polos istrinya karena kelelahan.


"Kamu memang gila mas" kata Bella yang sudah tidak marah lagi.


Yudha hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya. "Biarkan aku istilah sebentar" kata Yudha.


Bella menggeser tubuhnya, mereka berdua tidur berhimpitan di sofa yang nyaman. Dengan terpaan angin dari AC yang membuat tidur mereka semakin nyaman.


Cukup lama mereka terpejam setelahnya. Hingga tiga jam berlalu, tidur Yudha terganggu karena ponselnya yang terus berbunyi. Beruntung Bella yang sedang tidur tidak terganggu karenanya.


Dengan malas, Yudha mencari letak ponselnya yang entah berada dimana. Sambil memunguti baju dan memakainya.


Tertera nama Vani yang menghubunginya. Baru kali ini pria itu mematikan panggilan dari Vani. Berharap istrinya yang sedang tidur tidak mengetahui itu semua. Yudha akan menghubungi Vani nanti setelah semuanya dirasa cukup aman.

__ADS_1


__ADS_2