Aku Setia, Sumpah!!

Aku Setia, Sumpah!!
sebuah akhir


__ADS_3

"Uwah, rumahnya nyaman ya yah. Sepertinya aku akan betah tinggal disini" kata Vani.


Hari ini keluarga Jovan sudah pindah, semuanya berjalan sesuai rencana.


Sebuah rumah minimalis, yang berada di sebuah perumahan modern telah Jovan pilih sebagai tempat berteduh untuk keluarganya.


Ada tiga kamar yang cukup untuk mereka. Satu kamar untuk menampungnnya bersama Vani. Dua lainnya untuk Vee dan Varo.


"Syukurlah kalau bunda betah disini" kata Jovan.


"Sekarang tinggal memikirkan pekerjaan baru, bun. Mulai besok, aku akan berusaha mencari pekerjaan. Semoga segera dapat ya, bun" kata Jovan.


"Amin. Semangat, yah" kata Vani.


Tentu semua apa yang Vani alami telah sampai di telinga Yudha. Bagaimanapun, Yudha tidak akan meninggalkan Vani dalam keadaan yang kekurangan. Karena masih ada satu anaknya yang ada dalam pengawasan Jovan.


"Bar, pastikan Bocah tengil itu agar secepatnya mendapatkan pekerjaan baru. Aku tidak mau anakku harus hidup berkekurangan karena ayahnya seorang pengangguran" kata Yudha yang malam ini masih menunggui anaknya yang ada di rumah sakit.


Alisa Permata Yudha


Nama cantik yang Yudha sematkan pada anak gadisnya.


Dengan sepenuh hati, Yudha sangat mencintai anaknya melebihi apapun. Bahkan dia sudah tidak berminat dengan wanita lain selain Vani.


Dan setelah mendapatkan anaknya, Yudha sudah berikrar untuk hanya mencurahkan seluruh rasa cintanya pada sang putri.


"Saya tidak mau kalau sampai anakku berbeda, Bar. Siapa nama anakku yang ada dalam keluarga Jovan?" tanya Yudha pada Akbar. Asisten serba bisa yang terlalu setia padanya.


"Namanya Alina Jovanca Putri, pak" jawab Akbar. Akhir-akhir ini atasannya itu sedang sangat sensitif.


"Nama yang Bagus. Alina. Papa juga sangat menyayangimu, nak. Semoga suatu saat nanti, kita bisa hidup bahagia bersama" kata Yudha penuh harap.

__ADS_1


Sekarang dia tahu rasanya menjadi Jovan yang harus merelakan Vee memanggilnya papa.


Dan rasanya sangat menyebalkan, dadanya terasa sesak membayangkan anaknya yang harus memanggil ayah pada pria lain yang mengaku menjadi orang tuanya.


"Pastikan bocah tengil itu mendapatkan pekerjaan yang bagus, Bar. Cari tahu kemana saja dia mengirim lamaran pekerjaan, dan hubungi perusahaan yang kamu anggap bagus untuk tempatnya bekerja" kata Yudha.


"Saya hanya tidak mau kalau sampai anakku hidup berkekurangan dibawah asuhannya" kata Yudha.


"Baik pak. Segera saya lakukan, saya juga mau ke kota Dingin untuk memantau perkembangan hotel kita disana, pak" kata Akbar.


"Ya, segeralah lakukan perintahku" kata Yudha


Yudha sendiri sudah memutuskan untuk tak lagi mengurusi hotelnya di kota Dingin, biarlah Akbar yang meneruskannya. Sekalian usaha kecilnya saat bersama Vani dulu, sebuah minimarket dan tempat pencucian kendaraan.


★★★★★


"Alhamdulillah, bun. Aku dapat panggilan interview di perusahaan kosmetik terkenal" kata Jovan.


Sudah satu minggu ini Jovan mengirimkan lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan. Dan baru hari ini ada salah satu perusahaan ternama yang mau memanggilnya untuk interview.


"Bagian gudang, bun. Aku lihat gajinya lumayan besar, jadi tidak apa-apalah mencoba keberuntungan disana" kata Jovan.


"Kapan intervewnya?" tanya Vani.


"Besok siang, bun. Tempatnya juga tidak begitu jauh. Jadi, aku bisa setiap hari pulang" kata Jovan.


"Iya yah. Semoga beruntung ya yah. Demi anak-anak" kata Vani.


★★★★★


Sudah lebih dari satu tahun Vani hidup damai di kota Malang. Varo sudah kelas dua SD sekarang.

__ADS_1


Setiap pagi dia pergi bersekolah bersama ayahnya, dan pulang sendiri setelah menjemput adiknya di TK yang memang tak jauh dari sekolahnya. Dan yang terpenting melewati jalan untuk pulang.


Disekolahnya, Varo sudah mempunyai seorang sahabat karib yang bernama Kenzo Aditya.


Kenzo sangat suka berteman dengan Varo yang jarang sekali bicara tapi langsung bertindak nyata.


Kenzo berasal dari keluarga pengusaha yang sebenarnya berlimpah kasih sayang. Hanya saja, ayahnya selalu memaksanya untuk menjadi sempurna di semua bidang.


Akhirnya, dengan adanya Varo, dia bisa berkonsultasi tentang masalah pelajaran. Sering sekali Kenzo mencontek Pekerjaan rumah maupun saat ada ulangan.


Dan Varo terlalu baik hati untuk selalu memberi contekan pada sahabatnya itu.


Sebagai imbalannya, Setiap pulang sekolah Kenzo selalu menemani Varo untuk menjemput adiknya dan ikut pulang ke rumah Varo.


Dan supirnya akan menjemputnya di rumah Varo setelah mendapat perintah dari bos kecil ini.


Kenzo sangat periang, suka bercerita dan agak genit. Sedangkan Varo sangat pendiam, irit bicara tapi sangat cerdas.


Kenzo dan Varo adalah sepasang sahabat bagai sandal jepit yang selalu berdampingan.


Dan untuk Jovan, tak butuh waktu lama baginya untuk sedikit demi sedikit merangkak naik jabatan.


Hanya dalam waktu tiga tahun, dia sudah menjadi seorang supervisor.


Tapi sebenarnya dalam hatinya, Vani masih berdoa agar suatu saat nanti bisa bertemu dengan putrinya yang sedang dirawat oleh Yudha.


Vani masih belum tahu jika sebenarnya Yudha adalah ayah kandung dari anak kembarnya.


Rahasia besar yang masih dipegang oleh Jovan dan Yudha.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2