
Hari berganti, waktu berlalu.
Kegiatan terasa monoton dilakukan setiap hari dengan berkutat pada satu irama jadwal harian yang terasa dilalui selalu sama setiap harinya.
Sudah hampir satu bulan Vani bekerja dengan sangat baik di Enjoy Market, toko yang sebenarnya salah satu usaha kecil yang Yudha buat.
Awalnya Yudha hanya iseng menjalankan usahanya itu karena ada Ruko miliknya yang tidak terpakai. Siapa tahu ternyata usaha itu malah bisa menjadikannya semakin sering bertemu dengan Vani, Cintanya yang tidak dapat dimiliki.
Dan Vani masih belum tahu bahwa itu adalah usaha milik Yudha. Karena setahunya itu milik paman dari Yudha.
"ada yang mau gajian nih sebentar lagi "✓
sebuah pesan terbaca oleh Vani yang dikirim oleh Yudha.
"yess... senangnya hatiku "✓
Vani membalasnya
"traktir kita dong cantik" ✓
"ada bangsawan yang minta traktir sama kaum remahan tengginang?"✓
"pelit"✓
"baru tahu? aku saja tempe" ✓
" hahaha ... yaudah bangsawan ini saja yang mau nraktir nona cantik ini deh"✓
"kalau nraktir rengginang ini setoples sama duo bocilku" ✓
" Siap!! nanti malam boleh kita makan dimana?"✓
"siap-siap dipalak sama preman-preman kecilku yaa .. mereka seperti nggak pernah bosan kalau berhadapan dengan es krim"✓
" akan aku belikan beserta frezernya kalau kamu mau"✓
"iyaa tuan kaya raya, tidak salah memang memalakmu"✓
"hahaha ... memang aku kaya..."✓
"iya tuan sombong" ✓
"aku tidak sombong, semua itu hanyalah kenyataan" ✓
"ingatlah kau pernah berjualan bakpao saat menjalani hukuman anehmu tuan. Mungkin ini adalah buah dari kesabaran mu" ✓
" ya, kau benar nona. Bersiaplah nanti sore kita sekalian jalan-jalan"✓
__ADS_1
"yeee... lalalala... asik" ✓
Yudha mengembangkan senyumnya sangat lebar kali ini. Berbalas pesan dengan Vani membuat moodnya meningkat seribu kali lipat.
Hingga Akbar membuat senyumnya kembali kandas dengan berita yang dia bawa.
Jovan telah bersedia menandatangani kontrak kerjasamanya dengan perusahaan yang Gina tawarkan padanya.
Yudha hanya merasa bahwa setelah semua kejadian ini, pastinya Vani akan tersakiti jika sampai semua rencana busuk Gina bisa terealisasikan.
Yudha merasa bahwa Jovan memanglah hanya bocah lelaki yang beruntung bisa menikah dengan Vani, wanita yang sangat Yudha cintai sejak dulu.
"Baiklah Bar. Kita tunggu saja, kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Persiapan kita kali ini hanyalah sebagai penonton. Setelah ada suatu kejadian yang akan terjadi di masa mendatang. Entah apa jalan yang akan kita lakukan nantinya" kata Yudha sambil menerawang. Membayangkan betapa sakitnya Vani setelah semua terlaksana.
"Biarlah wanita itu merasa aman dan tenang melaksanakan semua rencana busuknya"
"Maaf pak, saya benar-benar penasaran. Hal apa yang membuat bapak sangat tertarik dengan semua kegiatan pak Jovan dan ibu Gina ini pak?" tanya Akbar ke sekian kali.
" Baiklah akan aku beritahu alasanku. Semua ini saya lakukan untuk bisa menjaga hati seseorang yang sangat berarti buatku Bar." Yudha mengawali ceritanya yang menyedihkan.
Akbar mendengar penjelasan Yudha dengan seksama. Dia tidak menyangka jika atasannya itu mengalami cerita menyedihkan di masa lalu yang menyeretnya pada kesedihan berkelanjutan.
"Saya pastikan akan selalu berada di pihak anda pak. Semua perintah anda pada dua sejoli ini akan saya lakukan. Karena sayapun sangat tidak menyukai sebuah pengkhianatan" kata Akbar mantap setelah mwndengar semua penjelasan Yudha.
"Kita lihat saja nanti, Bar. Apa langkah selanjutnya yang akan wanita itu lakukan. Biarkan dia merasa aman terlebih dahulu" kata Yudha dingin.
******
Sore ini seperti rencana awal, Yudha menjemput Vani di Enjoy Market, bukan dirumahnya.
Karena kata Vani tidak enak pada tetangga yang pasti akan menggunjingkannya, seorang wanita beranak dua dijemput oleh lelaki yang bukan suaminya saat suaminya sedang pergi jauh untuk bekerja mencari nafkah.
Yudha hanya bisa mengiyakan daripada tidak jadi keluar.
Menjelang maghrib Yudha baru sampai, sementara Vani sudah sampai daritadi karena sebenarnya dia tidak pulang terlebih dahulu, dan menyuruh Yoga, sepupunya untuk mengantar kedua anaknya ke tempat kerjanya.
"Lama banget baru sampai mas?" tanya Vani setelah mengetahui kedatangan Yudha.
"Hai kecil, apa kabar kalian?" tanya Yudha pada Varo dan Vee tanpa memperdulikan Vani.
"iiisshhh... aku nggak dianggap" Vani menggerutu.
"baik, om"
"baik"
kata si kecil bersamaan.
__ADS_1
"panggil papa Yudha aja yaa... oke?" kata Yudha pada si kecil.
"oke papa Yudha" kata Vee semangat karena memang dia suka pada Yudha sejak awal.
Sementata Varo hanya diam saja seperti biasanya.
"kamu nggak mandi dulu?" tanya Yudha pada Vani yang terlihat masih mengenakan seragam kerjanya, kaos lengan panjang dengan logo Enjoy market di depannya.
"udah gini aja, mandi atau enggak juga masih tetep kayak gini. Jadi ya nggak usah mandi sekalian. Jadi berangkat nggak nih?" sewot Vani.
"Terserah kamu sajalah, pakai jaket ya. Bau asem kamu" kata Yudha menggoda Vani.
"hahaha iyaa, iyaa, aku pakai jaket biar mobil mahal kamu nggak bau asem juga tuan" kata Vani.
Setelah melewati perdebatan yang cukup alot, akhirnya merekapun berangkat bersama hanya untuk makan di restoran cepat saji.
"Kalian mau makan apa?" tanya Yudha setelah pelayan datang menghampiri meja mereka.
"Vee mau burger tapi nggak pedas, sama es krim stroberi yang banyak" kata Vee mengutarakan keinginannya.
"Aku mau nasi sama ayam goreng ya bunda, sama es krim coklat" kata Varo.
" Aku mau burger juga deh, sama kopi susu mbak. Kamu apa Van?" tanya Yudha pada Vani.
" Aku nasi sama ayam goreng krispy, minumnya es jeruk aja, sama es teh dua, mbak" ucap Vani
"Oiya mbak, es krimnya nanti saja saya panggil mbak lagi kalau mau pesan ya mbak"
"iya, baik ibu. Ditunggu sebentar pesanannya ya" ucap pelayan itu sopan sambil meninggalkan meja Yudha.
Sambil menunggu pesanan tiba, mereka saling mengobrol dan bercanda. Bila dilihat dari kacamata orang lain, mereka terlihat seperti sebuah keluarga yang bahagia.
Ayah yang tampan dan baik, ibu yang manis dan penyayang, serta sepasang anak yang lucu dan menggemaskan.
Berbeda dengan kenyataan yang ternyata mereka bukanlah sepaket keluarga utuh.
Malam itu dihabiskan dengan canda tawa dan kebahagiaan dari Varo dan Vee. Kedua prang dewasa itupun merasakan juga kebahagiaan dari kebersamaan itu.
Yudha hanya tidak ingin melihat Vani sedih dan kesepian, sementara suaminya sedang bersama wanita lain. Jadi menurutnya dengan kebersamaan kecil semacam ini bukanlah hal yang salah.
Setelah makan, para bocilnitu masih ingin mengunjungi suatu tempat. Yakni alun-alun kota di saat malam.
Dengan terpaksa, sang bunda mengiyakan ajakan buah hatinya itu dengan sedikit perasaan tidak enak karena takut Yudha akan bosan dan merasa tidak nyaman.
Tapi diluar dugaannya, Yudha malah terlihat sangat bahagia bermain bersama kedua anaknya. Varo pun malah semakin terlihat dekat dengan orang yang menyuruhnya memanggil dengan sebutan 'papa' itu
Vani berfikir, mungkin ini adalah sebuah keinginan Yudha untuk memiliki keluarga kecilnya sendiri, sementara sang istri malah sibuk dengan pekerjaanya dan berada di tempat yang sangat berjauhan.
__ADS_1