
Gadis yang selalu terlihat riang itu terduduk lemas dilantai.Berberapa tisu yang sudah berlumuran darah ia kumpulkan menjadi satu dan dibuangnya ketempat sampah.Berberapa obat obatan baru saja ia masukan kedalam mulutnya,serta air mata yang terus saja mengalir dari matanya membasahi pipi mulusnya.Kini tubuh mungil itu tengah menekuk kedua lututnya hingga menempel pada dada dan memeluknya dengan tangan kanan,tangan kiranya ia gunakan menutup mulutnya agar tidak terdengar suara isak tangisnya.
Dan satu lagi buku Matematika dan soal soal yang pernah Al berikan itu tergeletak diatas kasur yang artinya, saat masih sakit seperti ini Karan masih tetap berusaha agar ia bisa mendapatkan nilai sesuai perjanjiannya dengan Karan waktu itu.
Sebegitu inginnya kah Karan bisa berjalan jalan bersamanya,pikir Al saat ini.
Sedingin dinginnya sikap Al kepada Karan,Al tetaplah sesorang yang memiliki hati nurani meskipun kadang bisa saja terkalahkn oleh egonya.Perasaan bersalah Al semakin bertumbuh besar kala melihat betapa menggenaskannya gadis dihadapannya ini Alih alih masuk, Al malah berjalan pelan turun tangga ia tidak sanggup melihat kondisi Karan yang sungguh diluar dugaannya.Meskipun sebagian hatinya menyuruhnya untuk masuk dan meminta maaf kepada Karan.Namun Al tetaplah Al cowok dingin dengan gengsi tinggi.
Cowok itu berpamitan kepada Mama Karan.Serta ia meminta kepada Mama Karan untuk tidak memberitahukan kedatangannya kepada Karan,wanita itu hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan,ia tak mau ikut campur dalam urusan ini,yang Mirna tahu pasti ada alasan mengapa Al menyuruhnya demikian.
Matahari sudah disingkirkan sedari tadi oleh bulan sabit, ditengah tengah gelapnya langit bintang bintang pun turut andil menerangi langit.Al dengan baluatan kaos hitam Dan jeans selutut menggeram kesal bagaimana tidak,bayangan tentang Karan masih saja singgah dikepalanya tanpa mau enyah dari sana.
"Seseorang yang terlihat penuh tawa dan bahagia belum tentu didalamnya seperti itu pula.Kebanyakan dari mereka menanggis diam diam,menahan ribuan rasa sakit yang dialaminya sendiri,sesungguhnya mereka hanya memsang topeng."
Ucapan mamanya saat Al masih duduk dibangku SMP kembali melintas di benaknya. Al lupa kejadian apa yg membuat mamanya berucap demikian.
Dan kini Al membenarkan ucapan mamanya,saat pikirannya dipenuhi oleh kondisi Karan tadi siang.
Langkah kakinya menuju ke balkon kamarnya yang berada di lantai dua.Mata tajamnya menatap Rumah Karan yang jaraknya tak jauh dari rumahnya,disana Al menangkap dengan jelas mobil Hitam milk Dean yang terparkir rapi di depan gerbang Rumah Karan.Tak mau ambil pusing, Al segera membuka ponselnya berniat untuk bermain game namun bertepatan dengan itu terdapat notifikasi chat masuk dari Ralina.
__ADS_1
Ralina: Al besok berangkat sekolah bisa nggak jemput gue?
Tak butuh waktu lama Al segera membalasnya
Al: Iya kenapa nggak,tapi tumben biasanya nggak mau.
Ralina: Lagi pengen aja bareng sama lo jarang jarang kan?
Al:Iya nggak papa tiap hari juga boleh, yaudah sana lo belajar dulu besok katanya ada ulangan Fisika.
Read
Ditempat lain,gadis manis yang selalu diibaratkan seperti angle,melakukan hal tak senonoh diluar sana.Bahkan ia tak sadar dengan benda pipih dipojok ruangan yang merekam dirinya dengan seorang laki laki.
\\
__ADS_1
"Gue pamit pulang ya,cepat sembuh ran."
"Makasih ya yan, tapi harusnya lo nggak perlu repot repot jenguk gue tiap hari," tutur Karan sebelum cowok itu benar benar beranjak dari kamarnya.
Dean terkekeh sambil mengusap rambut Karan, "Makanya cepat sembuh biar gue nggak repot repot jenguk lo lagi."
Karan tersenyum,"Sekali lagi makasih ya Yan, hati hati."
Dean mengangguk,sebelum akhirnya benar benar hilang setelah menutup pintu kamar Karan.
Karan menghela nafas panjang,pikirannya selalu dipenuhi dengan pertanyaan seperti,
Kenapa harus Dean,kenapa bukan Al yang sering jengukin dia?
Apa Al tau kalau dia sakit?
Kenapa sekalipun dia tidak ada niatan untuk menjenguknya?
Al, Al dan Al,cowok yang kerap meninggalkan luka di hati Karan tanpa perasaan bersalah.Dan betapa bodohnya Karan,dia berjuang mendapatkan hati sesorang yang sudah jelas tidak memiliki rasa yang sama.
__ADS_1