
"Eh,Ran Al tuh lagi sendirian," Nana menyengol lengan Karan pelan.
Karan melihat kearah yang dimaksud Nana.Benar Al sedang makan sendirian disana,entah kemana ketiga sahabatnya.Karan menghela nafas saat gadis berambut hitam lurus berjalan mendekati Al dan duduk persis dihadapan cowok itu.Belum sampai disitu,Al bahkan tersenyum kecil sambil mengusap rambut Ralina.
Perasaan cemburu memenuhi hati Karan.Sebisa mungkin ia harus menghilangkan perasaan itu.Karena hadirnya hanyalah penganggu.
"Tumben diem aja,biasanya kalau lo ngeliat Ralina berduaan sama Al lo kalang kabut," sindir Aura kepada Karan.
"Gue kayaknya mau move on dari Al."
"Hello Karan Jevina Berlino ini kuping gue nggak salah denger!"ucap Nana heboh sambil mendekatkan duduknya dengan Karan.
"Mangkuk bakso bisa gak sih nggak usah lebay gitu," kesal Aura
"Auraa,ini Karan sahabat kita mau move on ra,mau mo-ve-on gue perjelas mo-ve-on raa!" Pekik Nana membuat hampir seluruh siswa yang berada di sekitarnya menoleh kearah mereka bertiga.
Dengan gemas Aura melempar tisu yang sudah di bulatkan kearah Nana. "Gue tau nggak usah lebay lo."
"Kenapa tiba tiba lo mau move on ra?" tanya Aura memastikan
"Ya gue ngerasa capek aja,seperti yang lo berdua sering bilang sama gue.Daripada gue berusaha dapetin hati yang dari awal enggak mau di genggam mending gue buka hati buat orang baru yang benar benar sayang sama gue kan?"
"Wow,good!"
"Nah gitu,lo tuh harus buka pikiran lo kalau di dunia ini cowok bukan cuma Al doang." Kata Aura lalu kembali memakan siomaynya
Karan tersenyum mengiyakan.Tidak ada sekalipun niat untuk move on dari Al yang ada dia hanya dipaksa oleh keadaan dan dijatuhkan oleh semesta.
__ADS_1
"Terus lo sama Reonal gimana?" tanya Nana memecahkan keheningan sesaat
"Diem deh lo,ini nggak ada hubungannya sama tu anak," sinis Aura
"Ekhem..gue boleh duduk disini." suara berat dari seorang cowok membuat ketiganya menoleh.
Disana sudah ada Dean yang membawa nampan berisi makanan dan minumannya.
"Eh,boleh duduk aja," jawab Karan
Dean memilih duduk di samping Aura karena kosong dan berhadapan langsung dengan Karan.
"Sorry ganggu ya tempat duduk yang lain udah full," ujar Dean tak enak
"Santai aja sih,lagian nih tempat duduk bukan punya bokap kita kok," celetuk Nana yang langsung membuat Dean tertawa kecil.
"Ah lo mah mager gue." rengek Nana,tapi gadis itu tetap bangkit dari duduknya mengikuti langkah Aura dengan malas.
"Woi gue ditinggal sendiri dong!" Ucap Karan tak terima
Aura dan Nana membalikan badannya kompak."Terus Dean lo anggap apa?" setelah mengatakan itu mereka berdua mengacir pergi.
"Ish,sialan tuh anak." gerutu Karan
"Lucu ya," ucap Dean tiba tiba
"Mereka?dih lucu dari mana nyebelin yang ada."
__ADS_1
"Bukan,lo yang lucu." Dean tersenyum,saat melihat pipi Karan yang seketika berubah menjadi merah padam. "Cie salting ya."
"Nyebelin banget sih lo yan!"
Dean hanya tertawa melihat tingkah cewek dihadapannya ini yang terlihat menggemaskan.
Al yang duduk tak jauh dari tempat duduk Karan sedari tadi dia mencoba masa bodo melihat Karan berama Dean.Tapi semakin dia mencoba semakin gagal pula.Ada perasaan tak terima muncul dihatinya meskipun hanya setitik.
••••
"Ra kita mau kemana sih elah?katanya ke ruangan Bu Hani,kalau mau ke ruangan Bu Hani kita salah arah bego." gerutu Nana
"Nananaya otak sempit,itu tadi cuma alasan gue doang."
"Lah biar apaan?daripada muter muter nggak jelas gini mending duduk manis di kantin."
"Lo nggak tau situasi banget sih." kesal Aura "Kita biarin Dean sama Karan berduaan lah,gue yakin Kalau Dean itu sebenarnya suka Karan." lanjutnya
Nana hanya ber oh ria."Tapi gue tetep ship Karan sama Al sih,cocok mereka."
"Kalau gue ship diri gue sama Aura cocok banget sih kalau sampai pelaminan." Nana menoleh mendapati Reonal dan Farel yang di belakang mereka.Sedangkan Aura memejamkan matanya kesal.
"Mimpi lo!" Ketus Aura lalu cewek itu pergi meninggalkan Nana bersama Reonal dan Farel.
"Na pms dia?"
"Nggak tau nifas kali."
__ADS_1