
Al menarik tangan Karan dari rambut Ralina.
"Maksut lo apaan sih?" bentak Al di hadapan Karan.
"Dia yang mulai!" tunjuk Karan kearah Ralina yang di samping Al.
Al sempat menoleh sekilas ke arah Ralina.Gadis itu memasang wajah tersakiti dan lugu seperti biasanya.
"Kan lo duluan yang mulai ran." lirih Ralina.
"Iya, lo duluan ran yang ngajak ketemuan Ralina." celetuk Tasyi dari belakang Karan yang langsung di mendapat anggukan dari Hera dan Lala.
Tak terima Karan di tuduh. Aura langsung menyahut dari gerombolan siswa yang sedang kepo.
"Nggak usah ngada ngada deh, buat apa juga Karan ngajak si Ralina ketemuan."
"Tau tuh." timpal Nana.
"Buat apa? tanyain tu si Karan buat apa dia ngajak Ralina ketemuan, bahkan sampe nampar dan ngejambak Ralina." ujar Lala.
"Mau lo apa sih?" tanya Al geram
__ADS_1
Karan menatap Al. "Gue nggak pernah ngajakin Ralina buat ketemuan sama gue." bela Karan
"Buktinya?"
Karan hendak mengeluarkan ponsel di saku seragamnya.Tapi, sejurus kemudian dia baru ingat.Bahwa, pesan itu sudah ia hapus saat hendak menuju taman belakang sekolah.
Al menaikan sebelah alisnya.Meminta bukti.
Karan menunjuk Ralina. "Cewek yang terkenal polos dan lugu, terutama di hadapan lo Al.Dia ngirimin gue pesan ngajak gue buat ketemuan disini." tutur Karan. "Lo tau Al, bahkan dia duluan yang nampar gue." lanjutnya.
"Bohong!" teriak Ralina dengan mata yang sengaja dibuat seakan ingin menangis. "Lo yang ngajakin gue kesini, lo nyuruh gue buat jauhin Al.Gue nggak mau dan lo dorong gue bahkan sampai ngejambak gue."
"Iya ih, jelas banget kan."
"Lagian nggak mungkin juga Ralina yang mulai duluan."
Opini opini siswa siswi yang bergerombol membuat telinga Aura panas. "Lo pada bisa nggak sih, nggak usah sok tau!"
"Gue tau lo suka gue.Tapi, jangan karena gue nggak ngebalas perasaan lo.Lo jadi ngelabrak Ralina kayak gini." bentak Al. "Gue paling nggak suka sama cewek kayak lo." katanya lagi.
Karan menatap Al tidak percaya. "Lo.. lebih percaya sama dia?" tanya Karan dengan bibir bergetar.
__ADS_1
"Jelas.Karena Ralina itu cewek baik baik, nggak kayak lo. Dan lo, bakal ngelakuin apapun demi ngedapetin apapun yang lo mau kan."
"Tadi Karan juga bilang sama gue.Dia sebenarnya nggak benar benar tulus sama lo,Al .Dia cuma pengin manfaatin lo doang." fitnah Ralina.
Karan melotot kesal dan hendak menampar Ralina.Tapi, dengan cekatan Al mencengkram tangan Karan.Membuat sang empu merintih pelan.
"Jangan sekalipun lo berani beraninya nyentuh Ralina." peringat Al dengan tajam.Kemudian, menyentakkan tangan Karan yang semula di cengkeramnya dengan kasar.Membuat Karan hampir terjatuh.Untungnya, Dean datang dengan menahan tubuh Karan agar tak jadi terjatuh.
"Nggak usah kasar lo sama cewek!" teriak Dean tak terima.
"Beda cerita, kalau ceweknya nggak bisa menghargai sesama." ketus Al.
Dean hendak maju memberi Al pelajaran.Tapi Karan mencegah Dean untuk melakukan itu.
"Ran dia itu-"
"Udahlah yan, nggak usah." lirih Karan.
"Al, sejahat itu ya gue di mata lo.Bahkan, meskipun gue ngelakuin kebaikan pun nggak bakal terlihat di mata lo.Cuma Ralina kan Al yang baik di mata lo." ucap Karan dengan mata yang bersiap mengeluarkan isinya.
Setelah mengatakan itu, Karan pergi meninggalkan taman belakang sekolah.Disusul oleh Dean.Sebelum cowok itu benar benar meninggalkan tempat tersebut, dia sempat mengacungkan jari tengah ke arah Al.
__ADS_1