Al Dan Karan

Al Dan Karan
26.D untuk Dean


__ADS_3

Sebelum Karan melanjutkan langkahnya menuju kelas.Gadis itu menghembuskan nafas dalam dalam dan berusaha menyungingkan senyum manisnya.


""Eh iya btw bukan mau ganggu atau apa,kalau mau pelukan di dalam kelas aja takutnya lo berdua kena guru kan." tutur Karan disertai senyuman lebar.


Al dan Ralina yang memang tengah berpelukan di depan kelas sama sama menatap Karan yang sudah pergi dengan pandangan yang tak bisa diartikan.


"Percaya sama gue ya lin,gue cuma sayang sama lo."


"Anjing maruk banget lo Al.Ralina di embat, Si Karan juga di gas!" cibir Farel yang entah darimana sudah berada tak jauh dari tempat mereka berdua


Ralina tersenyum mengerti "Iya gue percaya,yaudah gue ke kelas duluan ya."


Al mengangguk mengiyakan.Setelah Ralina benar benar pergi Al menatap tajam kearah Farel.


"Apa lo hah?" sewot Farel


Bukannya menjawab Al malah mengacungkan jari tengah kearah sahabatnya itu.


"Anjirr awas ya lo dasar kulkas dua pintu!"


........


"Karan ibu sanggat bangga sama kamu,nilai kamu dipelajaran ibu naik sanggat drastis daripadanya sebelumnya dan untuk Al terima kasih sudah mau membantu Karan."

__ADS_1


Kini Al dan Karan tengah berada di ruang Bu Tari setelah mendapat panggilan tadi.


Al mengangguk tanpa ekspresi dan Karan hanya menunjukan senyumnya tanpa gairah seperti biasanya.


"Untuk itu ibu harap kalian tetap belajar bersama ya sampai ujian tengah semester nanti.Karan juga tetap perlu bimbingan yang banyak dari kamu Al.Iya kan ran?"


Karan yang terkejut segera mengubah posisinya menjadi tegak dan gugup sendiri.


"Umm,Bu saya bakal tetap belajar tapi boleh kan bu kalau saya belajarnya bukan sama Al lagi," pernyataan dari Karan sontak membuat Al menautkan alisnya.


Bu Tari mengerenyitkan dahinya "Terus sama siapa?"


"Dean anak kelas IPA-3"


Ada perasaan tak terima saat Karan mengucapkan hal tersebut.Al merasa tak senang dengan keputusan ini.Padahal ini yang dia mau dulu.


"Ah iya gapapa yang penting ibu mau kamu tetap bisa naikin nilai kamu lebih bagus lagi."


Al melirik kearah Karan yang tersenyum mendengar jawaban dari Bu Tari.Mood Al benar benar hancur kala melihat hal itu.Tatapannya berubah menjadi sanggat tajam.


Setelah berbincang mereka berdua keluar dari ruangan Bu Tari dan kembali menuju kelas.Al berjalan mendahului Karan dibelakangnya. Biasanya Karan dengan tidak tahu malunya langsung merangkul tangan Al atau tidak berjalan di sampingnya.Namun kini sudah berbeda.


Tetapi tak bisa munafik Karan masih sanggat menyayangi lelaki itu, perasaannya sanggat besar,namun rasa kecewa itu juga sama besarnya dengan semua itu.

__ADS_1


Bugg


bola basket mendarat sempurna di kepala Karan.Al yang mendengar itu segera menoleh, hendak menolong Karan yang sudah terjatuh dilantai karena kehilangan keseimbangan.


Kali ini Dewi Fortuna sedang berpihak kepada Dean karena dengan cekatan cowok itu segera membantu Karan berdiri dan menuntunnya untuk duduk di kursi koridor.


Al membuang muka dan segera pergi dari sana.Rasa kesal menyelimuti hatinya secara mendadak saat melihat Dean memberikan perhatian kepada Karan.


"Mana yang sakit?" tanya Dean khawatir


"Eh.. kepala gue tapi cuma dikit kok."


"Pusing?gak ke UKS aja ran?


Tak ada jawaban dari Karan.Karan lebih memilih memejamkan matanya berusaha menetralisir rasa sakit di kepalanya.Karena tak kuat Karan menyenderkan kepalanya di pundak Dean.Dean yang melihat itu tersenyum kecil.


Cewek dengan tatapan yang nyalang melihat kejadian tersebut.Tangannya terkepal kuat melihat seseorang yang dicintainya berusaha menolong Karan."Gue nggak bakal biarin lo bahagia."


...****************...


Maaf ya telat up dikarenakan author dari kemarin sibuk wkwk


jangan lupa vote dan comment yaaa

__ADS_1


__ADS_2