
Satu persatu rintik hujan telah menjadi hujan deras yang membasahi bumi.Orang orang yang semulanya berjalan santai di trotoar kini berlari kesana kemari mencari tempat berteduh.
Karan dengan baluatan hoodie navy itu menatap orang orang dari jendela cafe yang ia tempati,ia menghela nafas panjang sebelum akhirnya memilih fokus menikmati makanan didepannya.
"Kenapa ran?"
"Eh enggak yan,gue cuma suka ngeliat pemandangan kayak gini ketika orang orang lari ngejauhi hujan,berteduh dan hujan semakin turun tanpa memikirkan mereka,aneh sih tapi gue suka."
"Lo benar benar cewek aneh yang gue temui ran,btw gimana lo sama Al?" tanya Dean
"Seperti yang lo lihat,dia tidak bisa gue gapai semudah itu."
"Hm,lo berhak dapat yang lebih baik daripada dia ran,dia cuma bikin lo sakit hati."
"Seharusnya begitu,tapi gue nggak bisa dan gue nggak mau.Gue cuma butuh ngehancurin tembok yang ada dihatinya dan gue percaya kalau gue bisa."
Dean yang melihat ketulusan dan antusias terpancar dari bola mata Karan.Andai dia yang menjadi Al,sungguh Dean tidak akan membiarkan gadis dihadapannya ini sakit hati ataupun mengecewakannya.
Tanpa mereka sadari,sosok yang mereka bicarkan ternyata berada di satu ruangan dengan mereka.Mata tajam itu menatap keduanya dari jauh dan bergumam, "Cewek kayak lo nggak mungkin tulus sama cowok,lo cuma ingin main main."
__ADS_1
...••••...
Matahari menyiratkan sinarnya diatas membuat para siswa berseragam putih abu abu mengeluh dalam hati ditambah dengan pidato dari seorang laki laki paruh baya yang tak kunjung usai, sebut saja Pak Karyo kepala sekolah SMA HARAPAN 1.
BRAK!
Tubuh seorang perempuan yang letaknya jauh didepannya ambruk begitu saja,segrombol para PMR sudah menyiapkan tandu untuk membawa tubuh itu.Namun mereka kalah cepat dengan seorang laki laki yang tak lain tak bukan adalah Al.Dia langsung membawa tubuh Ralina menuju UKS, raut khawatir tercetak jelas diwajahnya.
Jelas saja Karan melihat kejadian itu karena tak jauh dari tempatnya berdiri.Lagi lagi ia hanya bisa menahan kecemburuannya terhadap adegan yang baru saja terjadi.
"Andai itu gue yang ada di posisi Ralina apa lo akan sekhawatir kayak gitu Al ? " tanya Karan dalam hati.
...••••...
"Tau nih,tu mulut udah sebelas dua belas kayak bebek," sahut Aura,berbeda dengan Nana cewek itu sibuk menyalin tugas Kimia dari Tasyi.
"Bacot lo berdua ih," jawab Karan Tak berselera
"Apa gara gara Al?" tanya Aura
__ADS_1
"Seperti yang lo duga."
"Yaelah bucin banget sih lo," cibir Nana
Karan membuka ponselnya mengetikan pesan yang entah keberapa kalinya untuk Al.Pesan pesan yang sebelumnya pun tidak dilihat sama sekali.
Tidak biasanya Al seperti ini,cowok itu bahkan rela bolos dua pelajaran hanya untuk menemani Ralina di UKS.Apa sebegitu pentingnya seorang Ralina dimatanya.Semakin Karan memikirkan hal itu semakin hatinya menyuruhnya untuk pergi kesana,ke UKS.
"Lo mau kemana?habis ini pelajarannnya Bu Imel ran!" teriak Nana
"Ketemu jodoh," setelah mengatakan itu punggung Karan sudah tidak terlihat.
"Itu temen lo mau kemana dah?" tanya Devon yang ikut heran
"Gak tau nyamperin si Frozen kali," jawab Nana asal
Gevon mengrenyit heran, "Frozen siapa na?"
"Al lah temen lo."
__ADS_1
"Anjir lo Na,kalau Al frozen gue apa na?"
"Lo mouse!" sahut Aura sinis