Al Dan Karan

Al Dan Karan
46.Rencana


__ADS_3

Awan hitam mulai berkumpul di atas sana.Pertanda hujan akan. segera turun menyapa bumi.


Karan berjalan gontai ke luar gerbang sekolah.Dia tak ingin langsung pulang.Karan masih ingin menikmati dinginnya soreh.Dirinya sedang tak baik baik saja dan kini semesta seolah ikut serta.


Karan duduk di sebuah halte tak jauh dari sekolahnya.Kepalanya mendongak mentap mendung yang mulai meneteskan air matanya.


"Makasih, udah ngewakilin perasaan ku soreh ini." gumam Karan.Tersenyum samar.


Saat tengah menikmati suasana soreh itu.Sebuah mobil sport warna hitam terparkir sempura di depannya.Sang pemilik turun menghampiri Karan yang tak lain tak bukan adalah Farel.Sahabat Al.


"Lo ngapain ran, latihan jadi pemain drama korea disini?"


Seketika vibes yang sudah Karan bangun hancur sekejap, dengan adanya kehadiran Farel.


"Iye,mau ikut casting gue."


"Serius njir, beneran? Lo kapan ke koreanya?"


Karan menabok lengan Farel pelan. "Gini nih,kalau keseringan temenan sama Reonal ni."


"Lah, terus lo ngapain disini? lo nggak habis berantem sama Ralina kan?" tanya Farel beruntun.


"Hah, maksut lo?"


"Ya,engga.Tadi gue sebelum kesini ngeliat Ralina keluar dari gerbang sekolah."


Karan mengangguk.Sedetik, kemudian dia tersadar sesuatu.


"Lo mau tau sesuatu?" tawar Karan


Farel mengangguk antusias.


"Tapi, jangan disini.Bawa gue pergi dari sini dan lo bakal tau semuanya."


Farel tak mengerti apa yang sebenernya akan Karan beri tahu kepadanya.Cowok itu mengangguk dan segera membawa Karan pergi dari halte tersebut.


"Oke, lo mau kemana?" tanya Farel.Mobilnya berhenti di depan sebuah ruko yang sudah tutup.


"Disini aja."


"Lo nggak mau makan, minum ke cafe gitu? biar enak ngobrolnya" tawar Farel


Karan menggelang.Bisa dipastikan, mood makan Karan akan rusak apabila membahas mengenai hal ini.


"Gue sanggat yakin lo nggak percaya sama gue.Tapi, ini bukan drama atau bahkan fitnah."


Farel mengangguk. "Iya, tapi apa?"


Karan menghela nafas panjang.Dia merasa Farel adalah orang yang tepat untuk tau hal ini.

__ADS_1


"Tentang Ralina."


"Kenapa Ralina?"


"Asal lo tau.Gue ketemu Ralina di mall bersama seorang cowok yang bukan Al.Gue tanya dia saat kita berada di toilet mall."


Farel menaikan sebelah alisnya.Menunggu apa yang Karan ucapkan selanjutnya.


"Satu fakta yang lo harus tahu.Disitu, dia mengakui bahwa sebenarnya dia memang nggak benar benar tulus sama Al.Dia cuma manfaatin Al doang." ungkap Karan.


Farel terkekeh mendengarnya.Membuat Karan mengerenyit tak mengerti.Tapi, satu yang bisa Karan pastikan.Farel sedang tak percaya dengan hal ini.


"Nice.Apa yang gue duga kayaknya emang benar."


Jawaban tak terduga dari Farel, membuat Karan melongo dibuatnya.


"M-maksut lo?"


Farel mengangguk. "Gue dua kali ketemu Ralina jalan sama cowok yang berbeda beda.Sialnya, tiap kali gue mau jadiin itu bukti.Gue selalu nggak bawa hp."


"Lo tau?" tanya Karan


"Iya, dan gue nggak tau pasti kenapa dia ngelakuin hal kayak gitu.Baru sekarang lo bilang, gue jadi tau maksut terselubung itu cewek."


"Al tau?"


"Enggak.Gue nggak bilang sama dia.Apalagi tanpa bukti kayak gini, dia nggak akan percaya.Ya, lo tau lah, gimana keras kepalanya Al."


"Dari awal gue udah curiga sama ini cewek.Gue pernah nggak sengaja denger dia telfon romantis gitu sama cowok di depan toilet."


Karan menyimak dengan seksama apa yang Farel katakan.


"Dan gue ngasih tau hal ini ke Al.Tapi, see?dia nggak percaya.Dia lebih percaya sama Ralina daripada gue, sahabatnya.Saat gue tanya empat mata ke Ralina, lo tau jawaban dia apa?"


"Apa?" tanya Karan balik.


"Dia bilang itu sepupunya.Klasik banget kan.Belum sempat gue nanya lebih lanjut.Dia langsung pergi, karena katanya ada rapat osis."


"Orang pinter kayak Al.Kalau bucin bisa jadi goblok gitu ya." gumam Karan.


"Lo juga tuh."


"Gue mah dari awal udah goblok." jawab Karan tanpa beban.


Farel terkekeh.Cowok itu menatap lurus ke depan.Hujan mulai berjatuhan membasahi bumi.Jalanan juga nampak sepi,tak seramai biasanya.


"Sekarang, kecurigaan gue benar benar di ujung banget ran." cetus Farel.


Karan mengangguk.Meskipun Farel tak melihatnya.

__ADS_1


"Eh, ran." Farel menoleh ke arah Karan.


"Apa?"


Farel tersenyum penuh arti.Kemudian mulai menyusun sebuah rencana.Rencana yang seperti bom atom.Bisa meledak kapan saja dan menghancurkan siapa saja.


"Eh lo tadi darimana?kok pulangnya sama Farel?"


"WAH,OMG KARAN.NGGAK DAPET AL FAREL PUN JADI YA!" heboh Nana.


Karan langsung melempar Nana dengan guling yang semula di dekapnya.


"Lo kalau ngomong sembarangan njir." tangkas Karan.


Karan menjelaskan secara detail apa yang terjadi tadi soreh.Mulai dari dirinya tak jadi mengungkapkan sesuatu hal kepada Al,sampai rencananya dengan Farel.


"Kalau tentang ngebongkar sifat asli si malaikat berwujud iblis itu.Gue ikut bantu lo ran." sahut Aura mantap.


"Gue juga dong." lanjut Nana.


Karan tersenyum.Dia benar benar beruntung punya sahabat seperti Aura dan Nana.


"ran,na" panggil Aura


Karan menoleh ke arah Aura.Begitupun Nana, cewek itu bangkit dari tengkurapnya. Perhatian Karan dan Nana kini terpusat pada Aura.


"Makasih ya buat berberapa hari ini.Gue udah ngerepotin lo.Besok pagi,gue bakal pulang."


"Emang lo mau pulang kemana ra?" tanya Nana


"Mau nggak mau, gue harus ikut nyokap gue." jawab Aura sendu.


"Lo yakin mau pulang besok? kalau lo masih pengin disini.Lo disini aja gapapa.Sampai lo udah tenang."


Aura tersenyum kecil. "Iya, makasih ran.Tapi, gue harus udah pulang besok.Lo juga na.Makasih, udah mau nemenin gue disini."


"Ah apa sih yang enggak buat ayang."


"Dih, najis lo na." sahut Karan.


"Yee,biji durian nyahut aja anjir."


"Lagian.Disini, bukan hanya gue yang sakit sama perceraian mereka.Tanpa gue sadari, Mama gue juga."


Karan mengangguk mengerti.Tangannya mengusap bahu Aura.Memberinya kekuatan.


Nana memeluk Aura dari samping. "Nantinya,kalau lo lagi ada apa apa bilang aja ya sama kita."


"Iya, kita bakal bantu lo sebisa mungkin yang kita bisa.Lo berdua udah kayak keluarga bagi gue.So, jangan sungkan sungkan untuk minta bantuan atau cerita ya.Satu lagi, rumah gue terbuka lebar untuk kalian." papar Karan.

__ADS_1


 


Maaf ya upnya lama.Sedang di usahakan buat up cepet kok.Makasih juga yang udah setia nungguin Al dan Karan.


__ADS_2