
Seoalah tak terjadi apa apa di sekolah tadi,jari Karan menari nari diatas keyboard mengetikan pesan untuk Al.
Karan: Night Al!
Karan: Eh Iya sorry tadi gue nggak les,kepals gue pusing makanya langsung pulang
Karan: Al besok ulangan matematika loh,gue mau belajar nih biar nanti bisa jalan sama lo
Karan: Lo nggak mau ngucapin semangat atau apa gitu?
Karan: Alll!!
Karan mendegus kesal,dia sudah mengetik panjang kali lebar tapi hanya dibalas dengan satu huruf yang dibenci seluruh umat.Dasar tidak punya Hati.
Al: Y
"Karan sabar ran inget lo ini lagi ngadepin patung bukan manusia,sabar!" semangat Karan pada dirinya sendiri.
••••
Bau alcohol menyengat dimana mana,dentuman lagu membuat hampir semua orang yang disana menari bebas,lampu lampu seoalah ikut memeriahkan ruangan.
Seorang perempuan bertubuh mungil dengan keadaan mabuk memeluk tubuh laki laki yang ada disampingnya
__ADS_1
"Untuk sementara kita seperti ini dulu ya sayang."
sang perempuan mengangguk mengiyakan "Aku sayang sama kamu lebih dari dia."
"Iya sayang," jawab laki laki tersebut, kemudian dia memberikan segelas alcohol lagi untuk perempuan yang jelas jelas sudah kebanyakan minum.
Tanpa mereka sadari seseorang tersenyum licik setelah ia berhasil mengambil potret keduanya.
••••
"Lo berdua belajar buat ulangan matematika hari ini nggak?" tanya Nana yang baru saja datang
Perempuan cantik kelahiran Rusia baru saja menyelesaikan aktivitas menyatok rambutnya dengan polosnya dia bertanya, "Emang ada ulangan apa?"
"Belajar dong, nilai matematika gue untuk ulangan Ini menentukan banget gue bisa jalan sama mas jodoh," jawab Karan disertai senyum lebarnya.
"Bucin!" cibir kedua sahabatnya
"Emang!" balas Karan "Makanya lo berdua nyari dong,biar tau rasanya jadi bucin! " lanjutnya
"Ngapain Aura lo suruh nyari lagi,kan udah ada gue." suara familiar itu membuat ketiganya menoleh kearah pintu kelas dan mendapati Reonal menunjukan senyum paling manisnya kearah Aura.Sedangkan Al dan Devon berjalan terlebih dahulu ke tempat duduk masing masing.
Aura memutar bola matanya malas, "Najis lo!"
__ADS_1
Sontak hal itu mengundang tawa dari sebagian anak anak yang berada di kelas IPA-3.
"Makan tu najis,cabut kuy malu maluin aja lo dikelas orang," ajak Farel dari belakang Reonal
"Ayang ara mah suka gitu,jangan lupa nanti jam 8 malam aku jemput ya," Reonal masih berusaha menggoda Aura membuat cewek itu melotot kesal kearahnya.
"Sinting lo!" kesal Aura
"Iya I love you too." setelah mengucapkan kalimat itu Reonal benar benar pergi bersama Farel.
"Ra,sejak kapan lo deket sama bro gue?" tanya Devon kepo
"Iya ra kok lo nggak pernah cerita sih," ujar Karan diikuti anggukan kepala dari Nana
"Gue nggak lagi deket sama dia,sinting emang temen lo." jawab Aura sinis
"Kalau lo mau deket sama dia gue bantu kok dia baik,rajin menabung dan tidak sombong."
"Bodoamat ya Von gue nggak peduli."
Dengan berakhirnya ucapan Aura.Bu Tari masuk kelas dengan penuh wibawa.Setelah melafalkan doa sesuai keyakinan masing masing.Beliau segera memberikan soal ulangan.
Suasana kelas yang semula tampak sedikit ramai Kini benar benar tenang sebagian mengerjakan tanpa melihat soal ataupun menjawab secara asal,sebagian malah memilih melamun dan sebagiannya lagi mengerjakan dengan serius seperti Karan.
__ADS_1
Apabila di ulangan biasanya Karan termasuk kategori murid yang mengerjakan secara asal, kini ia benar benar berusaha semaksimal mungkin.Mencoba menginggat rumus rumus yang sudah Al berikan,menghitungnya dengan teliti,seoalah ulangan hari ini lah yang menentukan masa depannya.