Al Dan Karan

Al Dan Karan
6.Karan VS Ralina


__ADS_3

Hari ini terasa panas,seperti biasa.Karan berjalan dengan membawa air dingin dan nasi


goreng buatannya sendiri menuju lapangan futsal.


Disana dia dapat melihat Al yang latihan keras untuk turnamen bulan depan.Sehingga,Karan mengurungkan niatnya menganggu Al seperti biasa.Kotak makan dan air putih itu ia taruh di atas tas olahraga Al.


Karan berjalan meninggalkan lapangan futsal menuju kantin.Untuk mengisi perutnya.


"Tumben lo bawa bekal?" tanya Reza teman timnya.


Al mengelang,dahinya bergelombang saat melihat kotak makan berwarna biru dan air dingin diatas tasnya.


"Dari Ralina atau Karan kali," cetus Farel


"Kayaknya Ralina,mana mungkin cewek kayak Karan bisa masak," timpal Reza


"Don't judge book by cover beb!" peringat Reonal


"Najis bab beb gue masih normal."


"Tau nih sok lu punuk onta," cibir Farel


Apa yang dikatakan teman temannya memang ada benarnya.Al memang berangapan itu dari Ralina, Al membenarkan 80% perkataan Reza.Dipikiran Al,Karan hanya tau fashion dan melanggar peraturan.


Berhubung perutnya sudah minta diisi.Al segera memakan nasi goreng tersebut sampai habis.


"Jadi Al enak, direbutin dua cewek cantik," Tiba tiba Davon bersuara


Farel mengngguk, "Makanan disiapin,minuman disediain."


"Lo berdua jomblo yaudah jomblo aja,nggak usah sok melas gitu lah.Emang dasarnya nggak laku mau gimana lagi," cibir Reonal.

__ADS_1


"Anjir,mentang mentang lo udah balikan sama Fera."


"Tau nih, daripada lu bucin," ejek Davon


"Boy, bucin bukti cinta."


Segera Davon dan Farel berakting seoalah mau muntah.Sedangkan Al dan Reza hanya menyimak saja.


 


••••


 


Dengan malas Karan memasuki perpustakaan mencari kamus seperti yang diperintahkan Teya.Ketua kelompok dalam pelajaran bahasa Jerman kali ini.


Saat Karan sedang mencari kamus di rak paling belakang.Ia tak sengaja mendengar suara yang familiar di telinganya.Al.


"Makasih ya,makanan minumannya tadi. "


"Iya, nasi goreng sama air mineral dingin tadi,yang lo taruh diatas tas olahraga gue."


Karan membelalakan mata kaget.Bagaimana bisa Al berfikir itu Ralina.


"O..ohh yang itu,iya sama sama.Enak nggak?"


tanya Ralina.


"Enak,beneran.Gue suka nasi goreng lo."


Entah Karan harus bersedih atau bahagia.Al menyukai masakannya,tetapi disisi lain.Al mempercayai bahwa itu masakan Ralina.Bahkan,Ralina juga mengaku-ngaku bahwa itu masakan dia.Sungguh,Karan ingin keluar dari tempat persembunyiannya dan mengatakan yang sebenarnya,tapi ia urungkan.

__ADS_1


"Lo lagi dekat sekarang sama Karan?"


Sebelum Al menjawab pertanyaan Ralina.Karan langsung berpura pura menghampiri Al.Seolah ia baru saja datang ke perpustakaan padahal sedari tadi ia menguping pembicaraan mereka. Karan tak ingin mendengar Al menjelek jelekan dirinya didepan Ralina.


"Hai Al!eh-Ra siapa?" sengaja,Karan duduk di tengah tengah Al dan Ralina.


"Ralina.Karan kan?" tanya Ralina dengan sok lugunya.


"Iya Karan calonnya Al," Karan sengaja menekan kata 'calon'


Al yang mendengarnya mendegus malas.


"Bisa nggak sih lo duduk jangan ditengah tengah gini," kata Al


"Emang kenapa?Ganggu kalian pacaran? pdkt? inget ini sekolah,tempat nyari limu. "


"Terserah," pasrah Al.


"Al nanti soreh kita jadi kan?" tanya Ralina tiba tiba


"Jadi Lin."


Karan berusaha bersikap bodoamat,didepan mereka.Karan tidak boleh kalah dengan Ralina saat ini.


"Al,ayo balik ke kelas!" ajak Karan


"Kenapa gue? lo aja sana,"


"All tujuan gue kesini disuruh Pak Toni nyari lo!" bohong Karan.


"Lo kalau mau bohong yang niat dikit, " setelah mengatakan itu Al pergi meninggalkan Karan maupun Ralina.

__ADS_1


Karan menatap Ralina sebentar.Sebelum ia mengucapkan kalimat yang membuat tangan Ralina mengepal kesal.


Karan tersenyum puas melihat raut wajah Ralina dan keluar dari perpustakaan.


__ADS_2