Al Dan Karan

Al Dan Karan
33.Bersama Al


__ADS_3

"Sial." Umpat Karan saat mengetahui bahwa 1 menit lagi bel sekolah akan berbunyi.


Kakinya terus berlari,sampai suara klakson motor hitam membuat langkahnya terhenti.


"Naik!" perintahnya


Karan hanya terdiam.Apakah ia bermimpi saat ini.Tanyanya kepada diri sendiri.


"Gue bilang naik!" perintahnya lagi.


Karan segera naik.Dia akan memikirkan hal itu nanti.Sekarang yang terpenting adalah bagaimana supaya dia bisa cepat sampai disekolah.


Al melajukan motornya begitu kencang membelah jalanan yang sedang ramai.Karan hanya diam, memegang pundak Al sebagai tumpuan.Menatap sekilas wajah Al yang tertutup helm di spion.


"Eh,ini mau kemana?" tanya Karan karena Al menghentikan motornya di sebuah gedung tua bukan sekolah mereka.


Alih alih menjawab.Cowok itu hanya berjalan mendahului Karan.


Karan menggerutu. "Kita mau kemana sih Al?"


Tetap tak ada jawaban dari Al.


"Al lo kalau mau bolos tuh jangan ngajak ngajak.Gue niat sekolah bukan nemenin lo bolos." Cerocos Karan sembari mengikuti Al dari belakang.


"Naik!"


"Hah?" Ulang Karan. "Mau ngapain sih lo."


"Lo mau sekolah kan? yaudah naik gak usah banyak tanya." Terang Al.


"Tapi ini-"


"Lo naik apa gue tinggal di sini?" ancam Al


Karan membuang muka malas dan segera naik ke tangga kayu yang sudah disediakan.


"Jangan ngambil kesempatan lo." Ucap Karan


"Gue nggak nafsu sama lo." Jawab Al pelan tapi masih terdengar oleh Karan.


Koridor sekolah sudah sepi kini menyisahkan Karan dan Al yang tengah berjalan menuju kelas.Hampir saja mereka berdua sampai pada tujuan.Tapi suara berat milik Pak Ibnu membuat langkah keduanya terhenti.


"Aldevan!Karan!"


Karan memejamkan matanya mendengar namanya disebut.Karan sudah bisa menebak apa hukuman yang Pak Ibnu berikan.


Sedangkan Al membalikan wajahnya dengan raut yang tenang.Tidak ada ekspresi sama sekali disana.


"Kalian pacaran?" tanya Pak Ibnu


Karan melotot dan menggelang cepat. "Eh, enggak Pak.Sumpah enggak."


Al hanya terdiam tanpa berniat menjawab.Pak Ibnu tetap menatap keduanya curiga dan mengangguk. "Kalian tau kesalahan kalian apa?"

__ADS_1


"Tau Pak,telat." jawab Al tanpa dosa.


Karan menoleh dan menatap cowok disampingnya dengan pandangan heran.


"Bagus.Kalian berdua hormat didepan bendera sana sampai Jam pelajaran ke empat selesai!"


"Ta-tapi Pak-"


"Mau ditambah?"


"Enggak Pak,tapi kan-"


Belum sempat Karan bernegosiasi dengan Pak Ibnu,Al sudah menariknya ke lapangan.


Karan menyentakkan tangannya agar terlepas dari cekalan Al. "Paan sih lo tarik tarik!"


"Biar lo berhenti ngoceh." Al berdiri didepan bendera dengan tangan yang sudah membentuk hormat.


"Dih emang-"


Belum sempat Karan membalas ucapan Al.Teriakan Pak Ibnu membuatnya semakin kesal.


"Karanaa tangannya!" teriak Pak Ibnu dari tepi lapangan.


"Karan pak,bukan Karana." Sungut Karan


Matahari semakin terik.Membakar dua remaja dibawah sana dengan panasnya.Al tetap tak bergeming dari tadi.Berbeda dengan Karan yang tak bisa diam secara ekspresi atau tingkahnya.


"Buset matahari ngapa panas bat dah." Keluh Karan entah kepada siapa


"Capek yallah, punya dosa apa sih hamba."


"Ini jam nya muter apa berhenti sih,kok kayaknya lama banget."


"Bisa diem nggak?" Kini Al angkat suara.Sedari tadi tadi dia hanya diam mendengarkan ocehan cewek disampingnya.


"Gak bisa."Ketus Karan


"Nafas lo bau." Kata Al membuat Karan langsung mencium nafasnya sendiri.Padahal hanya berbohong supaya cewek disampingnya ini diam.


"Apaan sih wangi ini.Gue aja gosok gigi 3 kali sehari."


"Gak nanya."


Karan memasang wajah kesal."Bodoamat,gue nggak ngasih tau lo."


"Ngasih tau siapa lo,disini cuma ada lo sama gue." Balas Al.


"Eumm ya..gue ngasih tau angin,ya kan ngin gue ngasih tau lo." Karan berbicara sendiri seolah ada yang tengah diajaknya bicaranya.


Al tersenyum sanggat kecil,bahkan hampir tak terlihat kalau itu senyum.Sadar atau tidak sadar Al merindukan gadis disampingnya ini.Hanya dengan mendengar ocehan dan melihat tingkah absurd Karan dia merasa senang siang ini.


Al berniat membalas ucapan Karan.Tapi dia urungkan,saat melihat Dean menghampiri tempat Karan berada.

__ADS_1


"Hai." Sapa Dean


"Hai juga,lo nggak ke kelas?"


"Gue habis dari toilet.Lo kenapa?" tanya Dean balik


"Biasalah telat."


"Besok lagi bareng gue aja nggak bakal telat kok."


Karan melirik sekilas ke arah Al.Cowok itu tidak menunjukkan reaksi apapun saat Dean berkata seperti itu.


Karan tidak menjawab iya atau tidak,dia hanya tertawa kecil sebagai jawaban.


"Nanti kita belajar bareng kan?"


Karan melirik Al lagi.Pandangan cowok itu datar.Tak ada ekspresi cemburu atau apapun disana.


"Iya nanti." Karan menjawab dengan suara pelan.


"Bagus,lo mau gue beliin air minum atau apa gitu?" tawar Dean


"Nggak usah,lo mending ke kelas aja daripada kena hukuman juga kan."


"Kalau dihukum sama lo sih nggak masalah."


"Pak dia bolos!" tunjuk Al kearah Dean.


Pak Ibnu yang sedang menjadi guru piket hari ini menoleh dan menyuruh Dean untuk masuk kelas.Sebelum benar benar pergi,Dean menatap Al dengan sengit.Al tersenyum kecil sebagai jawaban.


Karan sedikit merasa percaya diri bahwa Al tengah cemburu.Tapi pemikiran itu dipatahkan ketika pandangan Al terkunci kepada Ralina yang tengah membawa dua tumpukan buku berjalan di koridor sendirian.


"Mata tu awas copot." Sindir Karan.


Al berdecak pelan.Tak menghiraukan Karan.


Suasana menjadi sepi seketika.Tak ada yang berbicara baik Karan maupun Al.Karena tak tahan, Karan memilih membuka suara lebih dulu.


"Woi."


Tak ada sahutan


"Uyy."


Al tetap bergeming di tempat


"Ini gue ngomong sama manusia apa es batu sih." Cibir Karan


"Gue punya nama." Sahut Al dengan dingin.


"Percuma punya nama,giliran di panggil nggak pernah direspon."


"Lo nggak penting."

__ADS_1


Tiga kata, satu kalimat membuat Karan merasa ditampar oleh sebuah kenyataan.Kenyataan bahwa dia memang tidak penting di hidup Al.Bukan seperti Ralina yang segala sesuatunya menjadi penting di mata Al.


Karan memilih diam.Malas untuk membuka suara lagi.Sedangkan Al, cowok itu berharap sebaliknya.Berharap cewek disampingnya ini berbicara dan mengganggunya lagi.


__ADS_2