
Al melajukan mobilnya menuju rumah Karan yang tak jauh dari rumahnya.Cowok itu kini memakai kaos hitam dan celana jeans.
Mas jodoh: gw d dpn rmh lo, cpt.
Karan yang semula sibuk merapikan rambutnya segera turun kebawah,ia tak ingin membuat Al menunggu lama.
"Hai Al!" sapa Karan saat cewek itu sudah duduk di samping Al.
Al hanya bergumam sebagai jawaban.
"Al gue cantik nggak hari ini?"
Kalau boleh jujur Karan terlihat sanggat cantik tidak ada riasan yang mencolok diwajahnya.Rambutnya dibiarkan terurai.Tetapi Al tetaplah Al dia berusaha tidak menampakkan raut ke kagumanya dihadapan Karan. "Biasa," jawabnya cuek
"Cantikan mana gue sama Ralina?" tanya Karan tiba tiba
"Ralina," jawab Al singkat padat namun mampu membuat hati karan tercabik.Ini semua salahnya,bisa bisanya Karan bertanya hal bodoh seperti itu.Jelas saja Al tetap akan memilih Ralina.Bahkan mau seburuk apapun Ralina dimata Al dia tetap terbaik,sedangkan sabaik apapun Karan,dia tetap buruk dimata Al.
Al yang melihat perubahan raut wajah Karan merasa bersalah sudah mengatakan hal itu.Tapi sudahlah Al tak mau ambil pusing akan hal itu.
"Al!" panggil Karan
__ADS_1
"Hm?"
"Kenapa rumput warna hijau,kenapa nggak warna lilac aja kan bagus?"
"Stres," gumam Al
"Iya nih gue stress gara gara lo." gombalan Karan membuat Al membuang muka malas.Tidak bisa dipungkiri meski hanya gombalan receh hal itu mampu membuat hati Al sedikit senang.
••••
"Wah gue nggak nyangka kalau bakal serame ini sih." ujar Karan saat mereka berdua sudah memasuki taman hiburan.
"Al,kita naik bianglala dulu yuk!" seru Karan bersemangat,sedangkan Al tampak biasa saja dan mengikuti kemana gadis itu pergi.
Ada perasaan bahagia melihat gadis di depannya ini tak henti hentinya tersenyum dan tertawa.Seolah olah tak akan ada hari sebahagia ini lagi.
"Al gue mau naik kora kora lo ikut nggak?"
"Gak lo aja." jawab Al cepat.Al paling anti dengan yang namanya kora kora karena trauma masa kecilnya.
"Yahh gagal modus dong gue,yaudah tunggu gue ya."
__ADS_1
Al mengangguk mengiyakan.Cowok itu duduk dibangku yang disediakan,sembari menatap gadis yang melambaikan tangan kepadanya diatas sana, siapa lagi kalau bukan Karan.
Saat wahana tersebut mulai dijalankan, teriakan heboh dan histeris keluar dari mulut ke mulut.Terutama teriakan Karan juga terdengar kencang sekali.
Ringtone ponsel Al membuat cowok itu mengalihkan perhatiannya.Nama Ralina tertera disana.Tanpa basa basi Al segera berlari menuju ke tempat yang tidak terlalu ramai untuk mengangkat telfon dari Ralina.
"Hallo Lin?" sapa Al
Terdengar helaan nafas yang cukup panjang disebarang sana.
"Lin kenapa?"
"Gue butuh lo Al,kerumah gue segera."
Setelah mengatakan itu Ralina langsung menutup sambungan telfonnya.
Perasaan khawatir mulai menyerbu hati Al.Ia takut Ralina kenapa kenapa.Tapi disisi lain ia sudah berjanji dengan Karan untuk menghabiskan waktu bersama seharian ini.Apalagi,menggingat perjuangan gadis itu lakukan untuk mendapat nilai bagus membuat cowok itu tidak tega meninggalkannya lagi.
Saat tengah berdebat dengan hati dan egonya.Al segera berlari menuju pintu keluar ia lebih mementingkan egonya daripada hati seseorang yang sudah ia beri janji.Biar bagaimanapun Ralina akan tetap ia prioritaskan daripada Karan.
Al takut terjadi sesuatu kepada Ralina, tapi dia melupakan sebuah fakta bahwa ia telah menyakiti hati seseorang lagi,bahwa ia telah mengingkari janjinya dan bahwa ia kembali meninggalkan gadis yang benar benar tulus kepadanya.
__ADS_1