
"Lo tau kan besok gue mau jalan sama Al jadi gue harus mempersiapkan dari sekarang," Gadis cantik itu tampak mengebu gebu.
"Apa perlu ke salon,beli baju, beli sepatu,makeup sebanyak ini,kan lo jalannya cuma sehari."
Karan membalikan tubuhnya memegang pundak sahabatnya "Perlu banget, meskipun sehari tapi itu bakal bersejarah buat gue Nana."
Karan kemudian masuk terlebih dahulu ke store baju yang ke lima kalinya diikuti dengan kedua sahabatnya.
"Udahlah maklumin aja,emang segala sesuatu yang berbau Al dimata Karan kan emang berlebihan," Kata Aura
"Semoga kalau gue suka sama cowok enggak sebego Karan aminn." gumam Nana tanpa sadar
"Heh gue denger bego!" kesal Karan sehingga membuat Nana nyengir tanpa berdosa.
••••
Al menatap langit malam yang tampak berbahagia disana bersama bintang dan bulan.Esok adalah hari yang ia janjikan untuk Karan.Al masih tak menyangka gadis itu bisa mendapat nilai yang naik secara drastis.Untuk malam ini pikiran Al dipenuhi dengan gadis yang ia benci.Karan.
Karan adalah gadis cantik serta senyumnya yang manis ditambah dengan sifatnya yang periang dan perhatian tak heran ia cukup populer disekolah banyak yang ingin mendekatinya.Tapi gadis itu lebih memilih dirinya yang bahkan tak tertarik sedikitpun kepadanya.
Al pikir dengan menyakiti hati Karan,membencinya,membuat gadis itu menjauhinya namun ternyata tidak gadis itu semakin gencar mendekatinya.Kadang Al bertanya tanya terbuat dari apa hati Karan sehingga dia mampu bersabar menghadapi dirinya.Sebelum Karan banyak yang mendekati dirinya,namun tak ada yang seperti Karan.
__ADS_1
Sedang apa Karan?Apa gadis itu sudah tertidur? Mengapa tiba tiba Al merasa tak sabar dengan hari esok,mengapa tiba tiba ia ingin melihat Karan Dan mendengarkan cerita absurdnya,seberapa jauh Karan sudah masuk ke hatinya sehingga membuatnya terus terusan memikirkan gadis itu sejak tadi siang.
Ting!
Al segera mengambil ponselnya yang ia letakan di saku celana pendeknya.
Devon J. :Woi Al pap tugas Kimia lo dong
AL mengesah pendek dan meletakan kembali ponselnya.Entah kenapa tiba tiba ia berharap Karan mengiriminya pesan basa basi seperti biasa.
Ting!
Al megeram kesal saat notif hpnya kembali berbunyi.Tetapi dalam kejapan mata raut kesal itu berubah dengan senyuman kecil dibibir saat mengetahui siapa yang mengiriminya pesan.
Karan: Al jangan lupa ya besok,btw gue nggak sabar besok gimana lo nggak sabar besok juga kan pasti hehe
Hati Al seperti tengah berlari marathon,rasa tentram dan bahagia menjalar ke sekujur tubuhnya.Ini hanya pesan basa basi seperti biasa tapi mengapa kini menjadi berbeda.Bahkan saat ia mendapat pesan dari Ralina tidak sebahagia ini rasanya
•••••
Jam masih menunjukan pukul 7 pagi, gadis cantik itu terus saja berputar dan berjalan didepan cermin mempadupadankan warna pakaian yang akan ia kenakan.
Seluruh kamarnya tampak berantakan dengan pakaian serta perlatan makeup.
__ADS_1
"Badai topan darimana sampai bikin kamar kamu berantakan hm?" tanya mamanya tiba tiba berada didepan pintu kamarnya yang terbuka.
Karan hanya menunjukan raut tidak bersalahnya. "Ma,Karan hari ini ada hari spesial."
"Ya terus?harus banget sampai bikin kamar kayak kapal pecah gini?"
"Ish Mamaku sayang,nanti Karan rapiin."
"Emang acara apa sih?"
"Karan mau ngedate sama anaknya temen Mama."
"Siapa?"
"Al dong,"
"Dasar anak muda,Karan Mama mau ke kantor dulu kamu jangan lupa sarapan ya," Mirna mengecup puncak kepala putri semata wayangnya.
"Hati Hati ma."
"Iyaa sayang."
Karan terdiam sebentar setelah Mamanya benar benar pergi dari kamarnya.Matanya menatap foto keluarga di atas nakasnya dengan perasaan yang berkecamuk.
Karena kepergian Papanya, Mamanya harus bekerja dua kali lipat dari sebelumnya demi Karan.Rasa rindu itu selalu menghantam Karan.Tapi ia tidak bisa melakukan apapun karena Papanya satu satunya laki laki yang ia anggap sebagai superheronya telah pergi bersama tuhan.
__ADS_1