Al Dan Karan

Al Dan Karan
41.Diam


__ADS_3

Al segera menuju tempat dimana ketiga sehabatnya berkumpul bersama Karan.Devon yang sadar akan kehadiran Al segera mengeser duduknya dan memberi tempat untuk Al.


"Bahkan, sebelum kita bertiga kesini, dia udah disini.Dari tadi dia juga selalu ngumpatin lo." jelas Farel


"Kenapa sih gue nggak bisa buat benci Al.Padahal cowok itu bisa benci gue dengan mudah." kata Karan tanpa sadar, dibawah kendali alcohol.


"Ayo pulang." ajak Al


"Enggak mau.Gue benci semuanya, gue benci yang namanya kesepian.Gue juga benci sama Al.Brengsek."


Mereka berempat saling bertatapan.Tak ingin mengulur waktu.Al segera menggendong Karan ala bridal style.Karan terus meracau di gendongan Al.


"Gue benci Al.Lepasin!"


Al tetap membawa Karan sampai di dalam mobilnya.


"Kenapa di mata Al gue selalu lebih buruk daripada Ralina." Setelah mengatakan itu Karan pingsan.


"Jawabannya sederhana, karena gue cuma cinta Ralina bukan lo.Sorry."


Al melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Meninggalkan club tersebut..


......…......


Dean mengerenyitkan dahinya.Saat melihat Al keluar dari pekarangan rumah Karan.Apa yang cowok itu lakukan kepada Karan lagi.

__ADS_1


Dean membuka pintu mobilnya dan langsung mencengkram kerah baju Al.


"Ngapain lo ke rumah Karan?" tanya Dean sinis


"Bukan urusan lo." Al menatap Dean datar. Kemudian menepis tangan Dean dengan kasar.


"Apapun yang berhubungan dengan Karan adalah urusan gue."


Al mendegus kasar. "Oh ya? terus kenapa lo biarin Karan ke club sendiri.Bahkan dia sampai mabuk berat."


Emosi Dean memuncak.Ketika mendengar pernyataan dari Al.


"Karan kaya gitu juga karena lo, sialan.Lo yang nyebabin dia kaya gitu kan."


Bugh


"Awas aja sampai lo nyakitin Karan lagi.Gie nggak akan segan segan ngehabisin lo." ancam Dean.Lalu pergi meninggalkan Al yang terkapar di aspal depan rumah Karan.


"Karan sendiri yang ngebiarin gue buat nyakitin dia." gumam Al.


...…...


"Eh liat deh, itu Al habis berantem ya?" tunjuk Nana ke arah Al dengan dagunya.


Karan dan Aura yang sedang menyalin tugas mendongak.Melihat Al yang kini tengah duduk santai di bangkunya.Benar saja, banyak lebam di wajah Al.

__ADS_1


"Bodoamat.Nggak peduli, gue malah berterima kasih sama orang yang udah ngelakuin itu ke dia." ujar Aura


"Buset Jubaedah, sensi banget lo sama dia."


"Iyalah.Dia nyakitin Karan itu sama aja dia cari masalah sama gue."


"Eh, udah.Mending lo berdua lanjut nyalin aja, nanti keburu Bu Suci datang." alih Karan.


Kedua sahabatnya kembali melanjutkan kegiatan menyalin.Tidak untuk Karan.Gadis itu masih memikirkan lebam di wajah Al.Ada perasaan khawatir yang tidak dapat di ungkapkan oleh Karan.


Apa luka itu gara gara semalam saat Al mengantarkan dirinya pulang.Tapi kenapa dan siapa yang melakukan hal tersebut.Karan dibuat penasaran akan serangkaian pertanyaan yang bermunculan di kepalanya.


"Al." seorang gadis kini duduk di samping Al.Rautnya menampakan sebuah ke khawatiran sama dengannya.


Aura memutar bola matanya malas melihat Ralina disini.


"Kamu kenapa?" tanya Ralina.


Al hanya tersenyum kecil.Tangan Al bergerak mengambil tangan Ralina dan menggengamnya.


"Kamu kenapa ih?"


"Engga, gapapa." jawab Al.


Karan yang melihat itu hanya bisa meremas roknya.Bahkan, untuk bisa dekat dengan Al saja susah,apalagi mengambil hatinya.

__ADS_1


Aura beranjak dari duduknya dan berjalan keluar.Sebelum itu, Aura berhenti sebentar tak jauh dari bangku Al. "Yow, angkasa mukanya biasa aja dramanya luar biasa." sindirnya, mengikuti sound tiktok yang lagi hype tersebut.


__ADS_2