Al Dan Karan

Al Dan Karan
44.Terungkap


__ADS_3

Setelah selesai menonton bisokop,makan dan berjalan jalan Karam dan Dean memutuskan istirahat sejenak di salah satu kursi yang di sediakan.


Karan mengerenyitkan dahinya. Ketika ia melihat cewek yang tak asing baginya, tengah bergenggaman tangan bersama seorang cowok yang entah siapa.Mungkin,karena merasa di perhatikan.Cewek itu menoleh ke arah Karan.Betapa terkejut keduanya saat mata mereka bertatapan satu sama lain.


Cewek itu nampak berbicara singkat dengan cowok di sebelahnya.Sebelum akhirnya ia beranjak dari tempat tersebut.Karan pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada.


"Eh, yan gue mau ke toilet bentar ya." pamit Karan.


"Oh, iya ran."


Karan berjalan mengikuti kemana cewek itu pergi.Benar saja dugaan Karan.Cewek itu berbelok ke arah toilet perempuan.


"Udah gue tebak, lo pasti ngikutin gue." kata Ralina dengan senyum sinisnya.


"Cowok itu siapa lo?" tanya Karan tak mau basa basi.


"Bukan urusan lo." jawab Ralina tajam.


"Oh, atau jangan jangan lo ngeduain Al?" tuduh Karan.


Ralina tersenyum."Nah,gitu punya otak di pakai."


"Gila lo." geram Karan "Kurang baik apa Al sama lo.Bahkan,demi lo. Al rela matahin banyak hati yang benar benar tulus sama dia."


"Termasuk hati lo kan?" Ralina tertawa mengejek.

__ADS_1


"Gue bakal bilang sama Al." setelah mengatakan itu.Karan hendak berjalan keluar toilet.Tapi, lengannya langsung di cengkram Ralina.Ralina mendorong tubuh Karan sehingga punggungnya menabrak tembok toilet.


Entah bagaimana bisa pula.Kali ini toilet sedang sepi.Hanya ada Karan dan Ralina.


"Lo mau ngadu ke Al bagaimanapun.Dia nggak akan percaya sama lo." tandas Ralina.


"Gue makin nggak ngerti sama kelakuan lo."


Ralina kembali tersenyum sinis. "Sederhananya, gue nggak pernah cinta sama Al.Gue cuma ngejar sesuatu dari diri Al.Tapi, saat lo dengan harga diri lo yang rendah itu mulai maju buat memperjuangin Al.Disitu perasaan gue mulai tumbuh buat dia."


"Kalau perasaan lo udah tumbuh.Kenapa lo ngelakuin hal yang bikin Al kecewa?" tanya Karan emosi.


"Perasaan gue mulai tumbuh, bukan benar benar tumbuh.Dan gue cuma pengin ngelakuin apa yang gue mau.We just friend"


"Tapi enggak bagi Al.Lo itu segalanya." kata Karan dengan wajah yang memerah karena amarah.Dia tak menyangka, kalau ternyata Ralina tidak benar-benar tulus untuk Al.


Ralina terkekeh menanggapi.Sedangkan Karan geleng geleng kepala.Tak menyangka, ternyata cewek ini hanya memanfaatkan Al.


"Lo liat aja, Al bakal tau semuanya.Gue pastiin secepatnya." ancam Karan


Bukannya takut.Ralina malah menantang Karan. "Silahkan saja, kalau lo bisa.Semangat."


Ralina pergi meninggalkan Karan yang uring uringan tak jelas di toilet.Karan tahu,Al sudah banyak melukai hatinya.Tetapi, Karan tak terima apabila itu terjadi kepada Al.Karena Karan tahu bagaimana sakitnya hal tersebut.Apalagi, disini Al benar benar di khianati oleh seseorang yang ia sayangi.


"Hai, kok lama?" sapa Dean saat Karan sudah berada di tempat semula.

__ADS_1


"Iya, tadi juga ngangkat telfon Mama sekalian." alibi Karan.


"Oh, iya.Yaudah kita jadi ke store make up kan."


"Yan next time aja deh.Kepala gue tiba tiba pusing nih." alibinya lagi.


"Yauda mending kita pulang aja.Biar lo bisa istirahat."


"Sorry ya, yan."


"Iya gapapa.Kesehatan lo lebih penting ran." ujar Dean.


'Lo emang baik.Kalau gue bisa milih, gue bakal milih jatuh cinta sama lo.Tapi sayang, semuanya nggak semulus itu.Gue terlanjur jatuh cinta sama orang yang nggak bisa ngehargain gue.' batin Karan.


Karan tak menepis tangan Dean yang memeluk pundaknya.Dia membiarkannya begitu saja.Isi kepalanya sudah di penuhi oleh fakta yang baru saja Ralina lontarkan tadi.


Karan menceritakan apa yang Ralina ucapkan di toilet tadi.Kepada kedua sahabatnya.Sama dengan Karan, mereka berdua terkejut mendengarnya.


"Iblis banget tu cewek.Covernya doang malaikat.Belakangnya,dih najis." cibir Aura kesal.


"Tau tuh.Sumpah greget banget liat tu cewek.Terus sekarang apa yang mau lo lakuin ra?" tanya Nana.


Karan menatap kedua sahabatnya dan mengatakan sesuatu.


"Lo yakin?" tanya Aura ragu.

__ADS_1


"Yakin banget."


Aura dan Nana hanya mengangguk pasrah.Tak guna juga mereka menghalangi Karan.Karena Karan adalah gadis yang keras kepala.


__ADS_2