Al Dan Karan

Al Dan Karan
17.Perjuangan Karan 2


__ADS_3

"A-al gue sayang lo."


Ungkapan yang keluar dari mulut Karan membuat seisi meja tersebut melongo menatap Karan dengan pandangan yang berbeda beda.Tetapi tidak untuk Al, cowok itu tetap sibuk dengan kegiatan makan siangnya.Ucapan seperti itu sudah sering ia dengar dari mulut perempuan yang Al benci.Padahal Al ingin ucapan itu keluar dari mulut perempuan yang berada di sampingnya.


Bukannya merespon pengakuan tersebut,Al malah menyuapi Ralina yang masih terkejut dengan pengakuan gamblang yang terlontar dari mulut Karan.Bahkan dengan sengaja Al mengkikis jarak antara dirinya dan Ralina, tentu hal itu menciptakan api yang begitu besar di hati Karan.


"Lo nggak mau jawab gitu?" Karan masih berusaha agar Al meresponnya,sekedar menatapnya saja Karan sudah sanggat bersyukur.


Tetap tidak ada jawaban dari Al


"Lo pikir dengan lo kayak gitu bikin gue cemburu terus pergi dari sini gitu?" Karan terkekeh "Nggak semudah itu gue terpancing Aldevan." Percayalah kalau itu hanya sekedar omong kosong dari seorang Karan,padahal realitanya hatinya sudah terbakar melihat adegan menjengkelkan itu.


"Dan-" belum sempat Karan melanjutkan pembicaraannya lagi, Al membanting sendok di piring yang telah kosong hingga menimbulkan suara nyaring.Hampir semua pasang mata yang ada di kantin menatap meja mereka.Sebagian kembali melanjutan aktivitasnya, sebagian tetap memilih menikmati drama yang akan terjadi selanjutnya disana.


Bukan sebuah rahasia lagi kalau cewek cantik bernama Karan itu menyukai Al cowok berhati beku ditambah dengan Ralina sehingga membuat kisah cinta segitiga itu layaknya sebuah film di SMA mereka.


Al berdiri menatap Karan tajam amarah dan kebencian terlihat jelas disana.Ada banyak hal yang ingin Al luapkan dihadapan gadis menjengkelkan ini,tiba tiba saja bibirnya mendadak kelu sehingga ia memilih pergi dari kantin menjauhi gadis gila itu.


Saat Karan hendak menyusul Al cekalan tangan Dean di lengannya membuatnya berhenti dan menoleh.


"Jangan dikejar,semakin lo kejar semakin tak bisa di tangkap."


"Tapi Al-"


"Bodoh kalau lo berharap dengan cowok yang hanya bisa nyakitin lo,padahal ada cowok lain yang berusaha ingin melihat lo bahagia."


Tanpa ada yang tahu seseorang menatap keduanya tak suka,tangannya mengepal penuh amarah.Matanya menyiratkan kebencian terhadap salah satunya.

__ADS_1


"Gue nggak sabar untuk melihat sebuah drama di dalam drama saat bom waktu itu nanti meledak," kekeh laki laki berhoodie hitam kemudian pergi meninggalkan area kantin.


••••


"Al ini gimana jelasin dong gue nggak faham ?" tanya Karan saat mengerjakan tugas yang sudah dibagikan oleh Echa.


Siang ini Bu Violin selaku guru biologi tak bisa hadir.Sehingga beliau menyuruh para murid kelas 12 IPA-2 nengerjakan tugas yang beliau berikan dengan berkelompok,masing masing terdiri empat orang.


Lagi lagi Karan mendapatkan sebuah kesempatan emas karena sekarang cewek satu kelompok dengan Al,Eki dan Echa.


"Echa." jawab Al singkat padat jelas


"Ih Echa sibuk sama Eki," sebenarnya tadi Karan sudah bekerja sama dengan mereka untuk melangsungkan proses pdkt-nya ini.


"Lagian apa susahnya sih tinggal jawab aja, gue kan juga pengin pinter."


Al kemudian menjelaskan panjang lebar mengenai materi yang Karan tanyakan.Karan termasuk orang yang cepat menerima sebuah materi tapi ia sengaja meminta Al menjelaskan ulang.Kapan lagi bisa sedekat ini dengan Al kan.


"Ohh gitu,tapi gue rada enggak faham tengah tengahnya ulang lagi dong," pinta Karan ketiga kalinya


"Gak!"


"Gue kan belum faham Al!" rengek Karan


Al menatap Karan malas dan sibuk bermain ponselnya


"Jahat banget sih."

__ADS_1


"Emang."


"Lo nggak ada niatain baik gitu sama gue?"


"Gak!"


"Suka sama gue?"


"Gak!"


"Punya rasa sama gue?"


"Gak !"


"Niatan nikahin gue?"


"Gak! "


"Nikah sama monyet?"


"Gak!"


"Lo suka sama Ralina?"


"Eng-bukan urusan lo!" Setelah mengatakan itu Al beranjak dari duduknya,pergi keluar kelas entah kemana.


Dari jawaban Al barusan sudah sanggat dan amat jelas bahwa cowok itu menyukai Ralina. Bahkan tanpa harus bertanya seperti itupun semua orang beserta Karan juga tahu kalau Al menaruh perasaan kepada gadis lugu kelas sebelah.

__ADS_1


Karan menghela nafas ia sudah berjuang sejauh ini tetapi dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.Hanya untuk membuat Al menerima kehadirannya saja ia tak bisa.Selalu dipaksa menyerah oleh semesta kemudian dikuatkan kembali oleh hati.


__ADS_2