Al Dan Karan

Al Dan Karan
59.Senin


__ADS_3

"Ralina, Ralina lo cewek ular yang pernah gue temui." ujar Tasyi


Ralina tersenyum miring.Melanjutkan mengerjakan tugas untuk kegiatan pelantikan osis priode baru.


Mereka berdua tengah berada di dalam ruang osis yang cukup sepi di siang ini.


"Gue bakal ngelakuin segala cara buat kebahagiaan gue."


"Kasian Karan anjir.Dia jadi dihakimi kayak gitu.Apalagi sama Al."


Ralina terkekeh. "Bukan urusan gue lah."


Di kantin Karan dan Dean terlihat tengah makan berdua.Tak jauh dari meja mereka, Al bersama sahabatnya juga tengah makan disana.


"Asek, couple baru nih!" goda Reonal nyaring.


Karan dan Dean refleks menoleh ke arah Reonal.


"Cieee, nolehnya kompak."


Karan mendegus dan melanjutkan makannya.Dean pun sama, acuh tak acuh.


"Mampus di kacang lo." bisik Devon.


"Udah sering dikacang gue mah.Kebal." Reonal menepuk nepuk dadanya.


Dean mengusap sudut bibir Karan yang comot dengan jarinya.Karan tersenyum.


"Kamu nanti ada acara nggak?" tanya Karan


"Iya sayang.Ada party temen smp aku.Kenapa?"


Karan menggelang, sebenarnya malam ini ia ingin sekedar keluar bersama Dean. "Enggak nanya aja.Have fun ya."


"Kamu kalau ada apa apa bilang aja ya."


Karan mengangguk sebagai jawaban.


Al mengamati gerak gerik keduanya.Alasan kenapa Al tak mau berada di dekat dua sejoli tersebut.Karena, mood Al selalu mendadak berubah, ada perasaan cemburu yang tak bisa diungkapkan.Dan itu membuat Al tersiksa sendiri.Sekalipun Al berada di dekat Ralina.


Ralina datang membawa mangkok batagornya dan langsung mengambil duduk disebelah Al.Al tersenyum menyambut kedatangan Ralina.


"Hai semua." sapa Ralina


"Eh, hai Na." balas Devon


"Hai nyonya Aldevan." Reonal ngelantur sendiri.


Sedangkan Farel hanya diam.Menulikan telinga, menganggap bahwa Ralina tak ada.


"Lo kayaknya sibuk banget ngurus pelantikan ya ran."


Ralina mengangguk. "Lumayan."


"Minta maa Al buat nyemangatin dong.Eh, tapi sayang.Cowok lo ini batu akik jadi ya gitu deh." celoteh Reonal


Al langsung mendelik kesal ke arah Reonal.Ralina dan Devon terkekeh mendengarnya.


Nana berjalan berdua bersama Aura menuju kantin.Satu notifikasi masuk di ponsel, no tidak dikenal.Membuat Nana berhenti dan langsung membukanya.


0815643674: Temuin gue nanti di cafe Tobusiha

__ADS_1


0815643674: Plis ada yang ingin gue omongn sama lo.


Mendengar nama Tobusiha kepala Nana langsung mengarah kepada sang mantan.Regan.


"Lo kenapa?" tanya Aura penasaran


Nana menyodorkan ponsel miliknya.Membiarkan Aura membaca pesan yang barusan dikirim oleh Regan.


"Perlu gue temenin nggak?" tawar Aura


"Nggak usah, karena gue bakal nemuin dia sekarang." Nana berjalan mendahului Aura menuju meja pojok kantin.


"Hah? dimana? woi!" teriakan Aura tak dihiraukan sama sekali oleh Nana.Aura pun langsung mengikuti Nana dari belakang.


"Eh, itu ayang lo mau kemana tuh?"


tak hanya Reonal, sontak penghuni meja Al.Langsung menoleh dan melihat kemana Aura pergi.Aura pergi mengikuti Nana.


"Wah, gaswat kalau sampai ayang gue digodain sama mereka." Reonal beranjak dari duduknya.Menyusul Aura.


Tempat dimana Regan berkumpul bersama teman-temannya mendadak hening ketika Nana mendatanginya.


"Gue nggak mau ketemu lo dan urusan kita udah selesai." tegas Nana to the point ke Regan.


Teman teman Regan yang tak tahu apa apa saling berpandangan satu sama lain.Regan beranjak dari duduknya, menghampiri Nana.


"Na dengerin gue, buat sekali aja."


"Gue nggak mau dan berhenti hubungin gue lagi!"


Regan membuang nafasnya kasar.


"Sorry, tapi gue nggak bisa ngabulin permintaan lo itu."


"Iya, gue bego karena lo."


"Ayang, ayo balik ngapain sih?" tanya Reonal tiba tiba saja sudah berada di samping Aura.


Aura memukul lengan Reonal pelan. "Lo yang ngapain."


"Ya jagain kamu lah."


Karena tak mau memperjang perdebatan dengan Reonal Aura memilih diam dan melihat sahabatnya tengah berdebat dengan masa lalunya.Karan pun ikut memperhatikan sahabatnya dari jauh.


"Na, gue sayang sama lo.Apa nggak ada kesempatan buat gue?" Regan memegang tangan Nana


Nana menepisnya dan langsung menampar Regan.Kini mereka berdua menjadi pusat perhatian hampir seluruh kantin.


"Segampang itu buat lo ngomong kayak gitu.Gue muak denger omong kosong lo." Nana hendak pergi, tapi dicegah oleh Regan.


"Lepasin nggak!" suara Nana parau.Rasanya, luka itu masih ada ketika melihat Regan.


"Na, dengerin gue." Nana langsung menyentakan tangannya.Pergi meninggalkan kantin.Regan menyusul Nana pergi.


Saat Aura hendak ikut menyusul.Reonal memegang lengan Aura. "Biarin, biarin dia selesain masalahnya."


"Tapi dia sahabat gue."


"Lo sahabatnya, bukan berarti lo harus ikut andil buat selesain masalahnya.Kalau lo ikut yang ada malah makin rumit."


Ada benarnya apa yang Reonal katakan.Aura melepaskan cekalan tangannya dan pergi menuju tempat Karan bersama Dean duduk.

__ADS_1


...…...


Malam ini, Karan duduk sendiri di cafe dekat rumahnya.Ia suntuk kalau hanya berdiam diri di rumah.Saat tengah asyik menikmati hidangan yang telah ia pesan.Seseorang tanpa permisi duduk dihadapan Karan.


"Loh lo?"


Farel tersenyum kecil.


"Gimana rasanya pura pura suka sama orang?"


Karan mengerenyitkan dahinya tak mengerti. "Maksut lo?"


"Karan..Karan..Gue tau lo nggak benar benar tulus sama Dean.Lo masih ada perasaan kan sama Al."


"Sotoy banget lo.Cenayang?" Karan terkekeh.


Farel tersenyum kecil. "Lo nggak bisa bohong ran."


"Tapi gue belajar buat cinta sama dia dan gue hampir berhasil cuma butuh 20% lagi buat gue benar benar cinta sama dia."


"Oke, good luck.Kalau nggak mampu, silahkan acungkan bendra putih ran." kata Farel mengejek.


"Lagian dia juga udah nemuin bahagianya."


Farel tahu siapa yang Karan maksut.Al.


"Apa lo yakin dia benar benar bahagia?"


Karan tertawa kecil.Pertanyaan Farel sungguh konyol.Semua orang tahu bahwa Al mencintai Ralina seorang, tidak mungkin Al tak bahagia.


"Pertanyaan lo nggak bermutu.Jelas lah gila."


"Bagi gue sih enggak, gue rasa Al lafiy bimbing sama perasaannya."


"Stop it , gue males bahas dia.Gue nggak peduli tentang dia lagi."


"Yakin?"


Karan mengangguk mantap.Farel pun mengiyakan saja.Meskipun ia tahu bahwa Karan belum benar benar tak peduli dengan Al.


"Btw lo sendiri?"


"Ya lo lihat aja deh."


"Iye, iye judes amat neng."


"Rel?"


Farel mendongak.Menaikan sebelah alisnya.


"About Ralina?"


"Tenang, gue udah siapin semua.Tunggu waktu aja buat ngungkapin itu."


Karan tersenyum. "Secepatnya, gue nggak pengin Al semakin tersiksa sama perasaan palsu cewek ular itu."


Farel mengangguk.Ia tak tahu pasti kapan akan mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi.Hanya menunggu waktu saja untuk Farel meledakan semuanya.


...…...


Hai maaf ya lama banget upnya.Aku bakal berusaha kok buat fast up.

__ADS_1


Makasih yg udah setia sama Al dan Karan ya.


Btw jangan lupa dengerin dubbing Al dan Karab yang dibawakan sama kak @V Anggara


__ADS_2