Al Dan Karan

Al Dan Karan
58.Flashback 2


__ADS_3

Hari ini hari terakhir kegiatan MOS.Mood Al hari ini cukup baik.Tak ada hal menjengkelkan yang mengusik moodnya.Terutama, osis cowok yang bernama Raka tersebut, ia tak menampakkan diri hari ini, baguslah.


Ketika bel istirahat berbunyi bukannya memilih ke kantin seperti yang lain Al lebih memilih jalan yang berbeda.Ya, perpustakaan.Tempat membosankan bagi sebagian orang


Al berjalan menyusuri rak rak buku tebal, melihat lihat akankah ada buku yang menarik hatinya untuk dibaca untuk saat ini.


Setelah Al mengambil salah satu buku di rak paling atas.Ia berjalan menuju meja baca.Al menghentikan langkahnya ketika Karan datang tiba-tiba dan menghentikan langkahnya.


Al menarik sebelah alisnya dengan ekspresi datar.Menanyakan apa maksud kedatangannya.Tetapi, sepertinya Al salah mengkode.Karena cewek yang dihadapannya minim kepekaan.Bukannya to the point, melainkan berbasa basi.


"Hai, kenalin Gue Karan Jevina Berlino.Gue jurusan IPA.Salam kenal." Karan mengulurkan tangan setelah mendeskripsikan singkat tentang dia.


Alih alih menyambut uluran tangan, justru Al hanya menatapnya tak berminat dan pergi.


"What?" Karan Dibuat terheran-heran dengan kelakuan cowok yang menolongnya kemarin. "Oke, mungkin tangan dia lagi gatal gatal dan dia nggak pengen gue ketularan, jadi dia nggak mau nyambut uluran tangan gue." hibur Karan pada dirinya sendiri.


Karan tak berputus asa.Dia mendatangi Al dan duduk di kursi sebelah Al.


"Hai, nama lo siapa?"


Al melirik sekilas tanpa berniat menjawab.Fokus pada bacaannya.


"Oh oke, gue bakal tahu dengan sendirinya nama lo." ujar Karan.


"Umm..makasih ya yang kemarin.Tanpa lo, entah gue bakal diapain sama mereka.Untungnya juga, mereka udah di drop out dari sekolah."


Kali ini Al menoleh ke arah Karan.Pantas, dari tadi ia tak bertemu dengan keamanan osis yang menjengkelkan itu.


"Kenapa lo bisa sama mereka kemarin?" tanya Al akhirnya.


Karan tersenyum kecil ketika Al yang dingin berbicara kepadanya.


"Jadi, gue habis dari toilet dan gue sengaja milih jalan berbeda dengan yang gue lalui tadi.Pikir gue, sekalian jalan jalan dan lebih kenal dengan sekolah ini.Tau tau gue ketemu mereka lagi ngerokok di taman belakang sekolah. Pandangan mereka ke gue tuh aneh.Buru buru gue kabur, taunya mereka langsung narik tangan gue paksa."


Al diam mendengarkan cerita Karan seksama.

__ADS_1


"Gue berusaha ngebrontak, teriak pokonya sesuatu yang mampu gue lakuin detik itu juga gue lakuin.Tapi, nihil lo bayangin aja mereka bertiga.Gue sendiri, tenaga gue nggak sebanding sama mereka.Seperti yang lo tahu gue dibawa di gudang kosong itu.Niat mereka buruk pengen ngelecehin gue, untungnya lo datang.Makasih."


Al mengangguk lalu fokus kembali dengan buku bacaannya.


"Sorry ya udah bikin lo babak belur gini." Karan merasa bersalah ketika melihat beberapa luka di wajah Al.


Al tetap diam tak menjawab.Sudah tenggelam dengan buku bacaannya.


Karan menaruh sekotak paper bag coklat kecil dihadapan Al.Al menatapnya sekilas kemudian mengabaikannya, seperti biasa.


"Itu dari gue.Eh, iya jangan lupa ya nama gue Karan Jevina Berlino.Semoga kita satu kelas ya." katanya, lalu beranjak pergi meninggalkan Al sendirian.


Dari tadi Al belum membuka paper bag dari Karan sama sekali.Al baru membukanya ketika di rumah.Ada secarik note di dalamnya.


Hai lo (huh, gue nggak tau nama lo siapa) tapi makasih ya lo udah bantu gue.Jangan lupa obatnya dipakai, terus makanannya dimakan. -Karan


Al menyimpan kembali notenya dan membuka isinya terdapat berbagai obat obatan serta roti isi dan susu kotak.Al mengambil roti isi beserta susu kotak dan memakannya.


...…...


Dean: Aku udah sampai rumah


Karan baru berniat membalasnya.Satu pesan kembali masuk dari pengirim yang sama.


Dean: Besok mau nggak berangkat bareng


Karan nampak berpikir sebentar sebelum menjawab.


Karan: Iya boleh


Dean: Okey, see you sayang.


Karan menaruh ponselnya di nakas.Memejamkan mata bersiap tidur.Bukannya terlelap, Bayangan Al muncul begitu saja.


"Lo ngapain sih muncul di kepala gue.Gue udah punya cowok." ketus Karan entah kepada siapa.

__ADS_1


Karena tak bisa tidur akhirnya Karan memilih mengaktifkan laptopnya.Membuka aplikasi netflix.Mencoba menghibur diri dari bayangan Al.


Baru kemarin mereka jadian, sekarang udah berangkat pulang bareng." kata Ralina


Al menatap Ralina bingung.Paham akan tatapan Al, Ralina menunjuk Dean dan Karan di parkiran dengan dagunya.


"Oh." respon Al. "Ayo masuk kelas."


Ralina mengangguk dan berjalan beriringan menuju kelas.Semakin kesini, Al semakin merasa dirinya tidak baik baik saja.Perasaan aneh tidak bisa dijelaskan selalu muncul ketika melihat Karan bersama Dean.Al tak tahu, sampai kapan ia bisa bertahan dalam keadaan seperti ini.


"Kamu udah benar benar lupain Karan kan?" tanya Ralina tiba tiba


Al menghentikan langkahnya.Dia cukup terkejut akan pertanyaan Ralina.


"Emang aku pernah suka Karan?" tanya Al balik


Ralina diam tak bisa menjawab.Sepertinya benar, Al tak pernah suka dengan Karan.Pikir Ralina saat itu.


Kenyataannya, hati manusia bisa diputar balikan.Kemarin, Al begitu membenci Karan, kini Al berharap lebih kepada Karan.


"Aku nggak pernah suka sama cewek lain kecuali kamu." alibi Al.


Ralina tersenyum puas mendengarnya.Ia dirinya merasa menang diatas Karan.


"Duh, couple SMA SENJAKARSA udah nemuin titik bahagia masing masing ya." celoteh ketiga cewek ketika Al dan Ralina berjalan melewatinya.


"Tapi gue masih ngeship dia sama Karan sih."


"Gue juga."


Ralina kesal dengan apa yang mereka bicarakan.Kalau tidak ada Al, Ralina rasanya ingin sekali menyombongkan dirin dan tersenyum meremehkan dihadapan para cewek itu.


"Jangan didengerin."


Ralina mengangguk.Meskipun dia ingin sekali menampar ketiganya.

__ADS_1


Haii maaf ya lama upnya


__ADS_2