Al Dan Karan

Al Dan Karan
50.Day


__ADS_3

"Karan tolong kamu kasih ini ke Tante Lelita."


Sebenarnya Karan ingin menolak.Tapi ia tak enak sendiri akan perintah Mamanya.Sehingga, dengan terpaksa cewek itu berjalan menuju pintu untuk keluar.


Dulu, Karan sanggat excited saat dirinya tahu bahwa Al sekomplek dengannya.Menjadi tetangganya sendiri.Berbeda dengan sekarang.Cewek itu berharap semoga Al pindah dari komplek ini.


Rasanya tak lagi sama sekarang.


Karan sudah sengaja melambatkan langkahnya.Namun kini kakinya sudah menginjak depan rumah Al.Karan menghela nafas lega, ketika ia tak melihat motor Al dirumah.


Karan mengetuk pintu rumah Al berulang kali.Namun tak ada jawaban


"Tante..Tante Lelita." panggil Karan sekali lagi, yang kini sepertinya berhasil.Terbukti dengan suara langkah kaki dibalik pintu tersebut.


Saat pintu terbuka, Karan sedikit terkejut ketika melihat siapa yang membukanya.


"Ngapain lo?" sinis Ralina.


Karan mendegus. "Tante Lelita mana?"


"Eh..ada Karan!" Seru Lelita dari belakang Ralina.


"Tante ini ada oleh oleh dari Mama." Karan menyodorkan paper bag ketika Lelita sudah di hadapannya.


"Makasih ya,salamin juga buat Mirna." Lelita mengambil alih paper bag dari tangan Karan.


Karan mengangguk sambil tersenyum.


"Yaudah tante Karan mau pulang dulu yaa." pamit Karan.


Lelita langsung mencekal tangan Karan. "Ayo makan malam dulu bareng bareng."

__ADS_1


"Duh, maaf tante tapi Karan udah makan tadi." tolak Karan sehalus mungkin.


"Yaudah gimana kalau nyemil nyemil aja."


"Tapi tante Karan.."


"Kalau dia nggak bisa yaudah ma, jangan dipaksa." sahut Al yang langsung memotong ucapan Karan.


Dari ucapan Al saja Karan sudah bisa sadar diri.Disini dia bukan siapa siapa.


"Tante, maaf ya.Karan lagi ada kerjaan lain.Jadi, maaf ya Karan nggak bisa." tutur Karan lembut.


Lelita mengangguk. "Yaudah kalau kamu sekarang nggak bisa.Salam ya buat Mirna."


Karan mengangguk sembari tersenyum meninggalkan pekarangan rumah Al.


Ucapan Al masih terngiang, sebegitu bencinya Al terhadap dirinya.


Karan merasakan getaran singkat di saku celana pendeknya.


082577867842: Btw, jangan iri ya gue lagi dinner sama Al dan Tante Lelita nih.


Karan langsung memasukkan kembali ponselnya ke saku.Karan bisa menebak, siapa yang mengiriminya pesan kalau bukan Ralina.


Sedetik kemudian Karan mengambil ponselnya lagi.Ia mengetikan balasan untuk Ralina.


Karan: Sorry ya, siapa juga yang iri.Gue juga otw dinner nih sama calon pacar gue.


Karan tersenyum puas ketika membaca balasan pesan yang ia tujukan untuk cewek munafik itu.


"Eh, tapi.Siapa calon pacar gue?" gumam Karan tak jelas.

__ADS_1


Al tengah berada di meja makan.Menunggu Mamanya dan Ralina menyiapkan makanan.Mata Al tak sengaja melihat ponsel Ralina yang menyala.Ada satu bubble chat yang masuk.Nama Karan tertera disana, membuat Al sengaja mendekatkan ponsel Ralina ke arahnya.


Al menghela nafas kasar.Dalam diri Al seperti ada yang tak terima ketika Karan mencintai seseorang selain dirinya.Al menggelangkan kepalanya, mengusir perasaan dan pikiran yang baru saja melintas.Tak mau memusingkan hal itu.Toh bukan urusannya juga.


...^^^…^^^...


"Gue rasa lo bakal terjebak sama game lo sendiri." kata seorang dengan baju navy.


"Mungkin."


Mendengar jawaban tersebut.Bibirnya sedikit terangkat, meskipun sebenarnya dalam hati ia merasakan sesuatu yang sakit.


"Oke, good luck." setelah mengatakan itu seseorang berbaju Navy keluar dari kamar apartement.


Seseorang berbaju navy teresebut keluar dari apartement.Mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata.Rasanya menyakitkan memang.Mencintai seseorang yang hatinya tak pernah mau di genggam.Semburat kebencian tercetak jelas dari wajahnya.


"Lo harus ngersain apa yang gue rasain." geramnya sambil mencengkram stir mobilnya.


...…...


Minggu pagi ini, Karan tengah berada di depan pemakaman.Seperti biasa dia hendak mengunjungi Papanya.Cewek itu memakai dress hitam selutut dan sepatu putih.Tak lupa denga sebuket bunga di tangannya.


Saat hendak melangkah menuju makam yang ingin Karan tuju.Betapa terkejutnya ketika ia melihat makam itu rapi dan penuh bunga.Satu yang ada dipikiran Karan.Mungkin Mamanya yang melakukan hal tersebut.


Karan duduk mengelus pelan nisan Papanya lalu berdoa.Karan mencurahkan apa yang kini ia alami kepada Papanya.


Saat hendak meninggalkan area pemakaman.Tak sengaja, Karan menabrak tubuh seseorang. Membuatnya akan terjatuh.Untungnya, orang yang menabrak Karan langsung cekatan menahan tubuh cewek tersebut.


Betapa terkejutnya Karan ketika cowok itu adalah Al.Dengan sigap, Karan langsung melepaskan diri dan pergi dari situ.Al menatap kepergian Karan dengan mata yang sendu


buat yang nanya visual, soon yaa.

__ADS_1


__ADS_2