
Karan mengerenyitkan dahi, ada pesan masuk tak dikenal di ponselnya.
0817656****: Istirahat.Ditaman belakang sekolah
0817656****: Awas sampai lo nggak datang, tunggu aja apa yang terjadi.
Karan kembali menutup ponselnya.Tapi pikirannya masih tertuju pada pesan yang entah dari siapa itu.
"Ran, lo tau nggak sih Al tadi ngeliatin lo."
"Ya dia punya mata ra, bukan cuma gue kali yang diliatin.Semuanya juga ih."
"Tapi ini beda ran." desis Aura
"Apanya yang beda?" sahut Nana dari belakang mereka.
"Apaan sih, ikut aja lo."
Nana baru akan membalas ucapan Aura.Tapi, Bu Vindia selaku guru Kimia masuk ke dalam kelas.Membuat suasana kelas yang semula ricuh menjadi hening.
...…...
Bel istirahat berbunyi, bertepatan dengan Bu Vindia yang meninggalkan kelas.
Satu pesan kembali masuk di ponsel Karan. Membuat sang empu mau tak mau segera membaca pesan tersebut.
__ADS_1
0817656****: Taman belakang sekolah, sekarang.
Karan berdecak pelan setelah membaca pesan tersebut.Karan penasaran, siapa yang pengirim pesan tersebut.Karan tidak takut dengan ancaman seperti ini.Sudah biasa baginya.
"Guys, kalian ke kantin duluan ya.Gue ada urusan bentar." Ujar Karan sebelum pergi meninggalkan kedua sahabatnya.
"Urusan apaan?" tanya Aura
"Nggak tau, mending kita ke kantin aja dah.Laper gue." sahut Nana sembari berjalan terlebih dahulu.
Al melihat Karan yang tergesa-gesa menuju taman belakang sekolah.Ada firasat tidak enak dalam hatinya.Tapi, cowok itu memilih mengabaikan hal tersebut.
"Ada masalah apa lo sama gue?" tanya Karan tanpa basa basi di depan cewek yang terkenal kalem satu sekolah.
Ralina beserta keempat temannya sontak menoleh.Sosok yang mereka tunggu ternyata sudah datang.
Ralina mendekati Karan, dengan senyum licik yang terukir jelas.
"Lo emang cewek bego yang gue kenal ran."
Bukannya takut, Karan melipat kedua tangannya di depan dada. "Tapi setidaknya gue nggak munafik untuk di sukai orang banyak."
Ralina tersenyum licik lalu tatapannya berubah begitu tajam. "Jauhi Al." kata Ralina dengan nada suara yang penuh ancaman.
"Kalau gue nggak mau?" tantang Karan
__ADS_1
"Asal lo tau ya, lo tu cewek murahan yang pernah gue kenal.Al itu sukanya gue, bukan lo." geram Ralina.
"Tapi, kalau Al tau sifat asli lo.Gue rasa, dia bakal ngejauhin lo juga." kata Karan santai. "Oh, gue rasa bukan hanya Al yang akan ngejauhin lo.Tapi satu sekolah juga." lanjut Karan dengan tawa kecilnya.
Ralina terdiam melihat gadis di hadapannya tersebut.Hanya sorot kebencian yang tercetak jelas dari mata Ralina.
"Cewek yang dikenal polos dan lugu ternyata tidak lebih seperti setan." ejek Karan dihadapan Ralina.
Plakk!
Satu tamparan mendarat di pipi Karan. Membuat gadis itu sedikit terhuyung kebelakang.Alih alih kesaktian, Karan malah tertawa.
Karan langsung mengulurkan tangannya, meraih rambut Ralina dan menjambaknya. Ralina tidak membalas jambakan Karan.Cewek itu kembali memasang wajah lugu yang kesaktian.
Ketiga teman Ralina tersenyum berpandangan.Saling mengirimi kode.Mereka mengeluarkan ponsel dan merekam kejadian tersebut.Sedangkan Hera berlari meninggalkan tempat tersebut.
"Al!" panggil Hera panik.
Al bersama keempat temannya sedang makan di kantin sontak menoleh.Bahkan, bukan hanya Al.Tapi, sebagian siswa juga menoleh kearah Hera. Termasuk Nana dan Aura.
"Itu..ituu..Ralinaa..." ucap Hera terpotong potong dengan nada panik.
Mendengar nama Ralina disebutkan.Al langsung mendekat ke arah Hera. "Kenapa?"
"Ralina di jambak Karan.Di taman belakang."
__ADS_1
Tanpa bertanya lagi Al segera berlari ke tempat tersebut.Bahkan, bukan hanya Al.Tapi sebagian siswa yang kepo juga ikut kesana.
Sebelum pergi meninggalkan Kantin. Aura memandang Hera sinis.